TUJUH BELAS

4K 149 0
                                        

Hallo semuanya!!! welcome back to my story!!

Hayoo, siapa yang kangen sama cerita ini? Atau kangen sama gue nya?🤣

Sehat-sehat terus yakk. Bentar lagi mau puasa nich.

Vote sama coment nya jangan lupa ya, sayang. Kalo lupa, gue kecup virtual nih😘🤣

Happy Reading 💕

----------

Rintih kicauan burung dari balik jendela kamar, berhasil membangunkan tidur cantiknya Bella.

Matanya itu, mengerjab beberapa kali hingga terbuka dan menampilkan bola matanya yang berwarna coklat hangat itu.

Tangan nya bergerak untuk menyapu lehernya, saat merasakan beberapa anak rambutnya yang mulai panjang itu, terasa menggelitik.

"Hhm.."

Bella terdiam sejenak. Matanya tertutup lagi, lalu terbuka lagi. Hal itu ia lakukan kurang lebih 5 kali, untuk menormalkan penglihatan dan juga mengumpulkan nyawanya.

Matanya berkeliling melihat ruangan bewarna nuansa krem, yang membuatnya teringat bahwa ia berada di kamar nya.

"Hhmm.."

Dengan kesadaran yang masih setengah nya, Bella menoleh ke arah kanan, dan melihat rambut hitam legam Dewa dekat lehernya.

Seketika, Bella membulatkan matanya menyadari posisi ia dan Dewa tidur saat ini.

"P-PAK DEWA!!"

Bella bersyukur ia memiliki refleks cepat untuk menengok ke sisi lain, dan menutup tangannya agar tak berteriak di pagi hari seperti ini.

"I-Ini maksud nya, a-apa?! K-Kenapa Pak Dewa tidur di kasur gue?!"

Bella ingin mengabaikan saja perihal Dewa yang tertidur di ranjang yang sama dengannya, karena ia sudah mulai terbiasa dengan hal itu.

Puncak masalah nya adalah, MENGAPA WAJAH DEWA ADA DI CERUK LEHERNYA?!

Bella kehilangan kata-kata saat itu juga. Pagi yang cerah ini, langsung menyerangnya hingga berhasil membuatnya mati rasa, badan yang kaku, wajah yang panas, dan juga jantung yang berdegup kencang.

"P-Pak Dewa kenapa k-kaya gini??"

Bukan itu saja. Masalah lainnya adalah ia yang hanya menggunakan tank top dan juga hotpants yang sudah menjadi kebiasaannya jika tidur.

"Hhm.."
Gerakan tangan Dewa yang melingkar di pinggang ramping Bella mulai mengerat.

Bella tak bisa melakukan apapun selain diam kaku, dan membiarkan Dewa bergerak. Jangan lupakan nafas hangat Dewa yang berada di leher Bella yang berhasil membuat bulu kuduk nya berdiri.

Ragu-ragu, Bella menoleh ke arah Dewa. Ia memang tak bisa dengan jelas melihat wajah Dewa yang tertidur. Namun, ia bisa melihat bagaimana lengan kekar itu berada di atas perutnya, dengan tank top yang sedikit naik hingga memperlihatkan kulitnya yang putih mulus.

HELLO, MY TUTOR! [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang