SLTH; 24

1.7K 300 9
                                        

SLTH; 24

Bruk!

Fyuh!

Aristha mengusap sedikit keringat yang ada dikeningnya. Ia baru saja memindahkan kardus berisi pom-pom cheers yang akan digunakan besok.

Bertepatan dengan hal tersebut Adipati datang bersama Griffin yang rupanya belum pulang. Adipati pun berjalan ke arah Aristha yang saat itu juga menoleh dan menyadari kedatangan pacar tersayangnya tersebut.

"Udah?" tanya Adipati yang diangguki Aristha.

Tiba-tiba Adipati memindahkan tasnya dan ia pindahkan di depan dengan berjongkok membelakangi Aristha yang sempat bingung dengan tingkah Adipati.

"Ayo, naik!" kata Adipati kepada Aristha yang masih diam tak berkutik.

"Emang kamu nggak capek kalau gendong aku? Aku bisa jalan sendiri," ujar Aristha.

"Nggak. Udah buruan sini naik ke punggung aku," balas Adipati yang akhirnya membuat Aristha tersenyum dan mulai naik ke punggung cowok itu dengan melingkarkan kedua tangannya di leher Adipati.

Griffin sendiri terkekeh sembari merekam adegan uwu Adipati dan Aristha tanpa keduanya ketahui. Mereka bertiga berjalan menuju parkiran sekolah dengan sesekali diselingi dengan obrolan dan candaan yang dibuat Griffin.

Sebenarnya Adipati lelah bahkan sangat lelah tapi rasa lelahnya tersebut tiba-tiba hilang kala ia bertemu gadisnya yang tengah kelelahan memindahkan beberapa barang untuk kegiatan besok. Sehingga Adipati memilih untuk menggendong Aristha agar gadisnya itu tidak semakin kelelahan berjalan menuju parkiran sekolah meskipun jaraknya tidak begitu jauh.

Hingga akhirnya mereka sampai pada dua motor vespa matik yang terparkir bersebelahan.

Adipati pun menurunkan Aristha sebelum Adipati dan Griffin bersalaman ala cowok sebelum mereka berpisah sedangkan Aristha kepada Griffin hanya melambaikan tangan.

Bukan karena tidak mau bersentuhan atau bersalaman hanya saja Adipati yang kembali menyelanya dengan menggantikan salaman tangan Aristha kepada Griffin menggunakan tangan cowok itu membuat Aristha menggelengkan kepalanya dan Griffin yang tertawa melihatnya.

"Gue cabut, ya! Ibu Ratu jangan lupa Raja Pascalnya dipeluk, ya, biar makin uwu," goda Griffin membuat Aristha tertawa dan Adipati yang mendengus kesal.

"Buruan cabut sana lo!" usir Adipati membuat Griffin justru tertawa dan akhirnya cowok humoris tersebut benar-benar melajukan motornya meninggalkan parkiran sekolah yang sudah sepi menyisakan Adipati dan Aristha saja disana.

Setelah memakaikan helm di kepala Aristha dan mengaitkannya dengan benar. Barulah Adipati naik ke motornya yang disusul Aristha sebelum cowok itu mulai menjalankan motor kesayangannya keluar dari area sekolah.

Di perjalanan kali ini tidak ada obrolan apa pun. Hingga tidak terasa motor Adipati sudah sampai di depan rumah Aristha. Gadis cantik itu yang sedari tadi berusaha menahan kantuknya pun mulai turun dari motor Adipati dengan cowok itu yang melepaskan helm pada kepalanya.

"Mau masuk dulu?" tanya Aristha dengan sedikit menguap membuat Adipati tersenyum kecil.

"Nggak. Udah malam juga," jawab Adipati yang kemudian diangguki lemah Aristha. "Sana masuk. Mas lihatin dari sini," lanjut Adipati dengan suara lembutnya.

"Oke." Aristha berujar karena hal tersebut sudah menjadi kebiasaan Adipati dimana cowok itu lebih memilih memperhatikan Aristha masuk ke dalam rumahnya hingga aman daripada membiarkan gadisnya itu memperhatikannya pergi.

SULTHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang