special part

18 7 0
                                        

HANYA CERITA TENTANG IDE GILA DIMAS DAN PIAN. KETIKA ARYA DAN RIFAT BERTUKAR PROFESI.

"Ha? Gue jagain kucing di rumah kucing?" Arya speechles sendiri.

"Gue ke rumah sakit?" Rifat masih bingung.

Pian dan Dimas kompak mengangguk.



Three hours later






"TANGKAP MEREKAAAA!!!! MEREKA ILEGAL!!!!!!" teriak ibu ibu yang menggendong seekor kucing.

"IYAAAA MEREKA PASTI ILEGAL" Balas seorang bapak yang mencoba mengejar Rifat dan Arya dengan kursi roda.

"Mampus! Ide gila emang! Tau gini gue gak mau ikutan!" Ujar Arya menyesal sambil terus berlari.

"Memang itu si Pian sama Dimas kepengen di nikahin sama Yaya nih kayaknya."



Before




Pov Arya di rumah kucing.

"Kamu jagain kucing ini ya. Namanya misi... kamu kasih makan trus di kasih vitamin... saya tinggal ya." Ucap ibu penjanga rumah kucing ini.

Arya mengangguk lalu membawa misi masuk ke kandangnya. Awalnya semua biasa saja sampai tiba-tiba misi bersin-bersin dan tersedak membuat Arya panik.

Langsung saja Arya memberikan misi obat OBH. Ibu tadi melihat apa yang dilakukan Arya.

"Kok malah kamu kasih OBH! KALAU KUCINGNYA MATI GIMANAAAAA" ibu itu menjadi panik.

Dan benar saja. Seketika misi pingsan tak sadarkan diri. Arya juga mendadak panik. Ibu tadi malah makin histeris.
Selanjutnya Arya keluar dan kembali membawa Defibrillator. "Buk! Kucingnya kita kejut jantung aja ya pakai ini... kayaknya kucing itu bradikardi!!"

"HEH DASAR GILA!!!! KEMARI KAMU!!! TANGGUNG JAWAB!!!"

langsung saja Arya berlari meninggalkan rumah kucing itu.





POV RIFAT DI RUMAH SAKIT

"Ya bapak keluhannya apa?" Tanya Rifat sopan kepada salah satu pasien yg terbaring lemah.

'Di leher bapak ini kok ada selang ya? Apa gak bisa ngunyah lagi ya?'

"Bapak sudah makan?" Tanya Rifat pelan

"Belum nak"

"Baik pak, sebentar saya buatkan."

Tak lama dari itu Rifat kembali dengan semangkuk bubur dan susu. Rifat menyuapi bapak itu lalu bapak itu mengernyitkan alisnya.

"Seret ya pak? Ini minum dulu" ucap Rifat.

Bapak tadi mengangguk lalu minum susu yang disodorkan Rifat.

"Nak"

"Iya pak?"

"Kok susu sama buburnya aneh ya?"

"Mungkin karena bapak sakit makanya rasanya beda pak" jawab Rifat sopan.

"Memang susu dan bubur apa yang kamu pakai?"

"Susu dan bubur kucing, pak"

"GILA KAMU YA!!! DASAR DOKTER ILEGAL!!! UNTUNG SAYA MAKAN BARU SATU SUAP! SINI KAMU!!!!" bapak tadi tiba tiba bisa berdiri dan langsung mengejar Rifat.







Now







"Kak Arya! Itu Pian sama Dimas"

Tampak Pian dan Dimas tengah tertawa melihat mereka berdua di kejar kejar warga. "Seret aja kemari!" Arya mengejar mereka dan membawanya untuk menjadi tamengnya dan Rifat.

"Siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan ini?" Tanya kepala desa

"Mereka pak! Mereka berdua" Rifat dan Arya kompak menunjuk Dimas dan Pian.

Pak kepala desa tadi mengangguk sambil mengusap kumisnya. "TUNGGU APA LAGI?! HAJARRRRR!" pak kades juga ikut ikutan menjadi kompor.

Rifat dan Arya saling adu tos, lalu mereka perlahan pergi menjauh dari tempat penghakiman Dimas dan Pian.

Mission complete

"Kalian berdua! Bersihin kali, got, kasih makan ternak dan bersihkan seluruh sampah yang ada di desa ini" ucap sang Kades.

Pian dan Dimas mengangguk pasrah




TAKDIR: Don't left me [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang