"Hingga kau hadirkan seseorang itu dan membuatku semakin rindu padanya"
-
-
-
-
-
-
-
-
Hujan turun lagi, belakangan ini sering hujan. Dingin sangat dingin. Tak ada lagi kehangatan yang bisa dirasakan Anaya, semuanya hilang. Kebahagiaan yang indah seketika sirna, tak ada lagi cahaya, semuanya gelap dan hidup ini menjadi hampa baginya.
"Anaya"
Suara itu membuyarkan lamunan Anaya. Dilihatnya kebelakang, Faryn berdiri sambil bersandar di daun pintu lalu perlahan dia mendekati Anaya.
"Nay, tebak siapa yang datang? " Faryn tersenyum senang.
"Gak tau," ucap Anaya acuh sembari memperhatikan hujan yang turun.
Setelahnya dia merasakan kehangatan yang selama ini dirindukan, sebuah pelukan hangat yang mengingatkan Anaya kepada sosok yang sangat disayanginya. Tanpa Anaya sadari air matanya jatuh.
"Mama" ucapnya lirih.
Suasana mendadak hening, hujan sudah berhenti sedari tadi. Anaya menunduk tidak berani menatap sosok yang ada di depannya.
"Anaya, nanti tinggal sama tante ya." kata karin sambil tersenyum hangat.
"Iya," jawab Anaya seadanya.
Karin adalah adik dari kiya, mamanya Anaya. Dia seseorang yang paling mirip dengan kiya. Karin hidup sendiri karena suaminya sudah lebih dulu menemui sang Pencipta dan dia belum memiliki seorang anak.
"Nanti tinggal di rumah tante aja ya, rumah kamu-"
"Enggak! Naya gak mau pindah" jelas Anaya.
Tentu saja, karena rumah itu memiliki banyak kenangan bersama orangtuanya. Karin memperlihatkan senyumnya lagi, membuat Anaya semakin rindu akan kiya. Entah cerita apa yang akan dijalaninya sekarang. Mengapa takdir menghadirkan seseorang yang mirip dengan kiya?
~~~~~
Perlahan Anaya mencoba membuka pintu rumah. Tangannya bergetar ketika membukanya. Dia menatap satu persatu sisi yang ada dirumahnya seolah ada bayangan yang menunjukkan orangtuanya. Sebuah kenangan indah yang mengukir kan luka.
"Anaya, kita ke atas yuk! Kamar kamu di atas kan? "
Tak mengindah kan ucapan karin, Anaya malah menyeret kopernya menuju kamar tamu. Hanya kamar itu yang sedikit menyimpan kenangan. Hanya kamar itu, yang mungkin bisa membuatnya sedikit lupa akan kenangan bersama orangtua nya. Karin hanya diam tanpa protes sambil mengikuti Anaya dari belakang.
"Kamu mau tidur disini? "
"Iya"
"Yaudah, kalau perlu sesuatu panggil tante ya" ucapnya sambil mengusap pipi Anaya.
Karin melangkah keluar, Anaya menutup pintu dan menguncinya. Keluar juga air mata yang sedari tadi sudah ditahan, dadanya terasa sesak, ada sesuatu yang tak bisa dijelaskan dengan kata kata. Mama, Anaya rindu.
~~~~~~~~~~~~~~
"HALLO SEMUAAAA!!! Kenalin nama gue lili suryani, gue pindahan dari-"
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR: Don't left me [END]
Novela Juvenil"Seseorang gak akan bisa faham kalau dia gak merasakan penderitaan yang sama!" "Yaudah.. bagi penderitaan lo ke gue, biar gue bisa faham! " ~~~~~ Dunia menjadi sulit bagi Anaya, takdir menjadi tidak adil kepadanya dan bahagia berubah menjadi a...
![TAKDIR: Don't left me [END]](https://img.wattpad.com/cover/307951969-64-k397969.jpg)