SLTH; 38

1.5K 267 5
                                        

HALOOO!

Selamat malam semua 🌝

Selamat Membaca!!
Komen gemoy sama bintangnya yaa biar makin seru 😉

Putar lagunya juga biar makin uwu

Enjoy!

SLTH; 38

Di sebuah aula sekolah SMA Averus Inti Pixy yang tak lain dan tak bukan Aristha, Jovanka, Zanitta, dan Laika berada. Mereka tengah melakukan gladih resik untuk acara "High School Fashion Week" yang akan diikuti ke empatnya untuk mewakili sekolah mereka.

Ke empatnya duduk di barisan paling belakang dengan Aristha dan Jovanka tengah memainkan ponsel mereka, Zanitta yang hanya diam dengan wajah mengantuk, dan Laika yang tengah membaca susunan acara serta selebaran kertas yang diberikan panitia.

Hingga tanpa mereka sadari sejak ke empatnya datang semua mata langsung tertuju pada mereka. Bahkan beberapa cowok ada yang mencari perhatian dengan most wanted girl SMA Cakrawiyasa tersebut yang tentunya diabaikan oleh ke empatnya.

Namun, ada tiga cowok yang cukup membuat Aristha dan teman-temannya menyadari keberadaan mereka karena tingkah ke tiga cowok itu yang sepertinya murid SMA Averus yang paling berisik dan cukup mengganggu sedari tadi. Untungnya ke empat gadis cantik itu sengaja menggunakan masker meskipun tanpa janjian.

Zanitta dengan wajah mengantuknya yang setengahnya tertutup masker menatap satu persatu tiga cowok itu yang sepertinya tengah membuat konten video. Zanitta yang juga memiliki sorot mata datar tapi juga terkadang terlihat tajam seperti milik Aristha pun tak lepas memperhatikan mereka hingga akhirnya tiga cowok itu pun menyingkir entah kemana.

"Baru juga mau gue tanggepin," ujar Zanitta dibalik maskernya yang masih dapat didengar oleh Aristha, Jovanka, dan Laika yang kompak tersenyum dan menahan tawa.

"Mata lo tajem banget, Zan, kayak pisau," balas Jovanka yang melihat sorot mata Zanitta tadi.

"Nggak sadar gue. Lagian aneh banget tingkahnya giliran dilirik kabur," ujar Zanitta yang diangguki Laika meskipun masih membaca selembaran kertas putih ditangannya.

"Cari perhatian ke siapa coba?" timpal Laika.

"Ke Aristha, nih, dia, kan, pernah dirumorin deket sama anak Averus," kekeh Jovanka.

Aristha menggelengkan kepalanya. "Nggak dulu. Guenya nggak ada waktu buat di caperin," sahut Aristha.

"Anjay!" kompak Jovanka, Zanitta, dan Laika yang tentunya hal itu hanya candaan semata.

"Cowok gue udah di depan. Balik, yuk!" kata Zanitta setelah memeriksa ponselnya yang mendapat notif pesan dari Abidzar.

"Sabtu besok anak Pascal mau ke Bandung lo semua diikut, kan?" tanya Jovanka yang diangguki Zanitta dan Laika.

"Tha, lo ikut, kan?" tanya Laika.

Aristha terdiam membuat Jovanka, Laika, dan Zanitta pun jadi ikut diam yang tanpa sadar ke empatnya kini berhenti berjalan di depan pintu keluar aula SMA Averus. Mata Aristha menangkap seseorang dengan vespa matik abu-abunya yang baru sampai di seberang jalan sana bersama kalung yang menjadi ciri khasnya.

Setelahnya Aristha pun menganggukkan kepalanya dengan mata yang masih tertuju pada cowok yang duduk di atas motor vespa matik abu-abu dan tengah mengotak-atik ponselnya.

"Iya, gue ikut," jawab Aristha akhirnya bersama panggilan telpon yang berasal dari Adipati yang ada di seberang sana.

****

SULTHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang