.........
-
-
-
-
-
-
"Arul, lo gak ikut? Ini Anaya mau di tembak Arsya lho!" ucap Pian dari seberang sana.
"Gak, ada urusan." Farul melangkah keluar dapur.
"Gak asik lo!"
Farul mematikan panggilan secara sepihak. Itu, tas Faryn? Memang Faryn baru saja ke rumah Farul. Farul mengambil tas tersebut dan pergi untuk mengembalikannya. Sesampainya dirumah Faryn.
"Lo gak boleh lakuin itu kak!, ANAYA SAHABAT GUE! " Faryn berteriak dari dalam.
"KENAPA HAH?! NYOKAP GUE GILA KARENA ORANGTUA DIA!"
Farul mendengar keributan dari dalam, apakah boleh jika dia membukanya? Tapi itu tidak sopan kan? Ini rumah orang.
"IKUT GUE!"
"LEPASIN!"
"IKUT!"
"TOLONG"
ini sudah tidak benar, Farul mencoba mendobrak pintu rumah Faryn. Sial, dikunci. Farul tetap mencoba mendobraknya tapi tetap sia-sia. Ukuran pintu Faryn sangat besar dan tebal, itu menyulitkan Farul. Dia bukan HULK!!.
Bughhh
Perlahan Farul memutar tubuhnya. Baju belakang Farul terkena cipratan darah. Farul membulatkan matanya. Faryn! Dia bergegas menghampiri Faryn. Farul mendongak ke atas untuk melihat pelakunya. Nihil, tidak ada orang disana.
Farul beralih dan menggendong tubuh Faryn. Hanya satu tujuannya, rumah sakit. Tapi sebelum Faryn benar benar menutup matanya, dia sempat mengucapkan sesuatu.
"Farul, jangan kasih tau mereka. Tentang ini"
~~~~~~~~~~
"Tapi sekarang kami udah tau" ucap Pian.
"Tapi lo laporin ke polisi" ucap Riza.
"Faryn bilang jangan kasih tau kalian, bukan polisi"
"Pintar anak mama" ucap Pian sambil memeluk Farul dan ditepis oleh yang punya badan.
"Jadi, kenapa lencana lo gak ada? Kenapa kemeja Faryn kancingnya hilang dua? Dan kenapa kancingnya ada di meja lo? " tanya silfi yang masih tidak yakin dengan penjelasan Farul.
"Siapa orang yang lo telfon saat itu? Dan apa maksudnya?" tambah Lili yang juga penasaran.
Farul menghela nafas, ini akan menjadi cerita yang panjang.
"Gue balikin nanti ya, Rul" Faryn menggenggam lencana Farul.
Farul mengangguk lalu memberikan segelas teh ke Faryn.
"Lain kali jangan sampai hilang" ucap Farul.
"Hehehe, iya! Gue lupa naruh dimana" jelas Faryn sambil menggaruk kepalanya.
"Hmn"
"Yang mau cetakan ini minta bentuk aslinya sih, maaf ngerepotin" sambungnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR: Don't left me [END]
Teen Fiction"Seseorang gak akan bisa faham kalau dia gak merasakan penderitaan yang sama!" "Yaudah.. bagi penderitaan lo ke gue, biar gue bisa faham! " ~~~~~ Dunia menjadi sulit bagi Anaya, takdir menjadi tidak adil kepadanya dan bahagia berubah menjadi a...
![TAKDIR: Don't left me [END]](https://img.wattpad.com/cover/307951969-64-k397969.jpg)