DUA PULUH SATU

3.8K 140 3
                                        

Annyeong Chingu semuanya!!!

Gimana part kemarin? Ada yang kesel? Coba komen ya🤗😆🤣

Parkir nya dulu buat hari ini. Next, mau bikin alur yang kek mana?

Happy Reading 💕

––––––––––

"Hah?! Serius Lo, met? Lo ditembak sama Kak Bima?!"

Amanda memutarkan bola matanya jengkel, karena Bella yang sangat terkejut itu.

"Met, met. Lo pikir gue jamet?" Tanya Amanda.

Kepala Bella menggeleng, dengan tangan yang memegang lengan sahabat nya itu. "Serius, anjir. Boong, gue minta sejuta."

"Ck! Mata duitan ye, Lo."

Bella mengeluarkan cengiran manis khas nya. "Tapi, beneran? Kapan? Kok tiba-tiba, Kak Bima nembak Lo?"

Amanda mengendikkan bahu nya acuh. "Kemaren. Cuma ya gitu, nggak terlalu gue tanggepin."

"Lah, kok? Bukannya Lo Deket banget sama dia? Gue malah emang berharap begitu."

Mata Amanda menoleh pada gadis itu. "Nggak tau. Gue ngerasa kaya, kenapa harus Nerima dia? Apa alasan khususnya? Gue suka 'kan, juga nggak."

Bella yang semula excited, berubah menjadi diam. Ia memikirkan apa yang dikatakan Amanda.

"Iya juga, sih. Buat apa Nerima tembakan orang, kalo kita sendiri nggak suka." Ujarnya, lalu melirik. "Tapi Lo yakin, kalo Lo nggak suka sama dia?"

Amanda menganggukkan kepalanya. "Buat apa suka sama temen sendiri? Lo tau 'kan, gue bukan tipikal orang yang kena prenjon? Jadi, ya gitu."

"Daripada pertemanan rusak gara-gara ada perasaan, jadi mending nggak usah."

Kepala Bella mengangguk kecil. "Bener, sih. Banyak banget orang temenan, akhirnya kena prenjon gitu. Gue juga pernah ngalamin, sih."

"Nggak enak, 'kan?"

"Iya."

Amanda menegakkan punggung nya lalu ia senderkan kembali ke kursinya. "Makanya, gue nolak dia. Nggak bisa dibilang nolak juga sih. Intinya, gue nggak jawab ajakan dia aja."

"Ah! Gue kepikiran soal Lo yang pernah suka sama orang. Siapa?" Tanya Bella yang masih penasaran.

Amanda tampak berpikir. "Waktu, 5 bulan kemaren?"

"Iya. Siapa? Kepo nich."

"Ehm, Pak Dewa?"

Plak!

Amanda terkekeh diikuti ringisan kecil karena mendapat pukulan ringan di bahu nya dari Bella.

"Yang bener aja, jamet. Gue gibeng Lo, lama-lama." Ujar Bella menatap penuh selidik.

Amanda tertawa melihat reaksi Bella. Ia mencubit pipi kenyal gadis itu, yang membuat Bella tampak menggemaskan.

"Utu-utu. Kiyowo banget sih, rakyat jelata gue satu ini." Ucap Amanda.

"Ish! Jawab dongs. Kepo gue mendarah daging nih."

Amanda mengendikkan lagi bahu nya. "Udah lama juga. Gue juga udah nggak suka, jadi buat apa?"

"Iya, juga sih. Tapi, gue penasaran."

"Sini gue kecup dulu."

"Najong!"

HELLO, MY TUTOR! [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang