Jennie meminum minumannya. Nafas nya terengah-engah. Ia baru saja selesai tampil untuk lagu baru nya. Rasanya memang melelahkan,namun melihat banyaknya penggemar seperti tadi. Rasa lelah Jennie seakan tergantikan dengan rasa haru.
"Apa jadwal selanjutnya?"Jennie bertanya pada manager nya.
Manager nya membuka ponsel nya dan mengecek jadwal milik artinya itu.
"Besok kau harus menghadiri acara penting... Khusus untuk para pemilik perusahaan besar... Jadi bersiaplah..."
Jennie mengangguk mengerti. Pertemuan itu memang rutin setiap tahun nya. Dan itu hanya berlaku untuk para petinggi dan pemilik perusahaan yang berada di negeri ini.
"Di luar ada seseorang yang ingin menemui mu Jen.."Ucap manager nya membuat Jennie mengkerutkan keningnya,ia tidak merasa memiliki janji bertemu kepada seseorang.
"Siapa?"
"Tidak tau... Aku belum pernah melihat nya..."Manager menaikkan bahu nya.
"Suruh dia masuk"
Manager bernama Kang Seulgi itu mengangguk dan bergegas pergi menemui seseorang di luar.
Beberapa saat kemudian. Orang itu datang dengan membawa sebuah bunga yang indah. Orang ini tersenyum manis mendekati Jennie.
"Hai Jennie-shi"
Jennie mematung melihat seseorang di depan nya. Benarkah orang ini datang? Padahal mereka baru kenal belum lama.
"Lisa"
Ya itu Lisa. Entah apa maksud dari kedatangan nya. Hanya saja Lisa benar-benar terlihat berbeda. Wanita itu datang dengan romantis membawa sebuket bunga.
Oh tapi tidak ada salah nya. Mungkin saja Lisa mengidolakan Jennie.
"Aku datang..."Ujar Lisa sambil tersenyum manis kemudian menyerahkan bunga yang ia bawa.
"... Selamat untuk lagu baru mu... Aku selalu menyukai karya mu... Kau benar-benar mengagumkan..."
Jantung Jennie terasa berdebar dua kali lebih cepat sekarang. Perasaan nya benar-benar sulit untuk di jelaskan. Kenapa seseorang yang baru saja ia kenal bisa seromantis ini.
Jennie malah terpikir,bahwa sekarang ia seperti di beri bunga dari kekasihnya.
"T-terimakasih..."Jennie menerima bunga itu dan membalas senyuman Lisa. Dalam hati ia benar-benar gugup.
Lisa tersenyum senang karena bunga pemberian nya di terima. Ia menatap Jennie lebih makna membuat idol itu merasa salah tingkah.
"L-Lisa shi... Terimakasih kasih atas kedatangan mu... Aku benar-benar tidak menyangka bahwa kau datang..."
Lisa terkekeh pelan melihat tingkah Jennie yang salah tingkah dan berusaha membuka pembicaraan.
"Itu bukan apa-apa... Aku memang sering mendengar hal tentang mu... Dan ternyata,kau benar-benar mengagumkan..."Puji Lisa dengan begitu manis.
Entah sudah berapa kata manis yang telah dia ucapkan. Namun yang pasti,semua ucapan itu berhasil membuat jantung Jennie tidak karuan.
"Ekhem"
Kang Seulgi berdehem membuat dua orang yang sedang bertatapan itu langsung menatap ke arah nya. Seulgi tersenyum kikuk menatap Lisa. Kemudian ia langsung menyodorkan tangan nya.
"Kang Seulgi... Manager Jennie Kim..."
Lisa tertawa kecil dan menerima tangan seulgi. Ia membalas senyuman manager itu.
"Lalisa Park... Teman Jennie..."
"Wah teman... Ku kira kau kekasih nya..."Celetuk seulgi sehabis salaman mereka terlepas.
KAMU SEDANG MEMBACA
THEY MUST FEEL
Fanfiction"Membalas atau membiarkan?" Lalisa yang melihat sang Ibu tewas tepat di hadapannya. Lisa bertekad menghancurkan seluruh keluarga Kim beserta keturunannya,tidak akan ia biarkan mereka menikmati hidup dengan tenang. Mereka harus merasakan semua yang t...
