Ketika para visual line sekolah berotak einstein disatukan dalam satu kelas, gimana jadinya?
Saat para penyumbang piala olimpiade dengan berbagai kisah yang mereka miliki terungkap secara perlahan.
Kata Jidan, sebenernya ini tuh kisah persahabatan t...
"Gue belom yakin, tapi firasat gue bilang ini ulah Silas" kata Seno.
"Ancaman kali ini ditujukan buat Haksa"
Haksa meneguk ludah susah payah, seperti dejavu ia kembali merasa takut jauh dari Misya, takut tak bisa melindungi gadisnya.
"Awalnya mungkin cuma Misya yang ditargetin, tapi kebetulan ada Rafa jadi target mereka nambah buat nyampein pesan lewat Rafa"
"Brengsek" Shaka berdiri sudah hendak pergi dari sana dan menemui peminpin Silas saat ini juga, tapi tangannya ditahan oleh Seno yang menggeleng menatapnya.
"Tenang, jangan gegabah"
"Gimana mau tenang, mereka udah mulai nargetin temen-temen gue yang gak ada sangkut pautnya sama sekali"
"Mereka juga temen gue Ka, gue rasa Silas gak bakal sampe sejauh yang kita fikirin, mereka cuma mau satu persatu dari kita kepancing yang akhirnya dengan suka rela nyerahin diri masuk kandang mereka"
Mendengar ucapan Jidan, gemuruh emosi yang tadi memuncak agaknya sedikit mereda, tangannya ditarik Seno agar kembali duduk.
"Duduk dulu, pantat lu perlu ketenangan"
Shaka memejam, fikirannya mulai terpusat pada kejadian beberapa hari yang lalu.
"Yoan... gimana?"
Jidan menoleh dengan gerakan cepat, pemuda itu juga khawatir takut jika Yoan lepas kontrol.
"Sejauh ini aman"
Shaka beralih pada Haksa disebelahnya, pemuda itu mendorong sedikit pundak Haksa yang sedari tadi tak bersuara, "Ngapa lu? tiba-tiba sariawan?"
Haksa mengerjap, "Gue gak bisa diem aja, kali ini gue gak mau jadi pecundang, Misya dalam bahaya jadi gue harus maju" katanya.
"Dih si goblok, barusan lo gak denger apa yang Jidan bilang?" ucap Shaka.
"Lo liat Yoan, dia cukup tenang dan gak gegabah meski sekarang Clara trauma gak mau ketemu dia, jangan kepancing" sahut Seno.
Haksa menggeleng, "Gue takut mereka berbuat jauh"
Jidan menipiskan bibir kemudian menatap tiga temannya tepat, "Kalo mereka bertindak lebih jauh, gue yang bakal maju"
-•-
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kai Heh rafa kata shaka kaki lu bolong
Yoshi HA?
Yuna Kenapa?
Clara Bolong gimana?
Nasya Kena tendang sasuke?
Han Kena rasengan naruto kali
Kai Serius, ini beneran
Naomi Jangan ngibul
Kai Rafa kecelakaan, ini shaka jidan haksa lagi di rs
Bayu JING KOK BISA?!
Shaka Dihempas angin jadi ngegeol terus mental kena pohon
Eira Yang bener lo?
Yuna Iya gue tau badan rafa kecil, tapi yakali si anjir dihempas angin?????????
Yoshi Terbang gitu?
Han Ini berita duka tapi maaf gue ngakak
Yuna Akhlak obseo
Alma Terus sekarang keadaannya gimana?
Justin Masih di rs?
Jidan Udah balik barusan
Ana Astaga rafa, ada aja kelakuan
Alma Sama siapa bawa motornya?
Haksa Sendiri
Yoshi LAH?
Clara Lagian rafa bukannya mager bawa motor ya? kok tiba-tiba???
Shaka Gak tau ini mau jadi begajulan malah langsung dihempas
Nino Gagal jadi begajulan👍🏻
Eira Yu ayo gece keluarin motor jengukin rafa
Bayu Masih dirumah oma ra, gabakal dibolehin balik sampe besok
Eira Astaga iya:(
Stella Sa.
Aksa Gak bisa
Kai Ini firasat gue atau gimana ya, keknya ada something ni diantara dua manusia ini soalnya tuan putri gencer banget jadi mak comblang
Stella Emang
Kai TUH KAN.
Han Sudah kudugong
Eira APAAN GAK ADA
Bayu Masa?
Yuna Aheuy
Eira Bayu lo diem atau gak gue pakein dasi
Bayu Dih ngancem
Justin Suka nih
Clara Ana bisa gak? gue jemput nanti sekalian kerumah eira
Ana Gak bisa
Stella Eh.
Nasya Dari ketikannya sih gue peka, stella ayok ngeteh