garis cinta(part 65)

18 5 0
                                        

#GARIS_CINTA

#PART_65

Hari ini suasana di keluarga Kusuma terlihat begitu berbeda jauh dari hari biasanya membuat Ayah, Bunda dan Oma selalu bertanya-tanya, sebenarnya ada apa dan apa yang terjadi?

"Diah sayang kenapa dari kemaren kamu keliatan nggak semangat gitu sayang? Kamu lagi nggak enak badan atau apa?"tanya Bunda penuh perhatian.

"Diah nggak kenapa-napa Bun,"jawab Diah.

"Hari ini Diah mau berangkat bareng siapa? atau mau Ayah antar aja?"tanya Ayah.

"Diah boleh kan berangkat gunain sopir?"tanya Diah.

"Boleh kok cucu Oma mau pakai apa aja boleh asalkan senyum," ucap Oma memberi izin membuat Diah tersenyum paksa.

"Ya udah Diah langsung berangkat ya takut telat ... Assalamualaikum," pamit Diah.

"Wa'alaikumsalam," kompak semua membuat Diah langsung pergi.

"Kita berdua juga berangkat Assalamualaikum," pamit Gilang dan Ricky.

"Wa'alaikumsalam," kompak semua.

"Shandy juga berangkat Yah Bun, semua ... Assalamualaikum" pamit Shandy setelah tadi berpamitan dengan Melda.

"Wa'alaikumsalam," kompak semua.

"Abang juga berangkat Assalamualaikum," pamit Farhan setelah berpamitan dengan Fina.

"Wa'alaikumsalam," kompak semua.

"Fina, Melda Bunda dan Ayah perlu bicara sama kalian berdua sekarang," ucap Bunda.

"I-iya Bun," kompak Fina dan Melda gugup.

***

"S*4l4n lo ngapain lo ngasih tau semua nya?!" amar Fajri sambil memegang kerah baju Kevin.

"Biar lo jauh dari Alun," jawab Kevin sambil melepaskan cengkeraman tangan Fajri.

"Bener tuh biar mereka jauh dari kalian dan kita bisa gantiin posisi kalian," timpal Radit.

"Mereka itu terlalu baik dan mereka nggak cocok buat kalian,"ujar Raka.

"Terus kalian ngerasa pantas gitu?"tanya Fiki.

"Oh jelas kita pantas buat mereka,"ucap Raka.

"Ck, mimpi kalian terlalu tinggi,"ucap Zweitson.

"Santai Bro kita bisa nyelesaiin masalah ini baik-baik jangan pakek kekerasan,"ucap Kenzo mencoba menegahi karena suasana terlihat semakin panas.

"Kita bakal rebut mereka dari kalian,"ucap Reyhan.

"Br3ngs3k kalian semua mau nyari masalah sama kita," ucap Fenly yang langsung memberikan pukulan pada Reyhan.

***

"Pagi Diah," sapa Sherina saat bertemu dengan Diah di koridor.

"Pagi," jawab Diah.

"Diah lo kenapa? Lo lagi ada masal-,"belum sempat Sherina menyelesaikan ucapnnya telah terpotong.

"Diah!"kompak Mutiara dan Yanti yang menghampiri Diah dan Sherina dan disana juga ada Alun.

"Ada apa?"tanya Diah.

"Diah pertama-tama gue sama Yanti mau minta maaf sama lo dan kita harap lo maafin kita berdua ya," ucap Mutiara.

"Ada apa sih Ra kok tiba-tiba lo ngomong kayak gitu? jangan bikin deg-deg kan deh," ucap Diah.

"Diah ... Eum maaf kita harus ngasih berita yang kurang mengenakkan di pagi hari yang cerah ini buat lo," ucap Mutiara membuat Diah semakin bingung.

"Terlalu berdrama hidup lo Ra,"kesal Yanti.

"Ye lu," ucap Mutiara tak kalah kesal.

"Ada apa sih?"tanya Diah.

"Diah kemaren gue sama Mutiara sempat liat Fenly sama Bella ditaman dan mereka berdua keliartan mesrah banget serius kita berdua nggak bohong," ucap Yanti.

"Bener banget Diah kalo lo nggak percaya nih kita ada buktinya," sambung Mutiara sambil memberikan ponselnya dan menunjukan photo dan Video yang sempat mereka ambil kemaren.

"Thanks guys dengan bukti ini gue bisa lepas dari Fenly," ucap Diah senang dan tentang masalahnya mungkin akan ia simpan dulu.

"Sama-sama Diah," kompak Mutiara dan Yanti.

"Udah kan? kalo udah kita bisa pergi? gue malas lama-lama disini," ucap Alun.

"Ud-"belum sempat Mutiara menyelesaikan ucapannya telah terpotong.

"Kak itu Kak Fenly dan Kak Fajri berantem sama Kak Reyhan dan Kak Kevin di taman belakang,"ucap salah siswi pada Diah dkk.

***

"Bunda dan Ayah sebenernya mau ngomong apa ya kok keliatan serius banget?"tanya Fina mendadak gugup tidak tau karena apa. Nmaun, nihil Bunda, Ayah dan Oma tetap diam tak berbicara apa-apa.

"Fin kok gue takut kalo mereka tau ya permasalahan Mas Shandy dan yang lain," ucap Melda berbisik.

"Nggak cuma lo tapi gue juga," jawab Fina ikut berbisik.

"Fina Melda," panggil Bunda.

"Iya Bun,"kompak Fina dan Melda kaget.

"Waktu Bunda dan Ayah berda di luar kota kita berdua bertemu dengan teman Bunda dan Ayah dan mereka juga memiliki Anak yang sudah menikah sejak satu bulan lalu," ucap Bunda membuat Fina dan Melda langsung paham arah pembicaraan Bunda itu kemana.

"Bun kal-" icapn Fina terpotong saat mendengar alaram tanda kebakaran.

"Kebakaran!" kompak mereka yang langsung bergegas untuk menyelamatkan diri dan para pekerja rumah.

***

"Kalian berdua belum baikan juga sama Bang Han?"tanya Reyna yang dibalas anggukan kompak dari Ricky dan Gilang.

"Sebaiknya kalian baikan sama bang Han karena bagaimana pun itu bang Han tetap Abang kalian kan," ucap Amel menasehati.

"Iya tapi bang Han udah buat kita semua kecewa," ucap Gilang.

"Sebenarnya ada apa sih kok gue mendadak kepo ya karena nggak tau apa-apa?"tanya Nadia.

"Ya iya lah Nad kalo pun lo tau permasalahan belum tentu lo bakal kepo aneh lo," ucap Ayu.

"Sibuk lo suka-suka gue dong ... Eh jawab nih,"ucap Nadia.

"Jadi gini bang Sen, Gilang dan Ricky itu lagi marah sama bang Han karena mereka tau kalo bang Han masih nyari tau tentang Revano,"ucap Amel.

'Bang Han nyari gue?'batin Revano senang.

"Revano sau-" ucap Nadia terpotong.

"Dia bukan saudara kita!" potong Gilang.

"Iya-iya salah gue," ucap Nadia pasrah.

Deg

Sakit! Itu adalah kata yang pas untuk menggambarkan perasaan Revano saat ini iya dia merasa sangat sakit mendengar ucapan Gilang tadi.

"Bener tuh kita itu cuma berlima bukan berenam," tambah Ricky membuat hati Revano semakin sakit.

"Oke fine. Tapi, bagaimana pun cerita nya dan bagaimana pun permasalahkan bener kata Amel dan Reyna kalian harus baikan sama bang Han karena bagaimana pun bang Han saudara tertua kalian jadi kalian harus minta maaf sama bang Han,"ucap Nadia.

"Tuh dengerin apa yang kita omongin jangan cuma nyimak aja,"ucap Reyna.

"Iya,"kompak Gilang dan Ricky.

Garis cintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang