garis cinta(part 47)

23 7 0
                                        

#GARIS_CINTA

#PART_47

.

.

Acara ultah Sinta  > Parkiran

"Ji berhenti!"

Sedari tadi Fiki dan Zweitson menyuruh Fajri untuk berhenti memukuli seorang cowok yang notabene nya adalah teman satu sekolah mereka. cowok itu tak sengaja menabrak Fajri membuat Fajri langsung menghajarnya, mungkin karena Fajri yang memang sedang menahan emosi membuat Fajri langsung meluapkannya pada cowok itu.

"Oi Fajri berhenti! ngapain lo buat masalah di acara orang?" ucap Alun tak habis pikir dengan sikap Fajri yang menurutnya kekanak-kanakan.

Fajri langsung menyudahi kegiatan nya tadi membuat cowok tadi langsung pergi di bantu temannya.

"Lo siapa ngelarang-larang gue hah! lo bukan siapa-siapa! jadi lo nggak berhak ngatur gue!" bentak Fajri.

"Gue emang bukan siapa-siapa lo! Tapi, cara lo itu bener-bener gak gue suka! mangkanya gue berhentiin lo!" ucap Alun tak kalah membentak.

Saat Fajri baru saja ingin mengeluarkan suaranya itu langsung terhenti saat ...

"Sayang kamu nggak papa kan?" khawatir Reni yang langsung menghampiri Fajri dan memeriksa keadaan Fajri membuat Fajri langsung menangkup wajah Reni dan mengarahkan pandangan Reni padanya serta menatap manik mata Reni yang menunjukkan rasa khawatir.

"Gue nggak papa kok! lo nggak usah khawatir!" ucap Fajri menenangkan.

Mutiara langsung menepuk pundak Alun dua kali seakan mengisyaratkan untuk sabar membuat Alun langsung menepis tangan Mutiara dari bahunya. lagian apa-apaan Mutiara ini kan ia tak perlu di beri kata sabar! ia tak cemburu melihat adegan Reni dan Fajri.

"Tap-" ucapan Reni langsung terpotong.

"Shutt nggak usah tapi-tapian oke," ucap Fajri yang langsung memeluk Reni. Namun, manik matanya tertuju pada Alun. mungkin ini katanya raga dimana dan hati dimana.

"Aaa jadi iri sama Reni," ucap Kya.

"Iri? iri karena apa?"  tanya Fiki.

"Ya iri lah, Reni bisa di peluk sama Fajri sedangkan aku? nggak!" jawab Kya.

"Oh lo mau di peluk juga sama Fajri?" tanya Fiki seakan tak paham maksud Kya membuat Kya cemberut sedangkan Fiki ia hanya terkekeh lalu menarik Kya dalam  ke pelukan nya.

**

"Andai Soni juga kayak Fajri dan Fiki," harap Nia.

"Lo iri sama mereka berdua Ni ya udah deketin tuh Soni!" ucap Bella.

"Soni nggak kayak dulu lagi Bell dia berubah! liat aja sekarang!" ucap Nia melihat zweitson yang kini berdiri di dekat Yanti.

***

Kini Diah dan Fenly telah berada di perjalanan menuju rumah Diah karena mereka memang izin pulang lebih dulu.

"Lo kenapa?" tanya Fenly yang melihat Diah yang terlihat begitu bahagia, Tentu hal itu ikut membuat ia bahagia, entah karena apa?

"Maksudnya?" bingung Diah kerena tak memahami pertanyaan Fenly.

"Iya lo kenapa? kenapa lo keliatan bahagia banget sampek senyum-senyum kek orang g*l4," jelas Fenly membuat Diah menatap Fenly dengan tajam.

"Oke oke gue serius! lo kenapa bahagia banget?" tanya Fenly serius ya meskipun tadi ia juga serius.

"Ini adalah kali pertama nya gue jalan tanpa pengawasan dari abang-abang gue, ya meskipun jalan sama mereka juga seru sih. Tapi, rasanya beda banget Fen mangkanya gue seneng banget ya meskipun nih ganti nya harus sama lo," jelas Diah.

"Gue bisa kok ajakin lo jalan setiap harinya," ucap Fenly yang di balas gelengan dari Diah.

"Kenapa?" tanya Fenly.

"Gue nggak mau buat abang-abang gue selalu khawatir dan terlepas dari situ gue nggak mau jalan terus sama lo!" jujur Diah membuat Fenly mendelik tajam sedangkan Diah ia hanya acuh saja.

***

"Udah lah Lun terima aja ajakan Fajri! emang lo mau pulang sama siapa kalo bukan sama Fajri? kan tadi lo berangkat bareng Fajri," bujuk Mutiara.

"Bener banget Lun sebaiknya lo terima aja ya!" timpal Yanti.

"To the poin kalo lo nggak mau gue nggak bakal maksa," ketus Fajri.

"Yan yok pulang ini udah malam?" ajak Zweitson.

"Iya Son. gue duluan guys," pamit Yanti.

"Oke," Alun dan Mutiara.

"Duluan Fik Ji," pamit Zweitson.

"Iya Son," jawab Fiki sedangkan Fajri ia hanya berdehem.

"Kita juga pulang ya, Fik yok," ajak Mutiara yang di balas iya dari Fiki membuat mereka langsung pergi setelah berpamitan.

"Mau nggak gue nggak ada waktu buat nungguin lo," ucap Fajri.

"Ya udah iya," putus Alun dari pada ia tak bisa pulang.

***

Kini Diah dan Fenly baru saja sampai di rumah Diah dan sudah terlihat keempat Abangnya yang menunggu dan saat Fenly dan Diah sampai di teras  ...

"Cil lo baik-baik aja kan? ada yang luka nggak? at-" ucapan Shandy langsung terpotong.

"Bang Sen dia baik-baik aja kok dan stop putar-putar tubuh Diah!" kesal Diah membuat Shandy mengacak-acak rambut Diah.

"Tuan putri nya Abang serius baik-baik aja kan? tanya Ricky memastikan.

" Iya Bang," jawab Diah.

"Anak Bunda udah pulang dan gimana acara nya seru nggak?" tanya Bunda.

"Seru Bun Diah seneng banget tadi," jawab Diah antusias.

"Wah seru banget nih sampek bahagia banget kayak gini," ucap Ayah sambil mengelus rambut Diah.

"Dek masuk gih dan bersih-bersih terus istirahat," ucap Farhan.

"Iya Bang," jawab Diah langsung pergi setelah berpamitan.

"Aman lo Fen untung adek kita baik-baik aja kalo nggak gue tenggelamin lo di Amazone," ucap Gilang yang di setujui Farhan, Shandy dan Ricky.

"Kalian ini seharusnya kalian berterima kasih sama Fenly," ucap Bunda. Namun, tanpa memperdulikan ucapan Bunda Farhan, Shandy, Gilang dan Ricky langsung masuk.

"Abang marah ya Bun sama Fenly?" tanya Fenly.

"Nggak kok.  Diah kan adik perempuan mereka satu-satunya jadi mereka sedikit sensi," ucap Bunda.

"Mending sekarang Fenly pulang dulu ini udah malam atau kamu mau tidur di sini?" tanya Ayah.

"Nggak Yah Fen pulang aja," jawab Fenly.

"Ya sudah hati-hati ya," ucap Bunda dan Ayah.

"Iya Bun Yah," jawab Fenly yang langsung pergi sedangkan Ayah dan Bunda langsung masuk.

**

"Kalian nggak boleh gitu sama Fenly kan kasian Fenly digituin! dia jadi ngerasa bersalah dan juga takut kalo kalian marah sama dia," ucap Fina.

"Benar banget dan seharusnya kalian tuh seneng bukan nya bersikap kayak gitu! coba kalian liat wajah Diah tadi bahagia banget," timpal Melda. Namun, sepertinya ucapan Fina dan Melda hanya sebatas angin lalu saja bagi mereka membuat Fina dan Melda kompak menghela nafas.

Garis cintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang