#GARIS_CINTA
#PART_69
•
•
𝐃𝐢𝐚𝐡 𝗺𝐞𝐧𝐚𝐭𝐚𝐩 𝐅𝐞𝐧𝐥𝐲 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢 𝐡𝐚𝐝𝐚𝐩𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚𝐚𝐧 𝐬𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐤𝐞𝐬𝐚𝐥 𝐬𝐞𝐝𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐭𝐚𝐭𝐚𝐩 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐞𝐧𝐲𝐮𝗺-𝐬𝐞𝐧𝐲𝐮𝗺 𝐬𝐚𝐣𝐚 𝐬𝐮𝐧𝐠𝐠𝐮𝐡 𝗺𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧 𝗺𝐞𝐧𝐮𝐫𝐮𝐭 𝐃𝐢𝐚𝐡.
𝐒𝐞𝐩𝐞𝐫𝐭𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐛𝐢𝐜𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐅𝐢𝐧𝐚 𝐭𝐚𝐝𝐢 𝐬𝗼𝐫𝐞 𝐤𝐚𝐥𝐚𝐮 𝗺𝐚𝐥𝐚𝗺 𝐢𝐧𝐢 𝐤𝐞𝐥𝐮𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐅𝐞𝐧𝐥𝐲 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞 𝐫𝐮𝗺𝐚𝐡𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐬𝐚𝐚𝐭 𝐢𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐭𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐩𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐅𝐞𝐧𝐥𝐲 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐢𝐤𝐮𝐭 𝐤𝐞𝐞𝗺𝐩𝐚𝐭 𝐊𝐚𝐤𝐚𝐤 𝐧𝐲𝐚 𝐢𝐭𝐮 𝗺𝐞𝐧𝐣𝐚𝐰𝐚𝐛 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤.𝐭𝐚𝐩𝐢, 𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐫𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐅𝐞𝐧𝐥𝐲 𝗺𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐢𝐤𝐮𝐭, 𝐤𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐃𝐢𝐚𝐡 𝐭𝐚𝐮 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐝𝐚 𝐅𝐞𝐧𝐥𝐲 𝐬𝐞𝐩𝐞𝐫𝐭𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐢𝐚 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐩𝐮𝐫𝐚-𝐩𝐮𝐫𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐮𝐫 𝐬𝐚𝐣𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮𝐩𝐮𝐧 𝗺𝐞𝐫𝐞𝐧𝐠𝐞𝐤 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐀𝐛𝐚𝐧𝐠𝐧𝐲𝐚 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐢𝐤𝐮𝐭 𝗺𝐚𝐤𝐚𝐧 𝗺𝐚𝐥𝐚𝗺 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝗺𝐚.
"Cepetan ngomong Fenly Antariksawan!" kesal Diah karena sedari tadi Fenly tak bicara apa-apa.
𝐒𝐞𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝗺𝐚𝐤𝐚𝐧 𝗺𝐚𝐥𝐚𝗺 𝐭𝐚𝐝𝐢 𝐅𝐞𝐧𝐥𝐲 𝗺𝐞𝗺𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐢𝐳𝐢𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐛𝐢𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐚𝐡 𝐭𝐞𝐧𝐭𝐮 𝐀𝐛𝐚𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐚𝐡 𝐭𝐚𝐤 𝗺𝐞𝗺𝐛𝐞𝐢 𝐢𝐳𝐢𝐧. 𝐓𝐚𝐩𝐢, 𝐛𝐮𝐧𝐝𝐚 𝗺𝐞𝗺𝐛𝐞𝐫𝐢 𝐢𝐳𝐢𝐧 𝐡𝐚𝐥 𝐢𝐭𝐮 𝗺𝐞𝗺𝐛𝐮𝐚𝐭 𝗺𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚 𝐭𝐚𝐤 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐤𝐮𝐭𝐢𝐤 𝐚𝐩𝐚-𝐚𝐩𝐚.
"Kalo lo nggak mau bicara gue masuk aja, disini sama lo cuma ngabisin waktu gue aja," ucap Diah yang langsung berdiri. Namun, langsung di tahan oleh Fenly.
"Duduk bentar gue mau ngomong penting," ucap Fenly membuat Diah menghela nafas dan kembali duduk.
"Apa?" tanya Diah.
"Tuh kan diem lagi!" kesal Diah.
"Diah," panggil Fenly yang dibalas deheman dari Diah.
𝐅𝐞𝐧𝐥𝐲 𝐥𝐚𝐧𝐠𝐬𝐮𝐧𝐠 𝗺𝐞𝐧𝐚𝐭𝐚𝐩 𝐃𝐢𝐚𝐡 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐫𝐢𝐮𝐬 𝗺𝐞𝗺𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐃𝐢𝐚𝐡 𝐢𝐤𝐮𝐭 𝗺𝐞𝐧𝐚𝐭𝐚𝐩𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐫𝐢𝐮𝐬.
"Diah gu-" ucapan Fenly terpotong.
"Udah cukup lama lo ngomong sama adek kita," potong Shandy membuat Fenly menghela nafas.
"Ini udah malam, Diah butuh istirahat apalagi besok sekolah," ucap Gilang.
"Bentar lagi ya Bang please," pinta Fenly.
"Nggak bisa Fenly lo udah lama ngomong sama Diah, lagian ini malam nggak baik cewek sama cowok ngomong nya cuma berdua bukan muhrim," nasehat Ricky.
"Lima menit Bang, Fenly cuma minta waktu lima menit lagi buat ngomong sama Diah," pinta Fenly.
"Iya Bang kasih lima menit lagi ya," timpal Diah karena masih penasaran Fenly mau bicara apa.
"Diah adek kita yang paling cantik yang paling baik dengerin Abang ... Dek ini udah malam besok kan Diah mau sekolah, emang Diah mau ke siangan kalo tidurnya kemalaman dan besok telat datang ke sekolahnya mau?" tanya Farhan lembut sambil memegang bahu Diah hal itu sontak membuat Diah menggeleng sebagai jawaban.
"Ya udah yok masuk dan buat lo Fen maaf kita nggak bisa ngasih waktu lagi," ucap Shandy.
"Diah ini ponsel lo," ucap Fenly menghentikan langkah mereka.
"Ponsel," beo Farhan, Shandy, Gilang dan Ricky.
"Aaa ponsel gue siniin," ucap Diah senang dan langsung mengambil ponselnya yang berada di tangan Fenly.
"Kenapa ponsel Diah ada di lo Fen? Lo nyita ponsel Diah?" tanya Gilang dengan tatan mengintimidasi.
"Ah itu Bang," bingung Fenly saat semua mata tertuju padanya.
"Itu Bang tadi pas di sekolah Diah lupa letain ponsel Diah dan Diah pikir ponsel Diah ilang jadi Diah nggak nyariin ponsel Diah deh," ucap Diah asal.
"Serius?" kompak keempat Abang nya yang ia balas dengan anggukan.
"Makasih Fen karena lo udah nemuin ponsel gue," ucap Diah.
"Sama-sama," jawab Fenly.
"Udah yok masuk," ajak Ricky yang dibalas anggukan dari Diah.
*
*
*
"Alun!" panggil Diah saat ia menghampiri Alun ditaman sekolah pagi ini.
"Eh lo kenapa?" tanya Alun membuat Diah langsung duduk disamping Alun.
"Lun gue denger dari Mutiara sama Yanti bokap lo udah sandar dari komanya itu bener?" tanya Diah.
"Iya bener," jawab Alun.
"Gue boleh nggak dateng buat besuk bokap lo?" tanya Diah.
"Boleh lagian ngapain gue ngelang orang buat besuk bokap gue," jawab Alun membuat Diah tersenyum.
***
"Hah beneran lo? Lo nggak bohong kan Ra? Lo beneran jadian sama Fiki?" tanya Yanti.
"Iya seriusan Yan lagian mana mungkin gue bohong sama lo," jawab Mutiara.
"Pokoknya lo harus traktir gue, Alun, Diah sama Sherina nggak boleh nggak," ucap Yanti.
"Iya sekalian gue mau ngomongin ini juga sama Alun dan Diah," jawab Mutiara.
"Gimana ceritanya sih lo bisa jadian sama Fiki? Ya berarti gue nggak ada temen nya lagi dong buat ngejomblo," ucap Yanti.
"Mangkanya cari pacar biar nggak jombo terus," ucap Mutiara.
"Ih sombong banget sih mentang-mentang udah punya pacar," ucap Yanti.
"Iya dong," jawab Mutiara.
***
"Ye akhirnya setelah sekian lama lo balik juga ke butik seneng banget deh," ucap Safira saat Fina duduk di meja kerjanya.
"Namanya juga sibuk Fir," ucap Fina.
"Oh iya Fin gue turut prihatin sama apa yang nimpa keluarga lo gue harap kalian semua sabar ya," ucap Safira membuat Fina tersenyum.
Btw lo sekeluarga baik-baik aja kan?" tanya Safira.
"Iya kita baik-baik aja kok," jawab Fina.
"Fin sebenarnya apa yang terjadi sih kok rumah lo bisa kebakaran?" tanya Safira penasaran membuat Fina langsung menghentikan aktifitasnya tadi.
"Entah lah gue bingung banget," ucap Fina membuat Safira mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Garis cinta
Short Story#GARIS_CINTA #PROLOG * Sorry typo . . . Hay nama gue Diah, Diah Angelina Putri Kusuma. Gue punya lima saudara yaitu Bang Farhan Rama Kusuma ( Bang Han ), Bang Shandy Rama Kusuma ( Bang Shen ), Bang Gilang Putra Rama Kusuma ( Bang Lang ), Bang Ricky...
