Selamat Membaca!
Komen sama bintangnya kuy biar makin semangat 😉
Putar lagunya juga biar makin uwu✨
Enjoyy!
SLTH; 29
Laika terlihat emosi begitipun Jovanka dan Zanitta meskipun keduanya masih dapat mengontrol diri setelah mendengar cerita Aristha atau lebih tepatnya Zanitta yang lebih dulu memancing Aristha agar bercerita dengan menunjukkan sebuah foto kebersamaan Adipati dan Kaluela.
"Putusin dia sekarang!" Laika berujar.
"Gue belum bisa. Gue yakin Adipati nggak kayak gitu," balas Aristha.
"Buka mata Aristha! Jelas-jelas realita lagi nampar lo buat lihat kebejatan dia," ujar Laika menatap serius Aristha yang menyilakan rambut panjangnya ke belakang.
"Sorry, Tha. Kali ini gue setuju sama Laika. Lo tahan dia sama aja lo siap buat nahan sakitnya makin lama," tambah Zanitta.
Aristha menghela napasnya kasar dengan memeluk kedua kakinya yang ditekuk. Ia bingung harus bagaimana terlebih Aristha sendiri belum mendengar alasan Adipati melakukan hal ini.
"Tha..." Jovanka memanggil membuat Aristha menoleh pada sahabatnya itu. "Perasaan lo gimana sekarang?" tanya Jovanka pelan yang menyadarkan Zanitta serta Laika bahwa kini perasaan sahabatnya yang terpenting.
"Gue masih sayang sama dia. Sayang banget. Mungkin sama cowok lain gue pasti bakal putusin mereka, tapi sama Adipati gue merasa ada hal dibalik semua ini yang nggak bisa Adipati omongin ke gue. Dan, gue bakal nunggu dia sampai gue capek sendiri," ujar Aristha akhirnya mengungkapkan apa yang ada diisi hatinya saat ini.
Benar bukan yang dikatakan Aristha. Mau sekeras apa pun kita meninggalkan seseorang yang sangat kita cintai, namun jika rasa itu belum selesai, rasa untuk kembali tentunya sangat besar.
Selesaikan hingga rasa itu perlahan akan pudar dengan sendirinya karena tidak ada yang tahu perasaan kita selain diri kita sendiri dan semua orang bertanggung jawab atas perasaan masing-masing.
"Maaf, Tha. Gue emosi tadi jadi nggak mikirin perasaan lo sekarang," ujar Laika merasa merasa bersalah begitupun Zanitta.
"Gue juga. Padahal sekarang yang lo butuhin dukungan kita," tambah Zanitta yang diangguki setuju Laika.
Aristha mengulas senyum lembutnya. "Nggak papa. Gue ngerti. Makasih, ya, kalian udah mau dengerin gue," ujar Aristha.
"Lo nggak perlu makasih segala. Kita sahabat dan lo butuh kita pasti ada," balas Jovanka dengan senyumnya sebelum merentangkan tangannya untuk memeluk Aristha yang disusul oleh Zanitta dan Laika setelahnya.
Namun, tanpa diketahui ke empat gadis tersebut seseorang mendengarnya dengan kepalan tangan yang mengerat di dekat pintu kamar Aristha. Langkah panjangnya membawanya menuruni anak tangga untuk mengambil kunci motor dan jaket hitamnya.
Mata elang seorang Balthazar Btara itu membuat siapa pun yang tidak sengaja beradu pandang dengannya pasti nyalinya akan dibuat ciut seketika. Namun, kala ia akan menghampiri motor hitam kesayangannya Aziz atau Ayahnya menahan pergerakan Btara.
"Jangan, Btara. Kamu harus dipihak Adipati," ujar Ayah membuat Btara tak habis pikir dengan Ayahnya tersebut.
"Dia nyakitin kakak dan dia nggak tahu diri sama keluarga kita, Yah. Buat apa aku ada di pihak penghianat kayak dia?" balas Btara yang berusaha sebisa mungkin menahan emosinya yang sebenarnya sudah meluap.
KAMU SEDANG MEMBACA
SULTHAN
Fiksi Remaja"Tergantung. Lo nurut lo aman," ujar Adipati dengan senyum penuh kemenangan. "Asli benci banget gue sama lo, Adipati!" teriak Aristha kesal. Sultan Adipati Shazad namanya. Cowok alim yang kini mendapat julukan Raja Pascal atau Raja Tarung yang sanga...
