LIMA BELAS

4.2K 160 3
                                        

Hai hai hallo guys!!!!

Kasih 🌟 nya dong. Biar nanti gue makin ❤️ sama klean semua.

Coment nya juga dong sayang, Haha.

Happy Reading 💕

––––––––––

"Bel, Lo gapapa?"

Bella mengerjabkan matanya beberapa kali lalu menoleh pada Amanda yang menatapnya dengan tatapan heran.

"Lo ngomong sesuatu?" Tanya Bella.

Amanda menganggukkan kepalanya. "Jadi, daritadi Lo nggak dengerin gue?"

Bella tersenyum lalu mengangguk singkat. "Sorry. Lo ngajak gibah soal apa?"

Decakan keluar dari bibir Amanda, lalu ia menyeruput sebentar jus alpukat nya. "Kayanya ada yang Lo pikirin. Apaan tuh?"

Bella menghela nafas nya sebentar. "Sebenarnya, hari ini ulang tahun nya Pak Dewa."

"Uhuk uhuk."

Bola mata Bella memutar melihat reaksi Amanda yang terkejut itu. "Tuman deh."

Amanda meminum lagi jus nya, lalu menatap Bella serius. "Asli Lo? Nggak lagi Ngadi-ngadi, 'kan?"

"Ngapain gue bohongin, Lo? Dikira April mop kali." Ujar Bella.

Amanda berdecak. "Dan gue yakin, Lo bingung daritadi soal itu."

Bella menoleh dengan raut wajah sedihnya, lalu mengangguk kecil. "Iya..."

"Hah~emang susah sih, ngasih sesuatu ke doi pas doi ulang tahun." Ujar Amanda.

"Trus gimana, dong? Yang gue tau selama ini, Pak Dewa tuh jarang banget pake aksesoris kaya jam tangan gitu. Kalo kasih dompet, gue rasa nggak banget deh. Kasih apa ya?" Tanya Bella.

"Lo juga nggak bisa bikin kue, 'ya?"

"Lo bermaksud kasih solusi, apa ngeledek gue, sih?"

Amanda tertawa melihat raut wajah marah dari Bella, kemudian ia mencubit kecil pipi sahabat nya itu.

"Gue 'kan ngomong sesuai fakta aja, Bel." Kekeh Amanda. "Trus, Lo inget hari ini ulang tahunnya Pak Dewa tuh, kapan?"

Bella tampak berpikir. "Tadi, pas keluar dari mobil bareng Pak Dewa."

"Dia nggak nyinggung soal apa-apa, 'kan?"

Bella menggeleng, lalu mengacak rambutnya frustasi. "Ah~selama ini gue tuh kalo kasih dia hadiah, dipake nya kayanya di rumah dia aja, deh."

Amanda mengerutkan keningnya heran. "Selama ini?"

Bella melirik lalu mengangguk. "Gue lupa bilang. Gue 'kan kenal Pak Dewa dari gue SD."

Mata Amanda langsung membola mendengar ucapan Bella. "Selama itu?!"

Kepala Bella terangguk. "Iya. Tapi, ya gitu. Tiap gue kasih hadiah, kayanya cuma dia simpen aja."

"Kan sekarang beda status, dodol. Kalo Lo ngasih sesuatu, pasti dikenang lah sama dia."

Bella menidurkan kepala nya di meja, seraya tangan nya mengaduk-aduk jus jambu nya.

Amanda yang melihat tingkah Bella menjadi terkekeh. Ia belum pernah melihat Bella dipusingkan dengan hadiah untuk lawan jenis.

"Gue ada ide." Ucap Amanda membuat Bella mengangkat kepalanya.

HELLO, MY TUTOR! [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang