garis cinta(part 31)

20 8 0
                                        

#GARIS_CINTA

#PART_31

.

.

Diah berlari menuju gerbang karena hari ini Diah merengek minta di antar sopir, ya iyalah Diah meminta berangkat mengunakan sopir kalo bersama Abang-abang alamat putar balik.

"Pak bukain" teriak Diah pada satpam

"Pak" Diah terus saja memanggil satpam di bawah guyuran hujan yang belum mulai menderas

Diah mendongak saat air hujan tak mengenainya yap seakan ada yang menahannya. Diah mengusap wajahnya dan menatap lekat manik mata itu

"Gue makin ganteng ya kalo di bawah guyuran hujan" pd Fenly

"Dih"

"Lo b*go atau apa kenapa lo gak neduh dan lebih milih hujan-hujan" tanya Fenly tak habis pikir

"Ya suka-suka gue lah" jawab Diah

"Lo mau masuk nggak" tanya Fenly

Diah menatap Fenly intens. "Gue tau maksud lo jadi gak usah berpikir kalo gue mau ikutin cara lo itu karena itu gak akan pernah terjadi"

Fenly terkekeh dan menarik Diah agar lebih dekat dengan nya. "Kalo lo gak mau ikut cara gue berarti lo harus ikut cara kedua gue"  ucap Fenly yang menarik Diah mengikuti langkah nya meski Diah memberontak namun Fenly terus saja menariknya menuju ke warung yang tak jauh dari sekolah

**

Kantin

"Ini Diah kemana ya? apa mungkin Diah telat atau Diah gak sekolah" tanya Alun pada kedua sahabat nya

"Diah ada di depan gerbang tuh" ucap Fajri yang baru duduk di meja yang tak jauh dari mereka dan tentu Fajri bersama gengnya

"Lo gak usah ngasal bisa kan" ucap Alun

"Kalo lo gak percaya sana periksa sendiri" ucap Fajri

"Kok Diah bisa bareng Fenly Ji" tanya Mutiara yang di balas gedikan baru dari Fajri seolah ia tak mengetahuinya padahal apa yang terjadi sudah menjadi rencana Fajri

"Eum gimana kalo kita tanya sama Reyhan dan yang lain" saran Yanti

"Ayok" kompak Alun dan Mutiara membuat mereka bertiga langsung pergi membuat Fajri tersenyum bangga

"Lo keren banget Ji gokil banget" salut Fiki

"Ya Iya Fajri" bangga Fajri

"Gimana caranya" heran Fiki

"Kan mereka akrab sama ketua OSIS dan rekannya yang gak guna itu dan pasti mereka bakal nanya" jelas Fajri

"Dan Reyhan bakal meriksa gitu" tanya Fiki

"Yes bener banget dan lo tau kan alasannya" jawab Fajri yang di balas anggukan dari Fiki

"Son lo kenapa? kenapa lo gak seantusias dulu? padahal dulu lo gak kalah antusias nya kayak gue" heran Fiki karena sedari tadi Zweitson hanya diam sambil memainkan ponsel nya

"Lagi malas Fik" jawab Zweitson

"Ck, malas atau memang lo gak tertarik lagi" herdik Fajri

"Ini urusan gue  Ji bukan urusan lo" ucap Zweitson

"Lo jangan lupa janji sama janji yang kita buat waktu SMP Son! lo tau kan kalo berani berhianat berarti berani angkat kaki" ucap Fajri membuat Zweitson bungkam seribu bahasa

"Cabut Fik" perintah Fajri yang langsung pergi dan Fiki ia hanya mengangguk mengerti dan mengikuti Fajri setelah menepuk bahu Zweitson dua kali

"Gimana caranya biar gue bisa bebas dari janji itu" monolog Zweitson

Garis cintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang