34 : Hilang

811 111 0
                                        

"Dimana Jidan?!"

Shaka menggebrak meja tak santai sampai membuat tiga pemuda disana diam mengatupkan mulut takut.

"Jawab! Kenapa disaat temen-temen dia dalam bahaya karena keletoyannya, dia malah ngilang!"

Emosi Shaka benar-benar sudah dipuncak, pemuda itu tak bisa menahan diri, jika saja saat kejadian yang menimpa Rafa ia langsung bergegas dan tidak mendengarkan ucapan Jidan, mungkin kejadian yang menimpa Nino serta tiga temannya yang lain tidak akan terjadi.

Jidan terlalu menganggap mudah Silas, karena itu kali ini mereka tidak bisa mewanti apa yang Silas rencanakan.

Shaka marah pada dirinya sendiri, tapi disatu sisi ia juga marah pada Jidan yang tak bisa dihubungi saat teman-temannya sedang dalam masalah.

Fikirannya kalut memikirkan betapa tak bertanggung jawabnya Jidan sebagai seorang pemimpin.

"Ka, tenang dulu jangan emosi" Dani menepuk pundak Shaka pelan menenangkan.

"Lo lupa siapa yang nahan gue, lo bahkan kita semua buat enggak gegabah karena katanya Silas gak akan pernah bertindak jauh? tapi apa ha?! temen-temen gue korbannya!!! BANGSAT!!" tidak, Shaka tidak bisa tenang, matanya bahkan berkabut karena emosi, dua tangannya mengepal kuat.

"Gue tanya sekali lagi, dimana Jidan?"

"Selow dulu bang, jangan emosi gini khodam lu serem soalnya" kata Niki menyahut takut








BRAK







Empat orang disana menoleh pada pintu yang dibuka kencang, Jean muncul dengan nafas terengah, pemuda itu mendekat pada Shaka kemudian berucap.

"Jidan sama Yoan dalam bahaya"

Haga yang sedari tadi tak bisa membuka suara karena takut disembur Shaka langsung mendekat pada Jean disusul Niki yang menepuk pundak Jean bertanya tak sabar.

"Dalam bahaya gimana?"

"Cepet jelasin!"

Jean menormalkan detakan jantung terlebih dahulu, pemuda itu menatap Shaka tepat didepannya.

"Gue ngehubungin Jidan sama Yoan saat gue liat mobil cewek yang sempet dijailin Silas beberapa waktu lalu diikutin"

"Jadi Jidan tau?" tanya Dani disebelah Shaka.

Jean mengernyit, "Kalian juga tau?" pemuda itu malah balik bertanya.

Dani mengangguk, "Sekarang yang terpenting maksud Jidan sama Yoan dalam bahaya itu apa?"

Jean menghembuskan nafas sejenak kembali berusaha menormalkan detak jantung, "Jidan sama Yoan dateng nyamperin, saat yang ngikutin tau itu Jidan, mereka kabur gitu aja, dan pas kita sampai didepan perum adesta, Jidan sama Yoan ngilang anjir padahal gue tinggal beli minum doang!!" jelasnya panjang lebar.

"Apalagi kalo bukan buat nyamperin Silas?" lanjutnya.

Shaka tertegun, pemuda itu tak menyangka jika Jidan akan langsung bertindak sendiri, otaknya kembali mengingat ucapan Jidan dirumah sakit kala itu.



'Kalo mereka bertindak lebih jauh, gue yang bakal maju'





Ah rupanya Shaka melupakan satu hal penting.

Satu fakta jika Jidan berpegang teguh pada kata-kata yang pemuda itu lontarkan, tak pernah sekalipun Jidan mengingkari janjinya.

Dan sekarang, Jidan membuktikan ucapannya.

Shaka memejamkan mata sejenak kemudian menatap satu persatu dari empat temannya disana.

"Kita susulin, Jidan Yoan gak mungkin bisa nghandle mereka semua, Silas terlalu kuat"














-•-





Shaka
Eira clara gimana?
Lo susulin?

Haksa
Enggak

Shaka
Goblok

Haksa
Ya eira tiba-tiba ngechat udah balik,
jadi ngapain gue susulin?
Palingan bayu yang ngawal
clara ampe balik


Shaka
Eira atau clara ada bilang gak
kenapa bisa tiba2 udah balik?

Haksa
Hooh,
kata eira ada jidan sama yoan
yang ngikutin mereka dibelakang
Jadi aman2 aja

Shaka
Enggak aman

Haksa
Ga aman gimana?

Shaka
Jidan sama yoan ngilang

Haksa
Gobs ngilang gimana
maksud lo?

Shaka
Yang ngehubungin mereka soal
eira clara diikutin itu jean,
dia bilang setelah sampe perum adesta
jidan yoan ngilang

Haksa
Goblokkkkk

Shaka
Sa, ini langsung ketu sama wakilnya

Haksa
Kita susun rencana
sebelum terlambat















-2A1-







Shaka setelah khodamnya keluar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Shaka setelah khodamnya keluar










Tangerang, 06 Juni 2022







2A1 √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang