45. Aku Mengakhirinya ...

273 38 10
                                        

Baiklah, aku datang kembali malam ini, sebelum aku naik ke peraduan untuk memberikan sesuatu yang kalian tunggu hari ini (halaah, kepanjangan ceramahnya!)

I won't say anything about this one ... hehehe....

Just read, enjoy and ... well, semoga sukaaaa, teman-teman!!! :)

45. Aku Mengakhirinya ...

DOR!

Terrence semakin gemas. Suara tembakan lagi!

Apa yang terjadi di atas sana??? Ada yang mati-kah? Siapa yang mati?? Tom?? Ayah?? Cruel??

Ia benci tidak tahu apa-apa, dan tidak bisa menolong mereka.

JLEB!

"Huk!"

Terrence dikejutkan lagi dengan penjaga yang menjaganya tiba-tiba roboh. Dan sosok yang dikenalinya muncul di sana.

Terrence tersenyum dengan leganya.

*#*

Cruel bersorak saat mendengar letusan itu. Peluru dilepaskan dari pistol yang dipegang Tom. Tapi ia harus  terkatup kecewa. Peluru itu hanya mengenai tangan kanan Warwood.

"KAU MELESET, NAK!!!" pekik Cruel kesal.

Jonathan semakin kesakitan dengan dua luka tembak di tubuhnya, meski tidak mengancam nyawa. Keduanya tidak mengenai titik vital.

"Ma..af... me..les..et," ucap Tom bergetar. "Tapi yang ini, aku yakin tidak..." Dengan cepat ia melepaskan tembakan kedua, tepat terarah di tengah kening Cruel.

Lalu tembakan ke tiga dan keempat sisi kiri dan kanannya, tepat mengenai dada dua penjaga yang membawa dan memeganginya. Tanpa sempat mereka mencabut pistol dari pinggang masing-masing.

Jonathan terkaget melihatnya. Tiga tembakan dalam satu kedipan mata.

Itu belum selesai, dengan tertatih Tom mendekati sosok Cruel yang sudah tergeletak tak bernyawa.

Masih dalam posisi berdiri, dipandanginya penuh kebencian pria jelek itu.

Dua kali tembakan dilepaskan ke dada itu tanpa ampun.

"Itu untuk nyawa Lilly, kau jahanam!" desis Tom penuh dendam.

Jonathan tak berkedip, melihat aksi bengis Tom. Itukah Tom kini? Sangat berbeda dari yang ia kenal dulu. Tapi Tom memiliki alasan melakukannya, meski...

"Tom...?" Hati-hati Jonathan memanggilnya.

"AAARRRRGGGHHH!!!!" Tom memekik tiba-tiba dan menjatuhkan diri ke lantai. Pistolnya terlepas dari tangannya.

"Tom!??" pekik Jonathan cemas.

"ASTAGA, LENGANKU!! SAKIITT SEKALI!!!!" Tom melepaskan erangan rasa kesakitannya yang kembali datang di kedua pundaknya yang bengkak.

"Tom??"

"Lepas engsel...," Tom  terengah-engah menyahutnya.

"Huh?"

Tom tersadar dengan sosok ayahnya yang terluka. Segera ia merayap menuju ayahnya.

"Kau tidak apa-apa?" tanyanya cemas dan bersuara hangat. Diupayakan untuk menutup semua luka tembak ayahnya dengan kedua tangannya.

Sesaat Jonathan harus berkedip dengan perubahan suara Tom yang menjadi normal, pelan dan penuh perhatian. Ia seperti melihat dua kepribadian!

"Yeah..., sepertinya tidak apa-apa." Jonathan menelan ludah dan melihat lukanya sendiri.

Unwanted (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang