#GARIS_CINTA
#PART_44
.
.
Kini Diah, Alun, Mutiara dan Yanti sedang berada di mall seperti yang mereka rencanakan tadi. Tapi, tak mereka berempat saja karena mereka bersama Fenly and the geng.
"Guys kalo yang ini bagus nggak buat gue," tanya Yanti.
"Yang ini lebih cocok buat lo Yan," ucap Mutiara sambil menunjukan baju untuk ibu-ibu.
"Lebih cocok ke lo sih, Ra." kesal Yanti
"Enak aja," protes Mutiara.
"Lun coba baju ini," ucap Fajri sambil memberikan baju pada Alun.
"Khm khm tenggorokan gue mendadak seret," ledek Mutiara.
"Nggak," tolak Alun.
"Di terima aja Lun baju nya juga bagus cocok tau buat lo," bujuk Diah.
"Ya udah iya," pasrah Alun sambil menerima baju yang Fajri berikan tadi.
"Ikut gue," ucap Fenly sambil menarik Diah
"Iiih apaan sih," kesal Diah sambil melepaskan genggaman tangan Fenly dari tangannya namun tenaganya tak sekuat Fenly.
***
Keluarga Kusuma
"Aduh Diah kenapa belum pulang juga ya? apa jangan-jangan terjadi sesuatu?" panik Gilang.
"Iya ya apa kita telpon aja tuh bocil," pikir Shandy.
"Kalo di telpon nanti Diah marah nggak di telpon kita yang khawatir," ucap Ricky.
"Seharusnya tadi kita nggak izinin Diah pergi," ucap Gilang.
"Iya setuju. Tapi, kalian liat kan tadi Diah keliatan seneng banget waktu di izinin pergi," ucap Farhan.
"Emang Bang Han nggak khawatir," tanya Ricky.
"Khawatir lah gimana kalo terjadi sesuatu sama Diah atau apa," jawab Farhan.
Fina, Melda, Amel dan Reyna hanya bisa geleng-geleng mendengar ucapan yang Farhan Shandy, Gilang dan Ricky lontarkan sedari tadi.
"Kan Diah baru aja pergi 20 menit lalu masak harus di telpon? lagian kan Diah pergi sama teman-teman nya dan di sana juga ada Fenly, Fajri, Fiki sama Soni yang bisa jagain Diah," ucap Fina.
"Iya kalian percaya kan sama mereka berempat? atau kalian nggak percaya?" tanya Melda.
"Percaya tapi tetap aja, ini pertama kali nya Diah pergi tanpa kita sebagai Abangnya jadi wajar kalo kita khawatirkan," ucap Shandy yang di balas anggukan dari Melda.
"Ya udah kita berdoa aja semoga Diah pulang dengan keadaan selamat," ucap Amel.
"Bener banget tuh kan percuma kalo kita cemas aja tapi nggak disertai doa," timpal Reyna.
***
Mall
Alun keluar dari ruang ganti dengan dress yang di berikan Fajri tadi membuat mereka menatap Alun kagum apalagi Fajri.
"Cantik ya Ji," tanya Fiki sambil menyenggol lengan Fajri.
"Cantik sih. Tapi, bukan tipe gue," jawab Fajri.
"Nanti nyesel baru tau rasa," gumam Zweitson namun di dengar oleh Fajri.
"Ngomong gitu lagi lo ke gue, gue hajar lo," sinis Fajri.
"Nggak ada yang takut sama lo," ucap Zweitson.
"Udah nggak usah berantem apalagi di depan mereka," lerai Fiki.
"Gimana penampilan gue," tanya Alun sedikit canggung.
"Sempurna banget Lun," jawab Yanti.
"Ada yang kurang," ucap Fajri sambil mendekat pada Alun.
"Apa?" tanya Alun.
Tangan Fajri terangkat untuk merapikan rambut Alun yang sedikit berantakan. "Baru sempurna."
"Thanks," ucap Alun yang di balas anggukan singkat dari Fajri.
"Diah kemana kok gak keliatan?" tanya Alun sambil mengedarkan pandangannya.
"Di tarik sama Fenly," jawab Mutiara.
"Kemana?" tanya Alun yang dibalas gedikan bahu dari Mutiara.
***
Di lantai tiga
"Fen sebenarnya lo tuh kenapa sih?" heran Diah.
"Maksudnya?" bingung Fenly.
"Ya lo tuh kenapa? kenapa lo hobi banget narik-narik gue? kan bisa gitu lo ngajakin gue baik-baik dan nggak usah narik-narik kayak gini! gue berasa jadi tawanan lo tau nggak?" ucap Diah dengan menggebu.
"Emang kalo gue ajakin lo baik-baik lo bakal mau? nggak kan?" ucap Fenly.
"Iya sih, ya udah lo mau ngapain ngajakin gue kesini? lagian gue juga udah selesai belanjanya," heran Diah.
Fenly langsung memegang kedua bahu Diah sambil menatap Diah membuat Diah bingung.
"Ih apaan sih lo," kesal Diah mencoba melepaskan tangan Fenly dari bahunya namun gagal.
"Fenly lepas! gue laporin sama Ayah, Bunda dan Abang gue kalo lo nggak mau lepasin gue," ancam Diah.
"Lo harus tau satu hal," ucap Fenly sambil menatap manik mata Diah.
"Apa?" tanya Diah sedikit penasaran.
"Sebelum gue genggam gak bakal gue lepasin," ucap Fenly.
"Maksud nya?" bingung Diah. Fenly langsung pergi begitu saja tanpa menjawab kebingungan Diah membuat Diah merutuki Fenly. Namun Diah tetap mengejar Fenly.
"Fenly tungguin gue," ucap Diah yang langsung mengandeng Fenly membuat Fenly langsung berhenti karena kaget dan menatap Diah seakan bertanya.
"Gue takut hilang," ucap Diah sambil mengukir senyum sebaik mungkin membuat Fenly langsung mengalihkan pandangan nya agar tak melihat Diah yang terbilang sangat imut di pandangan nya.
"Fenly," panggil Diah yang di balas deheman dari Fenly.
"Kalo Bella tau Fenly jalan sama Diah, Bella cemburu nggak?" tanya Diah.
"Kalo gue jalan sama Bella lo cemburu nggak?" tanya Fenly membuat Diah mengetuk dagunya.
"Nggak," jawab Diah sambil menggeleng.
"Ya udah berarti Bella kebalikannya," ujar Fenly membuat Diah mengangguk mengerti.
***
"Bang Vano serius kan sekolah itu mahal banget, emang Abang sanggup buat bayarin nya?" tanya gadis dengan rambut di kuncir dua.
"Iya Abang yakin," jawab Revano.
"Kamu mau kan Dek sekolah di sana?" tanya Revano.
"Mau Bang," jawab gadis itu.
"Jangan lupa ucapan Abang tadi ya," ucap Revano membuat gadis itu mengangguk paham.
***
Bandara
"Welcome to Indonesia gue merindukan mu apakah kau merindukan Kenzo?" ucap Kenzo
"Suprise pasti Fenly, Fajri, Fiki dan Soni kaget banget liat gue datang ke Indonesia, apalagi kalo gue ngasih kejutannya langsung jadi anak baru di sekolah mereka," monolog Kenzo sebelum memasuki mobil jemputan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Garis cinta
Short Story#GARIS_CINTA #PROLOG * Sorry typo . . . Hay nama gue Diah, Diah Angelina Putri Kusuma. Gue punya lima saudara yaitu Bang Farhan Rama Kusuma ( Bang Han ), Bang Shandy Rama Kusuma ( Bang Shen ), Bang Gilang Putra Rama Kusuma ( Bang Lang ), Bang Ricky...
