22. Kak Alsa

16 18 0
                                        

"Kata kak Asla, gak ada yang tau kapan kita bakalan ketemu sama tuhan, kak!" ~hana

-
-
-
-
-

Arsyaandr_

Besok sibuk?

Enggak, Ar

Jalan bareng gue mau?

Kemana?

~~~~~~

"Maaf, nunggu lama ya?" Ucap Anaya setelah selesai mengunci pagar rumahnya.

Arsya memberikan sebuah helm pada Anaya. "Enggak, mau gue pakein?" Tanya Arsya yang membuat Anaya menggeleng cepat.

Arsya mengulum senyumnya saat melihat ekspresi menggemaskan dari Anaya. Anaya lekas menaiki motor Arsya. Ketika Arsya rasa Anaya sudah nyaman, dia melajukan motornya menyusuri jalanan bandung yang masih basah karena hujan tadi siang.

~~~~~

"KAK ARSYAAAA!!!" Seorang anak laki-laki langsung melompat masuk ke dalam pelukan Arsya. "Kak, Ucup udah bisa hafal kali-kali 8" serunya dan langsung turun dari gendongan Arsya.

Arsya tersenyum lalu mengacak pelan rambut Ucup. "Wahh, keren!" Puji Arsya.

"Kak, kak Farul mana kak?" Tanya seorang gadis kecil yang bediri di belakang Ucup. "Kakak ini siapa?" Tanyanya lagi ketika melihat Anaya yang masih diam berdiri disebelah Arsya.

Anaya berjongkok agar tingginya setara dengan gadis kecil itu. "Nama kakak, Anaya. Kak Farul nya lagi sibuk, jadi gak bisa datang" jelas Anaya dan gadis kecil itu langsung murung.

Anaya menggigit bibir bawahnya. "Em.. main samaa kakak mau?" Tawar Anaya dan gadis itu mengangguk senang. "Namaa kamu siapa?"

"Nia" jawabnya.

Arsya membawa Anaya ke Rumah Singgah. Tempat dimana anak-anak penderita kanker berada. Melihat mereka membuat Anaya tidak percaya mereka mempunyai penyakit yang berbahaya. Entah apa yang membuat Tuhan memberikan penyakit itu kepada mereka.

"Masuk, Nay" ajak Arsya

Anaya mengangguk. "Ayo, Nia" Anaya menggenggam tangan Nia.

"Assalamualaiikum bunda" ucap Arsya.

"Waalaikumssalam Arsya? Sendiri? Ini siapa? Pacarmu?"

Pertannyaan terakhir dari Rifa membuat Anaya dan Arsya saling pandang. Nia melepaskan genggaman Anaya dan pergi entah kemana.

"Bukan bunda, temen sekolah Arsya. Tapi kemungkinan otw deh, bun." Celetukan Arsya membuat Anaya menyikut lenganya. Rifa tertawa mendengarnya.

"Siapa namanya, Nak?" Tanya Rifa.

"Anaya, tante"

"Panggil bunda aja"

Anaya mengangguk faham. "Bunda mau keluar sebentar, mau beli sesuatu. Titip anak anak ya!" Pamitnya.

"Aman, bun!" Sahut Arsya.

TAKDIR: Don't left me [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang