19. belajar lagi

10 18 0
                                        

................

Tidak terasa liburan semester telah berlalu. Sekolah kembali buka dan belajar seperti biasanya. Arsya memasuki kelas, Pian mengernyitkan dahinya.

"Lo.... Kok... " Pian menggantung kalimatnya.

"Hm?" Arsya menaikkan sebelah alisnya.

"Gak pindah ke kelas IPA 1?"

"Gak, gue masih mau belajar bener bener dulu sebelum ketemu sama manusia titisan Einstein di kelas itu" jelas Arsya.

Pian mengangguk lalu menjitak kepala Arsya. Dia tersenyum senang membuat Arsya heran. Setan apa yang merasuki mu?.

"Alhamdulillah, masih ada temen bejat gue!!! Kapan kapan bolos yok, Sya!"

"Gak! Enak aja lo! Gue mau perbaiki nilai!" sanggah Arsya.

"Sekali sekali, Sya!!!" rengek Pian.

Arsya menepuk pelan pundak Pian. "Daripada kita bolos bareng, kenapa gak belajar bareng? Sama sama kita ke kelas IPA 1!!"

"Buset! Mati otak gue masuk sana!"

"Dicoba!"

~~~~~~~~~~~~

Anaya dan Lili makan dalam diam. Biasanya ada saja yang mereka bicarakan, namun sekarang semua berubah. Faryn kepergianmu menyisakan luka yang dalam.

Silvi dan Riza menghampiri mereka. Ikut duduk dan makan di meja yang sama. Karena Lili dan Anaya diam, Riza dan Silfi juga ikutan diam.

Karena merasa keadaan sangat canggung, Riza membuka suara.

"Eh, denger denger... Arsya megang nilai tertinggi di pelajaran matematika lho"

"UKHUKK" cepat cepat Lili meneguk es jeruknya.

"HA!!" Silfi memukul meja.

Anaya masih tetap tenang, padahal dirinya sudah sangat penasaran.

"Iya! Dia di saranin pindah ke kelas IPA 1 lho!"

"Dia juga rangking sepuluh kan?" tanya Silfi memastikan.

Riza mengangguk lagi. Silfi membulatkan matanya. Bagaimana bisa?.

"Tau dari mana lo?" tanya Lili penasaran.

"Dimas" jawab Riza sambil menyendokkan nasi goreng ke mulutnya.

Riza dari kelas IPA 2 dan Dimas dari kelas IPA 3. Jadi wajar saja kalau Dimas tau Arsya mendapatkan rangking sepuluh. Memang bagi mereka rangking sepuluh itu sangat sangat tidak mereka inginkan. Terlebih lagi dengan prestasi yang sudah mereka kembangkan.

Lili rangking 1 di kelasnya. Makanya dia pindah ke kelas IPA 1 dan duduk di sebelah Anaya menggantikan Faryn. Riza mendapatkan Rangking 2 karena Rifat yang memegang pringkat 1 dan Rifat sudah pindah ke kelas IPA 1. Silfi rangking 3 di kelas IPA 1 dan Anaya rangking 2 di kelas IPA 1.

"Jadi, Arsya ngalahin Rifat donk!" Silfi mulai heboh.

Riza mengangguk.

"Eh, kasusnya Arsya banyak lho di buku hitam" Silfi membuka forum ghibah.

---------------

"HOACHIIMMM"

"kenapa Lo, Sya?" tanya Pian yang melihat Arsya tengah mengusap usap hidungnya.

"Gak tau"

-------------

"Oh ya? Yang paling konyol ada gak?" Riza mengganti posisi duduknya.

TAKDIR: Don't left me [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang