SLTH; 37

1.5K 260 23
                                        

HALOOO!!

Gimana kabarnya?
Maaf updatenya lama tapi terima kasih yaa udah nunggu ☺️🙏

Kuy lah! Langsung aja sebelum baca
komen sama bintangnya yaa biar makin seruu 😉

Putar lagunya juga biar makin uwu

Selamat Membaca!
Enjoyy!



SLTH; 37

Jam kedua Laika sudah membolos pelajaran. Di kelasnya sedang ada pelajaran prakarya dan itu adalah mata pelajaran paling membosankan dan juga pelajaran yang tidak disukai Laika meskipun gadis itu termasuk peraih nilai tinggi di setiap penilaian.

Dengan es teh dan krupuk pedas menemani pagi gadis itu yang tampak asik melihat beberapa gaya pakaian atau rambut yang tengah trand kali ini di salah satu aplikasi bernama Pinterest.

Kedua kakaknya sama-sama menggendrungi dunia fashion dengan masing-masing memiliki butik dan salon kecantikan yang terkenal di khalangan masyarakat.

Meskipun begitu hanya Laika saja yang tertarik untuk masuk dalam dunia hukum seperti Ayahnya mengingat gadis itu juga lahir dalam lingkup keluarga hukum dengan Kakeknya yang dulu adalah mantan Jaksa kondang pada masanya.

Fokus Laika teralih ketika mendengar grasak-grusuk yang tidak jauh dari tempatnya duduk.

Matanya pun akhirnya menemukan sumber keberisikan tersebut yang berasal dari dua cowok yang gadis itu yakini adalah adik kelasnya terlihat dari potongan dan gaya berpakaian yang seragamnya masih lengkap dengan atribut sekolah.

"Cabut aja sini nggak usah takut," kata Laika dengan memainkan ponselnya.

"Nggak papa, Kak?" tanya salah satunya yang di nametag seragamnya bertuliskan Kevin.

Laika mengangguk. "Dari pada di situ yang ada lo berdua ketahuan sama guru," jawab Laika yang sepertinya suasana hati gadis itu sedang baik karena jarang-jarang ia mau berinteraksi dengan orang yang tidak dikenalnya bahkan ke teman cowok sekelasnya saja Laika baru akan menyahut bila mereka yang memulai duluan.

"Oke. Makasih, Kak," kompak keduanya sebelum duduk di dekat Laika dengan berhati-hati dan terlihat sungkan membuat Laika pun berdecak pelan membuat keduanya sempat berjenggit kaget.

"Santai aja kali. Kalau gue lagi di mode kayak gini nggak perlu takut. Banyak juga anak-anak yang cabut jam pelajaran jadi anggap aja gue nggak ada," ujar Laika yang diangguki dua adik kelasnya itu.

"Emangnya ada mode apa aja, Kak?" tanya Kevin.

"Kepo," jawab Laika.

"Mode macan terbang," sahut seseorang membuat tidak hanya dua murid cowok kelas 10 itu saja yang menoleh tapi Laika pun juga ikut menoleh untuk melihat sumber suara tersebut.

Zargam datang dan tanpa dosa langsung meminum es teh milik Laika yang hanya memasang wajah datar dan masamnya. Terlihat wajah cowok itu terdapat plester luka yang menempel di salah satu pipinya membuat pertanyaan baru di kepala Laika.

"Kenapa bonyok gitu?" tanya Laika dengan kekalemannya seperti biasa.

Zargam mengerutkan keningnya sebelum mengingat luka yang ada di tulang pipinya. "Oh. Biasa main-main dikit. Udah lama nggak pemanasan," kata Zargam dengan kekehannya.

"Sama siapa kali ini?"

"Anak Averus."

Laika hanya beroh-ria dengan mengingat tentang anak-anak Averus atau sekolah yang cukup popular karena beberapa kali sempat dijadikan tempat shooting beberapa film Indonesia dan juga anak-anaknya yang terkenal multitalent sama seperti anak Cakrawiyasa.

SULTHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang