Lohaaaa, I'm here....
Maafkan terlambat posting ..., dikarenakan ada keraguan untuk memposting bab ini, cukup sensitif dengan apa yang baru saja terjadi --- kalian akan mengerti setelah membacanya :)
Tapi kuposting saja, tidak apa-apa, ya ? Dan ini agak panjang dari biasanya, mau kupotong tapi tanggung :) Jadi silakan.... :)
Sit tight, read, enjoy it, hope you like it :)
40. Suara Panggilan
"Tuhan, kuatkan aku...."
Doa itu hanyalah doa. Pertimbangan untuk kembali pulang, hanya sekadar pertimbangan tak berujung.
Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, hingga empat musim dingin dan tiga musim panas terlewati, Tom tak juga memutuskan untuk pulang.
Surat hanya sekadar surat. Terrence tak lagi pernah menanyakan kapan kakaknya akan pulang, dan Tom juga tak pernah menyinggungnya.
Semua berlalu dengan cepat. Tom terlalu menikmati kehidupan baru yang mungkin sudah digariskan untuknya. Ia kini telah menjadi pemburu vampir dan makhluk lainnya, seperti ayahnya dan Tuan Rufus. Bersama Rufus, ia membantu memburu vampir dan segala macam makhluk aneh yang mengganggu manusia. Sebuah pekerjaan tak dibayar, dan berbahaya. Tapi ia menyukainya. Sangat menyukainya. Entah sampai kapan.
*##*
Tom berjalan dengan penuh waspada di belakang Tuan Rufus di tengah hutan Minnesota memburu Wendigo. Tangan kiri mengapit senapan, dan botol molotov di tangan kanan, serta tas berisi segala peralatan dan senjata pemburu lainnya di pundaknya. Mata keduanya penuh waspada melihat sekelilingnya juga ke atas pohon serta menguatkan indra pendengaran. Mereka harus lebih waspada karena hanya berdua. Phillipe tidak bisa ikut serta kali ini.
SRET!
SRET!
Keduanya semakin waspada dan menyapu mata mereka, terlebih di atas pohon. 'Itu dia'
Jantung Tom terpacu adrenalin mengikuti pergerakan makhluk itu yang dapat bergerak dengan cepat di antara pepohonan, dan mampu merubah suara menjadi manusia. Tidak hanya itu, makhluk ini juga pemakan manusia.
Wendigo, berasal dari kata suku Indian Cree yang berarti 'Setan Yang Melahap'. Dari buku yang ia baca dan penjelasan Tuan Rufus, makhluk ini berusia ratusan tahun yang dulu adalah manusia. Bisa orang Indian sendiri, atau pengelana atau penambang, atau bahkan pemburu. Mereka berubah menjadi monster akibat kelaparan saat musim dingin yang sangat buruk dan harus membunuh kawannya untuk bertahan hidup. Konon, dengan memakan daging manusia makhluk ini akan bertambah kuat, cepat, dan abadi. Dan terkadang makhluk ini menyimpan daging manusia untuk persediaan makanannya, yang artinya makhluk ini memburu manusia dan menjadikannya makanannya. Tom berharap dia tidak menjadi santapan makhluk ini, karena itu ia tidak boleh mengacaukan perburuan ini.
Tom berjalan di belakang Tuan Rufus yang penuh waspada mencari keberadaan makhluk itu.
Rufus berhenti saat melihat jejak cakaran yang besar juga darah di batang pohon. Rufus menyentuhnya dan menciumnya.
"Darahnya masih cukup segar. Dia punya mangsa baru," simpulnya. Ya. Dia mengejar Wendigo setelah mendapat laporan banyaknya orang hilang di Hutan Minnesota. Ada yang mengatakan mereka dimangsa grizzly atau diculik sekawanan Vampir. Tapi setelah diperiksanya sendiri dengan menemukan jejak cakar di antara pepohonan, Rufus tahu apa yang mereka kejar.
Tom melihat sekelilingnya Ia tertegun heran, "Tuan?"
"Ya?" Rufus menoleh padanya, lalu mengikuti mata Tom yang menyapu sekeliling pepohonan. Tidak hanya jejak cakaran bernoda darah, tapi juga patahan ranting pohon di mana-mana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unwanted (END)
Historical FictionTerlahir sebagai seorang Budak Perkebunan Kapas, Tom tahu tugas dan posisinya hanya untuk melayani Sang Tuan Muda yang masih berusia 12 tahun. Dengan hanya berjarak usia 4 tahun, Tom menyayangi Terrence seperti kepada adik yang tidak pernah ia mili...
