#GARIS_CINTA
#PART_40
*Sorry Typo
! Part panjang baca cepat biar gak ngabisin waktu !
.
.
Rumah Alun
"Permisi Non maaf menggangu saya hanya ingin memberitahu kalau di luar gerbang ada anak cowok naik motor dan dia mengaku sebagai pacar Nona" ucap seorang Satpam yang langsung menghentikan Alun yang ingin membuka pintu mobil.
"Siapa Pak apa mungkin Fajri" tanya Alun yang di akhiri gumaman dalam hati
"Kalau tidak salah namanya Fajri iya Non namanya Fajri" jawab Satpam itu yakin
"Makasih Pak" ucap Alun sambil mengangguk
"Iya Non" jawab Satpam itu membuat Alun langsung berjalan menuju gerbang yang cukup jauh
"Mau ngapain lo disini dan dari mana lo tau rumah gue" tanya Alun yang langsung menyemprot Fajri dengan pertanyaan yang ada di pikiran nya saat sampai di depan gerbang sedang Fajri ia kaget bahkan hampir membuat ponselnya jatuh dari genggaman nya
"Tadi gue sempat dengar waktu lo ngomong sama teman-teman lo kalo lo bakal ke rumah sakit jadi gue berinisiatif buat ikut jengukin bokap lo" jelas Fajri sambil menyimpan ponselnya pada saku celana
"Lo nguping ya dan lo tau dari mana kalo yang ada di rumah sakit itu bokap gue padahal kan tadi gue nggak nyebutin siapa yang sakit" ujar Alun yang merasa bingung
"Dari teman-teman lo kemaren" jawab Fajri membuat Alun mengangguk paham
"Jadi gimana gue boleh ikut kan" tanya Fajri
"Boleh kok masak gue mau ngelarang orang yang mau jengukin bokap gue" jawab Alun
"Ya udah yok gue ikutin lo dari belakang" ajak Fajri
"Gue bareng lo aja ya Ji" pinta Alun
"Gue sih seneng-seneng aja kalo lo bareng gue tapi kan lo anak sultan nih kalo lo naik motor takutnya lo masuk angin" ucap Fajri
"Udah deh Ji nggak usah mulai lagian gue terbiasa naik motor dan malah gue bisa bawa motor" ucap Alun
"Oke nih" jawab Fajri sambil memberikan helm pada Alun
"Ye sok ngaku bisa bawa motor buka kunci helm aja nggak bisa" ledek Fajri sambil mengambil helm di tangan Alun sedangkan Alun ia hanya kesal saja
"Ini helm baru wajar kalo susah bukanya" ucap Fajri yang langsung memakaikan helm itu pada Alun
"Thanks" ucap Alun
"Sama-sama" jawab Fajri yang langsung memakai helm
Skip
Mereka berdua langsung pergi ke rumah sakit dimana Bokap Alun di rawat
***
Keluarga Kusuma > Kamar Diah
"Hmm bukannya istirahat malah main ponsel nih, nanti Kak Fina laporin sama Bang Han mau." ucap Fina saat memasuki kamar Diah dan mendapati Diah yang bermain ponsel bukannya istirahat
"Eh jangan Kak" larang Diah sambil meletakkan ponselnya keatas meja yang ada di dekat kasur
"Ya udah nggak jadi deh, emang kamu chatingan sama siapa sih? sama pacar ya" goda Fina
"Enggak kok bukan, Diah tuh lagi chatan sama temen-temen Diah aja." jawab Diah membuat Fina mengangguk
"Kak Fina mau ngapain kesini" tanya Diah
.
"Sampek lupa kan jadinya ... Kakak cuma mau periksa keadaan kamu aja kok dan ternyata kamu udah makin baik syukur lah" jelas Fina
"Oh gitu ya Kak, maaf ya Kak jadi nyusahin Kakak padahal kerjaan Kakak udah banyak eh malah ... " ucapan Diah langsung terpotong
"Kamu nggak boleh ngomong gitu ya! kan Kak Fina ini Kakak kamu dan seorang Kakak udah sepantasnya perhatian ke Adek nya" potong Fina yang langsung menjelaskan
"Makasih Kak Diah senang deh punya Kakak udah cantik baik lagi" ucap Diah yang di balas senyum dari Fina
"Cuma Kak Fina aja nih? berarti punya kita bertiga nggak seneng" ujar Melda yang tiba-tiba datang bersama Amel dan Reyna
"Diah seneng punya Kak Fina, Kak Melda, Kak Amel dan Kak Reyna" ucap Diah
"Nah gitu dong" kompak Melda, Amel dan Reyna membuat mereka berlima tertawa bersama
Tring
Suara notifikasi di ponsel Diah memberhentikan tawa mereka dan saat Diah ingin mengambil ponsel nya tangannya kalah cepat dengan Melda
"Kak siniin ponsel Diah" pinta Diah namun Melda malah acuh dan langsung menyimpan ponsel milik Diah
"Nggak boleh main ponsel" ucap Melda membuat Diah cemberut kenapa Kakak-kakaknya ini sama posesif nya dengan Abang-abang nya
"Emang siapa yang ngechat kamu? pacar kamu ya" tanya Amel
"Bukan kok tapi cuma temen Diah aja" jawab Diah
"Ya sudah hpnya Kakak sita, nanti malam Kakak balikin dan sebaiknya kamu istirahat biar cepet sembuh." ucap Melda yang langsung pergi meninggalkan kamar Diah
"Selamat istirahat Diah Adek kita yang cantik" ucap Reyna yang ikut meninggalkan kamar Dian bersama Amel dan Fina sedang Diah ia langsung istirahat karena ia memang tak ada kegiatan sama sekali.
**
Dekat kolam renang
"Kenapa dia mirip banget sama Revano ya" monolog Ricky sambil mengigat cowok yang ia lihat di dekat ruangan Diah tadi
Tadi sebelum orang yang di dekat ruangan Diah tadi pergi Ricky sempat melihat nya, sebenarnya Ricky ingin memangilnya tapi tak enak karena tadi dia bersama Dokter.
"Rick" panggil Farhan yang baru datang bersama Shandy dan Gilang
"Eh, Bang." kaget Ricky
"Lo ngelamunin apaan Rick" tanya Gilang
"Bang kalian ingat nggak sama Revano" tanya Ricky
"Buat apaan ngingat tuh orang? orang yang hampir buat kita semua kehilangan Diah" tanya Shandy tak menyukai jika nama Revano di sebut lagi
"Iya buat apa kita ngingat dia bahkan nyebutin nama dia aja gue nggak sudi" timpal Gilang
"Kalian berdua apa-apaan bagaimana pun Vano tetap saudara kita adek kita dan abang Diah" ucap Farhan
"Gak sudi" kompak Shandy dan Gilang yang langsung pergi
"Rick emang kenapa kok lo ngomongin Revano" heran Farhan
"Tadi pas Iky udah manggil dokter dan mau ke ruangan Diah Iky liat seseorang dan dia mirip banget sama Revano" jelas Ricky
"Kalo emang dia beneran Revano apa lo senang Rick" tanya Farhan
"Iky benci sama dia dan nggak bakal pernah senang karena benar kata bang Sen dan lang Lang" jawab Ricky
"Dan sebaiknya Bang Han juga sama kayak kita" lanjut Ricky sambil berdiri dan langsung pergi
'Revano adek Abang dan Abang berharap Vano hadir, Abang bakal buat mereka terima Vano' batin Farhan sambil menatap sebuah photo di ponsel nya yang sudah lama ia simpan.
Photo yang menampakan keluarga nya yang lengkap dimana ada Oma, Ayah, Bunda, Om, Tante, Farhan, Shandy, Gilang, Ricky, Revano dan Diah.
'Udah lebih dari 10 tahun Abang nggak ketemu kamu, apa kamu baik-baik aja.' batin Farhan sambil menatap photo Revano yang saat itu sedang berdiri sambil memegang bola basket dan saat itu Revano berumur 10 tahun.
Farhan kaget dan untung saja ponsel nya tidak jatuh saat seseorang memegang bahunya
KAMU SEDANG MEMBACA
Garis cinta
Cerita Pendek#GARIS_CINTA #PROLOG * Sorry typo . . . Hay nama gue Diah, Diah Angelina Putri Kusuma. Gue punya lima saudara yaitu Bang Farhan Rama Kusuma ( Bang Han ), Bang Shandy Rama Kusuma ( Bang Shen ), Bang Gilang Putra Rama Kusuma ( Bang Lang ), Bang Ricky...
