SLTH; 50

2K 252 71
                                        

Sekali lagi aku mau ucapin terima kasih untuk kalian semua yang udah baca cerita ini dari awal sampai akhirnya tinggal satu bagian lagi sebelum benar-benar selesai ☺️🙏

Semoga kalian suka sama bagian ini dan seperti biasa komen sama bintangnya biar makin rame 😉

Putar lagunya juga biar makin uwu

Selamat membaca!
Enjoy!


SLTH; 50

Warung sederhana dengan menu andalan es doger dan gorengan beraneka macam itu terlihat lebih ramai kali ini dengan didominasi murid-murid SMA.

Adipati berjalan dengan membawa es doger pesanannya dan Aristha. Sebenarnya Aristha sudah mengatakan kepada Adipati bahwa lebih baik mereka mengambil pesanan bersama tapi cowok itu melarang dan menyuruh Aristha untuk duduk saja menunggu. Tidak hanya itu Adipati juga membawakan tas Aristha yang gadis itu titipkan pada bagasi motor cowok itu padahal Aristha tidak meminta dibawakan karena gadis itu bisa membawanya sendiri.

"Makasih, Mas Pati," kata Aristha yang diangguki Adipati.

"Iya, sama-sama," balas Adipati sembari mengusap puncak kepala Aristha sebelum duduk di samping gadisnya.

Adipati mengeluarkan vape miliknya tapi cowok itu tidak langsung menghisapnya seperti biasa, melainkan ia berdiri lebih dekat dan melihat arah sekitarnya membuat Aristha menoleh pada cowoknya itu.

"Kenapa?" tanya Aristha dengan menyeruput es dogernya.

"Arah anginnya kemana, ya?" kata Adipati dengan mengangkat tangannya sedikit untuk merasakan angin di sekitar.

"Nggak tahu. Kan, deket jalan jadi susah bedain arahnya," jawab Aristha. "Kenapa, sih, emangnya?" tanya Aristha lagi.

"Aku mau ngevape tapi biar asapnya nggak kena kamu," jawab Adipati akhirnya. "Bentar aku coba sedikit," lanjut Adipati dengan menyesap sedikit vape miliknya yang berwarna hitam.

Dan, rupanya asapnya mengarah pada Aristha dan dengan cepat Adipati mengibaskan asap tersebut yang masih ada di depan wajah Aristha sebelum berpindah ke sisi kiri gadisnya.

"Maaf, ya, kena asapnya," ujar Adipati yang diangguki Aristha.

"Nggak papa," balas Aristha setenang mungkin.

Hingga terjadi keheningan untuk beberapa saat meskipun tangan Adipati tidak bisa diam dengan terus mengusap dan sesekali memainkan rambut panjang Aristha yang sangat halus.

Aristha pun akhirnya berdecak kesal. "Mas! Udahan mainin rambut aku," ujar Aristha membuat Adipati justru terkekeh mendengarnya.

Kemudian, gadis cantik itu mengambil kucir rambutnya dan berencana untuk menggelung rambut panjangny tapi tiba-tiba Adipati menarik kucir rambut Aristha dan dengan cepat cowok itu masukkan ke dalam saku celananya. Sehingga rambut gadis itu kembali terurai membuat sang empunya menoleh kepada Adipati yang menaikkan kedua alisnya tanpa dosa.

Sebelum Aristha mengeluarkan omelannya Adipati lebih dulu mendekatkan diri pada telinga gadis itu membuat Aristha sempat menahan napasnya beberapa detik.

"Aku nggak mau ada yang lihat leher kamu selain aku," kata Adipati atau lebih tepatnya seperti sebuah perintah yang membuat jantung Aristha berdebar tidak karuan.

Adipati pun kembali menjauhkan wajahnya sembari menatap gadisnya dengan senyum misterius cowok itu yang sialnya membuatnya semakin terlihat tampan. Setelahnya Adipati berdiri dari duduknya dan mengusap pelan kepala Aristha.

SULTHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang