25. Aku Sudah Lama Berada di Rumah

239 38 4
                                        

Mari kita lanjutkan ... :)

Enjoy, and hope you like it :)

25. Aku Sudah Lama Berada di Rumah

Tom kecil masih menangis kesakitan saat mandor budak membawanya keluar dari lumbung. Sakit luka bakar di pundaknya masih berdenyut-denyut menyiksanya. Air mata mengalir di pipi kotornya.

Ia tak tahu ke mana mandor membawanya pergi, tapi sepertinya ke rumah besar melalui pintu dapur.

"Rossa!!!" Pria menakutkan ini berteriak memanggil saat memasuki dapur.

Wanita paruh baya berkulit gelap mengenakan celemek, menghampiri mereka. Ia terlihat kaget dengan kemunculan mereka, terlebih dengan sosok anak kecil bersamanya.

"Budak baru," Mandor memberitahukan.

"Anak kecil? Tuan membeli anak kecil?" Wanita bernama Rossa itu tampak terkejut.

"Yup, dan Tuan ingin kau yang mengasuhnya, sebelum ia dikirim ke perkebunan."

Tom tak berani melihat ke arah kedua orang dewasa itu, tapi ia tahu wanita ini sedang mengamatinya dari ujung rambut hingga kaki, membuatnya semakin ketakutan. Apa wanita ini akan menyakitinya juga?

"Dan jangan terlalu dekat dan sayang padanya, dia seorang budak!" Mandor itu mengingatkan sebelum ia keluar dari dapur.

Tom masih menunduk. Hingga sebuah tangan hangat menyentuh dagunya dan membuatnya mengangkat wajah melihat kepadanya.

"Mari kulihat wajahmu, Nak...." Suara itu begitu hangat dan menyamankan.

Perlahan dengan ketakutan, Tom mengangkat wajahnya dan melihat sepasang mata coklat hangat dan teduh.

"Ya Tuhan...."

Tom mendengar wanita itu tercekat menahan napas, dan meraba wajahnya, memastikan penglihatannya.

Wanita itu tersenyum dengan penuh kelegaan.

"Siapa namamu, Nak?" tanyanya dengan lembut.

Tom menelan ludah. Ia ragu menjawabnya, tapi sepertinya wanita ini baik hati. "Tom, Ny..yonya..," ia menjawab sopan dan lirih.

Wanita itu semakin tersenyum hangat. "Hai, Tom..., aku Rossa. Berapa usiamu, Nak?"

"Saya tidak tahu, Nyonya, tapi orang mengatakan umurku 8 tahun."

Wanita itu tersenyum lagi. "Dan di mana orang tuamu?"

Tom menggeleng. "Saya tidak tahu. Saya tidak punya."

Helaan napas berat kembali terdengar. Dan senyuman gusar penuh emosi terlihat di sana.

"Baiklah, Tom, selamat datang.... Kau tak perlu takut karena aku di sini bersamamu."

Mengejutkan, wanita itu memeluknya hangat, penuh perasaan. Tom terkatup kebingungan. Belum pernah ada yang memeluknya seperti ini sebelumnya, selain Iris. Wanita yang mengasuhnya dulu, wanita yang ia kira ibunya.

"Kenapa?"

Rossa tersenyum. "Kenapa apa? Kenapa aku memelukmu?"

Tom mengangguk pelan.

Rossa semakin tersenyum, "Anggap saja aku menyukaimu, Tom."

Tom harus tersenyum senang.

Unwanted (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang