"Kerja bagus, jeon Heejin. Tetap seperti itu ya. Jangan sampai kamu males-malesan pas skripsi nanti."
Heejin melongo tak percaya saat mendengar ucapannya pak taeyong, "kapan saya males-malesan pak...?"
"Ya, ini. Tugas individu kamu nunggaknya lama bukan main. Beruntung kamu bisa selesai tepat waktu dan dapat nilai yang bagus."
Ya Tuhan, semoga saat skripsi nanti, heejin gak dapet dosen pembimbing kayak pak taeyong. Yang setiap hari moody-an terus kayak ibu-ibu hamil. Jangankan heejin, tadi mahasiswa yang abis ngasih tugas ke dia aja langsung dimaki-maki. Ini heejin udah ketar-ketir aja pas ngasih laporan PKL individu ke dia.
"Iya pak. Terima kasih pak atas waktu dan peringatan bapak untuk saya."
Iya, gapapa. Di depan dosen harus merendahkan diri saya. Lebih baik seperti itu.
"Hm, bagus. Dah sana, selama libur jangan lupa mikirin judul skripsi, kalo perlu dari sekarang juga dikasihnya."
"Tapi kan pak, dosen pembimbingnya belum diumumkan."
"Ya gapapa, ngisi waktu luang. Mahasiswa sekarang tuh kalo dikasih libur dikit, materi kuliah yang semester lalu-lalu bisa meluap semuanya. Saya ngasih saran nih untuk kamu, terapkanlah."
Iyain aja deh.
"Siap, pak."
"Yaudah sana."
Heejin membungkukkan badannya dan menghela napas saat udah keluar dari ruangannya pak taeyong. Gadis itu menggigit pergelangan tangannya dan berteriak tanpa suara. Sebagai bentuk pelampiasan kekesalannya kepada pak taeyong.
Ya ampun, dia tuh mirip banget kayak Bu krystal. Tapi kan Bu krystal cewek, kalo dia tuh cowok. Dasar aneh.
"Hush! Gak boleh gitu, nanti kualat." Gumam heejin.
Terserah apa kata pak taeyong, yang jelas heejin sudah bebas dari tugas itu. Sebenarnya sih gak buruk juga saat pak taeyong tuh marah-marah ke heejin buat ngerjain tugas itu. Malahan ia ingin berterima kasih karena tugas itu secara tak langsung membawa heejin ke banyak hal yang tak terduga.
Yah, sepertinya bertemu Na Jaemin memang sudah ditakdirkan.
Namun, sudah 5 hari sejak acara itu, keberadaan pria itu seolah menghilang dari peradaban. Ah, mungkin ia sedang sibuk dengan urusan kantornya. Lagipula, heejin siapa memangnya?
Dan juga, heejin mempunyai urusan yang lebih dari itu.
"Kim Hyunjin, lo dimana anjir?" Gumam gadis itu cemas.
Iya, Kim hyunjin. Sosok sahabatnya itu tak menunjukkan batang hidungnya. Heejin khawatir dengan keadaan Kim hyunjin yang seperti menghilang tanpa kabar. Tak ada kabar atau pesan dari gadis itu. Heejin memang sering menghiraukan ketidakberdayaan hyunjin, namun itu hanya berselang 2 sampai 3 hari saja. Itupun pastinya dia akan mengirimkan pesan random kepada heejin. Entah ngasih tau tentang dia menang balapan atau lagi main ke suatu tempat.
Namun, ini aneh. Sudah 5 hari, heejin mengirim pesan pun tak dibalas dan setiap nomornya dihubungi pun hanya operator yang menjawab. Heejin cemas, panik, dan khawatir menjadi satu. Perasaannya tidak enak.
"Heejin!"
Heejin membalikkan tubuhnya dan melihat siyeon yang berlari ke arahnya. Gadis itu memasang raut wajah yang serius sekali saat menghampirinya.
"Gimana?"
"Apanya?"
"Pak taeyong. Lo udah ngasih tugasnya ke dia?"
"Ohhh, udah kok."
Siyeon menghela napasnya lega dan menepuk lengannya heejin, "bagus bagus. Gue yakin lo bisa melewati takdir ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
Client
FanfictionFeat. Heejin Jaemin Ini tentang Jeon Heejin yang harus berkaitan dengan seorang Na Jaemin. Dan, cerita orang-orang di sekitar mereka. Awalnya Jeon Heejin berniat mencari seorang klien yang dapat membantu tugas akhir kuliah semesternya dengan bantuan...
