SEBELAS

4.8K 154 1
                                        

HELLO EVERYBODY? ARE YOU CAN'T WAIT THIS COUPLE?

Plis guys, bintang nya jangan dilupakan 🌟. Nggak susah kok, nyalain data kuota bentar, trus vote, abis itu matiin lagi deh. Bisa langsung baca, hihi.

Happy Reading guys

–––––

Bella termenung dengan tangan yang dilipat di depan dadanya. Matanya menatap penuh dengan kebingungan ke arah lemari yang terdiri dari baju nya, dan juga baju Dewa.

Untuk saat ini.

"Kalo baju gue, emang harus dibawa semuanya, karena 'kan emang sedikit. Tapi baju nya Pak Dewa, gimana?"

Mata Bella tampak jengah disela otak nya yang terus berpikir. Di dalam lemari itu, dominan dengan baju Dewa. Mulai dari yang santai, sampai yang formal.

Permasalahannya adalah, Bella tak tau harus membawa baju dengan jenis seperti apa untuk Dewa. Ia pun tak tau, baju mana yang waktu itu Dewa bawa dari Jakarta.

"Apa gue panggil dia aja, ya?" Gumam Bella.

"Ish! Tapi gue masih nggak enak gara-gara kemaren! Lagian tuh orang, main peluk-peluk aja!"

Kini ia ragu. Ingin memanggil Dewa yang sepertinya tengah mengajak main Cicil, atau ia dengan inisiatif sendiri menyiapkan baju yang menurutnya harus dibawa.

"Apa gue minta tolong ke Mama? Atau Bunda?" Tanyanya sendiri. "Atau Kak Sera?"

Bella mengetuk dagunya kecil, dan matanya terus-terusan berkeliling melihat jajaran baju Dewa.

"Kamu butuh bantuan?"

Bella terperanjat kaget, lalu menengok dan melihat Dewa yang datang mendekatinya.

"Padahal tadi gue nggak nyebut nama dia, deh."

"Butuh bantuan?" Tanya lagi Dewa melihat keterdiaman Bella.

Mata Bella mengerjab beberapa kali. "Ah, i-itu..i-iya, Pak."

Dewa melirik Bella sebentar, sebelum ia berdiri di samping Bella yang malah menggeser terlalu jauh tubuh nya.

Dan tentu saja, hal itu menarik sudut bibir Dewa membentuk senyuman kecil. Tangan nya, dengan cepat mengambil beberapa baju yang sekiranya memang harus dibawa kembali ke Jakarta.

Bella melirik pada Dewa. Ia bertanya-tanya, apa ia harus menetap disana, atau pergi begitu saja.

"Udah makan?"

"Hah?"

Dewa menengok pada Bella yang secara tiba-tiba salting dengan tatapan Dewa.

"Kamu udah makan?"

"Ah, belum sih, Pak. Kan tadi lagi beresin baju." Jawab Bella jujur.

Dewa mengangguk. Setelah ia memasukkan baju ke dalam koper dekat lemari, dan menutup pintu lemari itu, ia kembali menatap Bella.

"Kita makan sekarang. Jangan biarin perut kamu kosong." Ujar Dewa.

Bella mengangguk patuh, ditengah rasa canggung nya.

Hal yang mengejutkan nya ialah, entah sadar atau tidak, tangan Dewa sudah menggandeng tangan kecil Bella.

Tentu saja, hal itu sukses membuat Bella melotot dan segera menghentikan langkahnya.

"Kenapa?" Tanya Dewa santai.

Bella mengangkat kepalanya melihat mata Dewa. "Bapak sakit gak sih?"

Dewa menaikkan sebelah alisnya, yang membuat Bella berdecak dalam hati.

HELLO, MY TUTOR! [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang