SLTH; 10

2.6K 424 87
                                        

HALO HAII!!

Maaf yaa aku updatenya nggak sering kayak kemarin soalnya aku udah mulai sekolah jadi lagi menata waktu biar bisa seru-seruan juga sama kalian okayy :)

Udah siap uwu-uwuan bareng Mas Adipati dan Aristha? ☺️

Komen gemoy sama votenya jangan lupa biar makin seruu 😉

Putar lagunya juga biar makin uwu

Selamat Membaca!
Enjoyy!

SLTH; 10

Aristha terbangun tengah malam. Gadis dengan piyama hitam itu berjalan pelan menuruni tangga menuju kulkas yang ada di dapur.

Hari ini ulang tahun Ibu dan ia sudah menyiapkan kue ulang tahun yang ia sembunyikan di kulkas atas dan ia tutupi dengan buah-buahan agar Ibu tidak curiga.

Setelah mengeluarkan kue tersebut Aristha pun menyusun lilin dan mulai menyalakannya.

Setelah dirasa sempurna Aristha pun berjalan menuju kamar kedua orang tuanya yang ternyata sudah ada seseorang lagi yang juga membawa mini cake di depan kamar Ibu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah dirasa sempurna Aristha pun berjalan menuju kamar kedua orang tuanya yang ternyata sudah ada seseorang lagi yang juga membawa mini cake di depan kamar Ibu.

"Hehh... Mas-mas," bisik Aristha pelan memanggil Adipati yang tidak mendengar.

Gadis cantik itu cekikikan dan mendekati Adipati sebelum menepuk bahu cowok itu yang terkejut. Aristha berusaha menahan tawanya melihat wajah terkejut Adipati yang kini berubah datar.

"Gue dulu, ya, yang masuk," kata Aristha.

"Gak. Gue duluan ke sini," sahut Adipati.

"Gue dulu pokoknya!" Aristha berujar tak mau kalah.

"Gue," sahut Adipati yang sudah akan membuka knop pintu tapi ditahan oleh Aristha.

"Ih, gue dulu!" Aristha kesal.

Yang kemudian keduanya terus saling berebut untuk masuk ke kamar Ibu yang tanpa keduanya sadari pintu sudah terbuka dan memperlihatkan Ibu yang menepuk jidatnya pelan.

"Keburu meleleh itu lilinnya," kata Ibu membuat Adipati dan Aristha berhenti bertengkar dan kompak menoleh pada Ibu dengan wajah seperti baru terpergok guru.

Keduanya pun kompak memposisikan diri menghadap Ibu dan bersamaan mengucapkan. "Selamat Ulang Tahun, Ibu!"

Ibu tertawa sebelum mencium kening Aristha dan kepala Adipati bergantian. "Terima kasih anak-anak, Ibu."

"Make a wish dulu, Bu," ujar Aristha yang diangguki Ibu.

Setelah berdoa di umurnya yang ke empat puluh tujuh Ibu pun meniup lilin-lilin yang ada di depannya. Aristha pun memeluk wanita yang sudah melahirkannya itu dan memberikan doa-doa yang diaminkan oleh Ayu begitupun juga yang dilakukan Adipati meskipun Ayu bukan Ibu kandungnya tapi wanita itu juga sangat berjasa dalam hidup Adipati sejak kecil.

SULTHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang