20. kotak hitam

11 18 0
                                        

"Pergi bukan berarti meninggalkan"
-

-
-
-
-
-
-

"Hati-hati, tante" Anaya menghapus air matanya.

Karin memeluk dan mencium kening Anaya. "Kamu baik-baik ya di rumah. Tante usahain cepet pulang"

Karin terpaksa pergi untuk mengurus pekerjaannya. Karin adalah seorang disainer, dia memiliki butik bahkan sudah tersebar di seluruh Indonesia. Dia merintis karir itu seorang diri. Kini, dia harus pergi ke Perancis 6 bulan lamanya.

Tentu saja itu sangat lama. Anaya mengantar karin ke bandara, dia hanya bisa memandang Karin yang perlahan lahan hilang ketika eskalator bergerak turun. Ya, rumah akan terasa sepi sekarang.

Anaya membuka pagar lalu menutupnya kembali. Sebuah kotak hitam. Milik siapa? Kenapa ada disini? Anaya mengambil kotak itu namun tidak membukanya. Mungkin kiriman untuk tante Karin. Fikir nya.

"Lili!"

Anaya kaget saat melihat Lili yang sudah tertidur pulas di sofa. Dia menggoyangkan badan Lili. Lili membuka mata dan mengucek nya.

"Dah pulang?"

"Ngapain lo?"

"Numpang tidur!"

"Cuman itu?"

"Huum" jawab Lili dan kembali tidur.

Anaya menggelengkan kepalanya lalu menuju lantai dua untuk menaruh kotak hitam itu di kamar Karin. Apa benar ini punya tante Karin? Dia sangat ingin membukanya. Namun, niat itu dia urungkan karena dia tau kotak itu bukan untuknya.

"Li! Gue keluar bentar ya! Mau beli makanan"

"Hmmmm" Lili mengubah posisi tidurnya.

Anaya menutup pintu dengan perlahan lalu mulai keluar menuju minimarket dekat rumahnya. Dia tidak menggunakan motor ataupun sepeda. Jaraknya cukup dekat, jadi menurutnya lebih baik kalau jalan kaki saja.

"Berapa mbak?"

"50.000 mbak" ucap si penjaga kasir.

Anaya mengangguk lalu mengeluarkan selembar uang biru.

"Mbak, gak usah pakai plastik ya!" ucap Anaya ketika sangat penjaga kasir membungkus belanjaannya.

"Oh, iya" penjaga kasir itu memberikan belanjaan itu padanya.

Anaya mengambilnya lalu menaruh semua belanjaan di tas yang sudah dibawanya. Dia membuka pintu dan mulai melangkah keluar.

'Kotak hitam'

Samar-samar Anaya mendengar bisikan seseorang. Dia ingat ada seseorang yang berpapasan dengannya tadi. Anaya mencari cari keberadaan orang itu. Namun, nihil. Orang itu menghilang tanpa jejak.

Apa kata orang itu tadi? Kotak hitam? Mungkin hanya kebetulan. Anaya tidak mau ambil pusing soal itu. Dengan santai dia kembali pulang ke rumah walau sebenarnya dia sangat penasaran apa isi dari kotak itu.

~~~~~~~~~~~~~~~

Buk Rayu si guru Kimia menjelaskan di depan kelas. Semua siswa memperhatikan kecuali Anaya. Matanya memang mengarah kedepan. Namun, fikiran nya berada di tempat lain. Anaya mengetuk ngetuk meja dengan jarinya. Dia menompang kepala dengan tangan. Fokusnya buyar dan dia jadi melamun sekarang.

TAKDIR: Don't left me [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang