"Kalau suka, nyatain langsung. Keburu di ambil orang"
-
-
-
-
-
-
-
Farul memenangkan lomba tadi, dengan perolehan 3 bungkus wafer, 2 bungkus permen dan 1 kotak brownis. Pian mencolek Farul mengisyaratkan dia ingin makanan itu. Tanpa pikir panjang, Farul memberikannya.
Setelah selesai belajar, mereka mencoba menghafal rumus-rumus dan mengerjakan soal soal di buku. Mereka berpencar dan mencari tempat ternyaman.
5 menit kedepan mereka masih mengeluarkan suara dan sibuk berkutat dengan buku. Namun, 15 menit kemudian suara tadi hilang. Mereka tidur.
Arsya mengusap mata, dia berdiri dan melihat sekeliling. Semuanya tidur., namun ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Anaya tertidur pulas dengan kepala di atas meja. Arsya mendekat, melihat Anaya dan tersenyum.
"Lo kalau suka nyatain aja langsung. Keburu dia di ambil orang!" Arya tersenyum geli dengan segelas air putih di tangannya.
Arsya melihat sekilas kemudian tersadar dengan apa yang dimaksud Arya. Arya memainkan alisnya setelah itu dia pergi menuju lantai dua.
"Liatin gue tidur ya!" Anaya mengusap matanya.
Arsya tertawa kecil lalu mengacak gemas puncak kepala Anaya. Anaya menggembungkan pipinya.
"Kebanyakan main sama Pian jadi ngeselin ya!" Anaya merapikan rambutnya yang berantakan.
"Kebanyakan main sama Faryn jadi galak ya!" timpal Arsya.
Anaya tertawa sembari mencoret lengan Arsya dengan pena. Arsya tersenyum jahil. Dia merebut pena dari tangan Anaya.
"Ngapain, Ar?" tanya Anaya karena Arsya menarik tangannya.
"Tuh, jangan dihapus" ucapnya setelah menuliskan sesuatu disana.
Anaya melihat tangannya. "Pfffttttt" dia menahan gelak tawa.
"Fakta" Celetuk Arsya.
"Eh! Tunggu. Jangan dihapus?! Berarti gue gak mandi dong!" Anaya baru tersadar.
"Ya mandi, tapi jangan diusap tangannya" ucap Arsya seenaknya.
"Bisa gitu?" lagi lagi Anaya menahan tawanya.
"Bercanda," ujar Arsya kemudian.
Anaya kembali melihat tangannya.
~ARSYA GANS!!! ~
~~~~~~~~~~~~~~
"Babwa?" Pian memiringkan kepala.
"Bababwa! " Dimas mengangkat sendok.
"Bwabwaa!" Pian menarik mangkuk.
"Ba! Ba bababwa!!!" Dimas menarik kembali mangkuk tersebut.
Drama apa di depan ini? Rifat dan Riza sudah tertawa ngakak karena melihat aksi kocak dari Dimas dan Pian. Mereka menirukan karakter di sebuah kartun. Sebenarnya, mereka berebut bakso.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR: Don't left me [END]
Teen Fiction"Seseorang gak akan bisa faham kalau dia gak merasakan penderitaan yang sama!" "Yaudah.. bagi penderitaan lo ke gue, biar gue bisa faham! " ~~~~~ Dunia menjadi sulit bagi Anaya, takdir menjadi tidak adil kepadanya dan bahagia berubah menjadi a...
![TAKDIR: Don't left me [END]](https://img.wattpad.com/cover/307951969-64-k397969.jpg)