"You can if you think you can"
-
-
-
-
-
-
"Nay, sini bareng kita aja" Pian bergeser memberikan celah untuk Anaya.
Anaya, Faryn dan Lili melirik sebentar lalu berjalan mendekati mereka. Kantin sedang ramai jadi mereka kesulitan mencari tempat duduk.
"Arsya mana, Pi?" tanya Lili yang sadar kalau Anaya sibuk mencari seseorang.
"Lagi pesen makanan" jawab Pian santai.
Faryn memainkan alisnya. Ya mereka sudah tau kalau Anaya dan Arsya memiliki suatu hubungan yang aneh. Faryn mendapati Arsya datang kerumah Anaya. Saat Arsya menepuk puncak kepala Anaya membuat Faryn tersenyum senang. Ini bahan bully yang bagus untuk Anaya. Tentu saja Faryn memberitahukan itu pada Lili. Alhasil Anaya diledek mereka.
Mereka jarang menceritakan seseorang, lebih senang menceritakan diri sendiri atau film film dan kejadian lucu yang mereka alami. Semuanya dijadikan lucu saat mereka bersama. Anaya menatap Faryn tajam. Takut kalau Faryn bicara yang tidak tidak. Faryn tersenyum geli. Sahabatnya yang satu ini... Mana mungkin Faryn melakukannya.
"Rul, pulang sekolah lo sibuk gak?" tanya Faryn tiba tiba. Dia melirik Lili sekilas dan tersenyum miring.
"Pulang sekolah OSIS ngumpul" Farul membalik lembar bukunya.
"Kenapa Ryn?" bukan Farul yang bertanya melainkan Lili.
"Gue mau minta ajarin tugas kimia"
"Anaya kan ada" Lili menarik senyum jokernya.
"Kan rumah gue lebih deket sama rumah Farul" Faryn menyunggingkan senyumnya.
"Ohhh gituuu" Lili tersenyum.
Anaya menahan senyumnya. Dasar cinta segitiga. Lili menyukai Farul sedari kecil sedangkan Faryn menyukai Farul ketika masuk ke SMA ini. Namun, Lili dan Faryn tidak bertengkar ketika mengetahui mereka menyukai orang yang sama. Mereka ber tos ria dan sepakat untuk mengambil hati Farul dengan cara yang sehat.
"Hufftt... Capek juga" Silfi nyelonong duduk bersama mereka.
"Za!!! Sini... Dah dapet nih baksonya! " teriak Silfi, Riza datang dan ikut bergabung bersama mereka.
Tak lama setelahnya, Arsya datang tanpa membawa apapun. Pian mengerutkan dahi. "Baksonya mana, Sya"
"Tuh" Arsya menunjuk Silfi dengan dagu.
Rifat dan Dimas menghampiri mereka dengan membawa 5 mangkuk bakso. "Nih, sya. Sebagai ganti bakso yang diambil Silfi tadi" Rifat memberikannya ke Arsya dan mengambil dua mangkuk untuknya dan Dimas. Mereka makan bersama sama.
~~~~~~
Waktu pulang sudah tiba. Mereka jalan beriringan menuju keluar sekolah.
"Ck ck ck, Rul. Mana Pjob nya?" Pian menarik leher Farul dan mengapit nya.
"Pjob?" Rizanti terlihat bingung.
"Pajak jadi OSIS baru" Pian semakin mengeratkan cengkramannya.
"sebelum dapat traktiran, Farul udah mati duluan" Rifat menyadari kalau wajah Farul sudah memerah.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR: Don't left me [END]
Fiksi Remaja"Seseorang gak akan bisa faham kalau dia gak merasakan penderitaan yang sama!" "Yaudah.. bagi penderitaan lo ke gue, biar gue bisa faham! " ~~~~~ Dunia menjadi sulit bagi Anaya, takdir menjadi tidak adil kepadanya dan bahagia berubah menjadi a...
![TAKDIR: Don't left me [END]](https://img.wattpad.com/cover/307951969-64-k397969.jpg)