23. kekecewaan Lili

14 18 0
                                        

"Gimana kita bisa ketemu lagi? Dunia kita udah beda"
-


-
-
-
-
-
-
-

Silfi menghembuskan nafas gusar. Kepergian Faryn bukan hanya meninggalkan luka, tapi juga misteri. Suara langkah kaki terdengar mendekati Silfi, dia menoleh ke samping. Kak Gafa.

"Air mineral?" Gafa menyodorkan sebotol air mineral itu pada Silfi.

Silfi tersenyum kecil. "Makasih kak, " ucapnya dan mengambil botol itu.

"Temannya Faryn?" tanya Gafa dan Silfi mengangguk.

"Kalau kakak?"

"Sepupunya"

"Siapa kak?"

Seorang gadis mendekati mereka dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Dia Giya, adiknya Gafa.

"Temannya Faryn" jawab Gafa seadanya dan Giya mengangguk faham.

"Em.. Kak, kakak ada ngerasa gak, kalau kepergiannya Faryn sedikit janggal?" tanya Silfi dengan raut wajah serius.

"Lo juga ngerasa?" Gafa mengubah posisi duduknya jadi menghadap Silfi.

Silfi mengangguk. "Iya,"

"Gue juga lagi nyelidikin ini" ujar Gafa.

"Gue bantu kak!" Silfi menaikkan volume suaranya.

Gafa menggeleng. "Gak usah, gue bisa sendiri" ucap Gafa pasti.

Silfi terdiam. Dia cukup sadar diri. Memang dia siapa? Toh dia cuman temannya Faryn, mungkin Gafa belum mempercayai Silfi. Wajar saja, mereka baru kali ini bertemu.

"Tenang aja kak, semua pasti terungkap" Giya tersenyum dan Silfi membalasnya.

---------------

"Dasar si triplek! Dimana sih dia?!. Nay, capek gue. Beli minum dulu ya, " Lili meninggalkan Anaya.

Anaya menghela nafas gusar. Tiba-tiba seseorang membekap Anaya dari belakang. Entah itu apa? Tapi Anaya tidak mau menghirup aroma saputangan itu dan yang akan terjadi, dia pasti pingsan.

Bugghhh

"CUPU LO! GITU AJA LARII!!" Silfi menepuk tangannya setelah melayangkan pukulan keras di pundak pria tadi.

"Makasih, Sil" Anaya mengatur nafasnya.

"Hati-hati lain kali, Nay"

"ANAYAAAAAA!!! BUSET DAH! HAMPIR AJA TUH ORANG GUE BOGEM!" Lili histeris sambil mengepalkan tangannya.

"Kalian ngapain kesini?" tanya Silfi.

"Disuruh sama si triplek ketemuannya disini" jelas Lili dan memberikan sebotol air pada Anaya.

Tak lama dari itu, Farul datang dan di hadiahkan pukulan dari Lili.

"Kebiasaan lo! Nyuruh jam 3 datang jam 5! "

"Sorry"

TAKDIR: Don't left me [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang