32. gabutnya Arya

14 18 0
                                        

........................

Arsya baru saja memasuki kamarnya. Apa tadi yang di ucapkannya kepada Anaya? 'Gue suka sama lo' goblok! 'Lo suka sama gue?' Apaan mulut lo Arsya! 'Kalau lo diam, berarti iya!' Udah Arsya! Lo masuk got aja sana!

Arsya perang batin. Dia menatap cermin lalu dia tersenyum. Perlahan tangannya naik mengusap dahinya.'Ingat Nay, jangan difikirin. Tunggu tamat kuliah aja ya, baru mikirin itu. Karena gue bakalan jamin itu gak akan berubah. Kecuali lo yang nyuruh gue pergi atau saat lo udah dimiliki orang lain,'

"Gini rasanya cinta?"

Arsya melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Setelah mandi dia langsung membaringkan tubuhnya di kasur.

'Gue... juga suka sama lo' Arsya menarik bibirnya membentuk sebuah senyuman. Perlahan mata Arsya tertutup dan dia masuk ke dalam mimpinya yang indah.

Arsya bangun dari tidurnya, bukan karena sinar matahari yang masuk melalui celah jendela. Juga bukan karena alarmnya berbunyi. Tapi karena pukulan dari Arya yang membuatnya terpaksa membuka mata.

"Bangun gak lo! Bangun gak!" Arya masih setia memukuli Arsya dengan guling.

"Ngantuk gue!" protes Arsya dan menarik selimut hingga menutupi wajahnya.

"Gak bangun gue jeburin PS lo ke kolam!" ancam Arya.

Seketika Arsya bangun, dia mengacak rambutnya. Oh ayolah, ini masih jam 3 pagi! Setan apa yang merasukimu? Wahai dokter gila! Arsya baru tidur 15 menit yang lalu lho.

"Curang lo! Ancamannya PS"

"Lo kalau gak di gituin gak mau bangun" ucap Arya.

"Mau ngapain jam 3 pagi?" Tanya Arsya

"Joging ayok!" Arya tersenyum lebar.

Arsya mendelikkan matanya. "Lo mau joging jam 3 pagi?! Sakit lo? Kagak mau gue kak, ngantuk!" tolak Arsya lalu kembali tidur.

"Yaudah, kalau gitu berenang" seru Arya.

"Makin sakit lo," ucap Arsya dan menutup wajahnya dengan selimut. "Biasanya orang berubah jadi gila karena suka sama cewe. Cewe mana yang bisa suka sama lo? Oh gue ralat. Cewe mana yang lo suka? Siapa namanya?" Tanya Arsya lengkap

Arya terkejut dibuat Arsya. "Tau dari mana lo? Penguntit!"

"Lo kemarin nyembunyiin PS gue. Trus pas gue cari ternyata lo simpan di kamar lo. Lo kan pegang gelas sama HP tuh. Mana senyam senyum lagi. Pasti karena cewe. Yang papa lewat terus cuekin gue dan malah ngerespon elu" ucap Arsya panjang lebar.

Arsya tampak murung setelah mengucapkannya. Dengan cepat Arya mengubah topik pembicaraan. "ohhh... yang lo nangis keluar ingus kan! Yang buat gue harus mandi tujuh kembang! Yang buat celana gue harus di loundry tujuh kali!" Celetuk Arya membuat Arsya memukul dirinya menggunakan guling.

Arya tertawa lalu berbaring di sebelah Arsya. "Bisa gak, gigi yang ada di lemari piala lo dibuang?" kata Arya dan melirik Arsya.

"Gak mau, kenang-kenangan itu" ucap Arsya.

"Aneh lo, foto baru kenang-kenangan. Ini malah gigi, " hardik Arya.

TAKDIR: Don't left me [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang