Jennie menghela nafas kasar sambil memijat keningnya. Pagi ini benar-benar sial untuk nya.
Mobil nya terhenti,entah karena apa yang pasti Jennie tau kalau mobil nya rusak. Padahal ia harus cepat-cepat menuju perusahaan.
Jennie mengeluarkan ponselnya dari tas dan akan memencet nomer bengkel langganan nya. Namun sebelum itu terjadi,sebuah mobil mewah dan terlihat mahal terhenti di samping mobil nya.
Jennie mengkerutkan keningnya ketika pintu kemudi mobil itu terbuka dan menampilkan seorang wanita dengan memakai kacamata hitam dan baju formal.
"Apa mobil mu mogok?"
Orang itu bertanya namun Jennie seperti tidak mendengar. Tatapan nya malah terpaku melihat wajah orang itu yang memang terlihat begitu menawan.
"Nona"Panggil orang itu sekali lagi karena merasa lawan bicara nya sedang melamun menatap diri nya.
"Ah ya"Jennie tersadar. Ia langsung tersenyum tipis namun sedikit kikuk. Apakah orang ini menyadari bahwa sadari tadi ia menatap nya.
"Apa mobil mu mogok?"Orang ini tersenyum mengulangi pertanyaannya.
"Nde... Tiba-tiba saja terhenti dan tidak bisa di nyalakan lagi..."Jawab Jennie membuat orang ini mengangguk paham.
Kemudian orang itu membuka pintu mobil milik dia sendiri. Kemudian tersenyum tipis ke arah nya.
"Masuklah... Aku akan mengantarmu..."
"A-apa?"Jennie merasa bingung seketika. Kenapa terlihat mudah sekali berbicara. Sedangkan mereka belum mengenal sama sekali.
"Mari masuk... Kau akan terlambat..."Orang ini menyuruh dengan lembut. Karena ia tau siapa wanita di depan nya ini yang merupakan idol terkenal di beberapa tahun ini.
Jennie masih terlihat kebingungan. Namun kemudian ia mengangguk dan mengambil tas nya. Mereka memasuki mobil, sedangkan mobil Jennie di tinggal. Mungkin nanti akan di urus oleh anak buah nya.
Mobil melaju. Kedua nya sama-sama terdiam. Jennie sangat canggung saat ini, sedangkan orang itu masih fokus menyetir.
"Jennie-shi,kamu sangat cantik..."
Jennie tertegun melihat mata orang itu yang terlihat begitu indah saat kacamata hitam di buka. Mendadak ia menjadi salah tingkah karena pujian dari orang itu.
"Terimakasih"Jawab Jennie sedikit malu. Orang itu tersenyum tipis dan sedikit melirik nya.
"Aku Lalisa Park... Kamu bisa memanggil ku Lisa..."Lisa menghentikan mobil nya dan menyodorkan tangannya.
Jennie menerima tangan Lisa. Di detik ini juga,ia merasa detak jantung nya tidak beraturan lebih cepat dari biasanya.
Setelah itu,Lisa kembali melanjutkan perjalanan nya.
"Aku sangat mengenal mu... Ternyata kau lebih terlihat cantik di lihat secara langsung..."Ucapan Lisa membuat pipi Jennie sedikit memerah.
"Ohya... Kau ingin kemana...?"Melihat Jennie yang hanya diam. Lisa memutuskan untuk bertanya.
"Agensi... Sebenarnya aku meeting penting pagi ini..."
"Wah... Hari ini sial untuk mu..."
"Untung nya kau datang dan memberiku tumpangan... Aku sangat berterimakasih..."
Lisa tersenyum mendengar perkataan Jennie. Suatu kebetulan bertemu Jennie tanpa di sengaja.
Mereka kembali dalam keheningan. Lisa fokus menyetir dengan kecepatan sedang menuju agensi milik Jennie.
KAMU SEDANG MEMBACA
THEY MUST FEEL
Fiksi Penggemar"Membalas atau membiarkan?" Lalisa yang melihat sang Ibu tewas tepat di hadapannya. Lisa bertekad menghancurkan seluruh keluarga Kim beserta keturunannya,tidak akan ia biarkan mereka menikmati hidup dengan tenang. Mereka harus merasakan semua yang t...
