#GARIS_CINTA
#PART_37
.
.
Sorak ramai langsung menggema di koridor pagi ini saat Fajri tiba-tiba m3m3l*k Alun tentu hal itu membuat mereka berempat kaget dan membuat Reni mengepal erat kedua tangannya menahan amarah
"Eh lo apa-apaan sih" berontak Alun
"Biarin gue m3l*k lo sebentar aja." Alun tersentak saat mendengar nada suara Fajri yang mendadak berubah dan sedikit sendu
Perhatian sebagai teman satu sekolah muncul di benak Alun namun kan tetap saja ini koridor bagaimana jika guru melihat kejadian ini?
"Lepas Fajri gue malu di liatin orang-orang please gue mohon lepesin gue dan gue janji bakal temenin lo tapi jangan disini" pinta Alun
"Janji" tanya Fajri memastikan
Alun menghela nafas berat."Janji" jawab Alun membuat Fajri langsung melepaskan p3l*k4nnya dan menarik Alun
"Lun" panggil Mutiara sedang Alun ia hanya menoleh saja
"Udah yok pergi" ajak Diah
"Ayok" kompak kedua temannya namun langkah Diah langsung terhenti saat Fenly menahannya
"Why" tanya Diah
"Ikut gue" jawab Fenly yang langsung menarik Diah pergi tanpa persetujuan
"Ya elah gue malah di tinggal" kesal Fiki
"Son bareng ya" pinta Fiki saat Zweitson lewat
"Iya" jawab Zweitson membuat Fiki langsung pergi bersama Zweitson
"Kok Alun ngikut aja ya tanpa penolakan sama sekali" heran Yanti
"Kan Fajri pacarnya mangkanya Alun ngikut aja" jawab Mutiara
"Apaan sih lo Ra jawaban lo gak masuk 4k4l tau nggak" kesal Yanti
"Lah kok gak masuk 4k4l? masuk gitu aneh lo" protes Mutiara
Yanti langsung pergi begitu saja meninggal kan Mutiara membuat Mutiara mendumel kesal tapi tetap mengejar Yanti
**
"Iiih ngapain sih lo bawa gue ke taman" kesal Diah
"Lo tau kan tugas lo" tanya Fenly
"Tugas? tugas apaan?" heran Diah
"Lo harus jadi suporter gue hari ini" jawab Fenly
"Oh itu, iya gue ingat kok." jawab Diah
"Ya udah tunjukin gimana cara lo nge-support gue" suruh Fenly
Diah menghela nafas berat. "Fenly Fenly Fenly"
"Lo udah sarapan kan? lemas banget ke siput" ledek Fenly membuat Diah menatap Fenly tajam karena bisa-bisanya Fenly menyamakan nya dengan siput padahal seluruh Abang nya mengatakan bahwa ia seperti tuan putri sedang kan Fenly wah benar-benar mengesalkan sekali pikir Diah
"Berdiri terus suport gue yang seriusan gak usah lemes" suruh Fenly
"Ogah" tolak Diah
"Ya udah berarti ... " Fenly melihat pada Diah membuat Diah menghela nafas
"Iya iya" pasrah Diah yang ingin berdiri namun sebenarnya kepalanya terasa sangat pusing sehingga saat ia berdiri membuat nya hampir jatuh tapi untung saja Fenly sigap menahannya dan membawa Diah kembali duduk
"Lo lagi sakit" khawatir Fenly sambil mengecek suhu tubuh Diah menggunakan tangannya
"Ih apaan sih nggak usah sok perhatian deh" kesal Diah sambil menepis kasar tangan Fenly
"Gak usah GR gue ngelakuin itu cuma" ucapan Fenly terpotong
"Cuma apa? cuma apa? coba? coba jawab?" goda Diah yang mampu membuat Fenly langsung membuang muka membuat Diah terkekeh
'Perasaan sama Bella nggak pernah kayak gini' batin Fenly bingung
"Fenly" panggil Diah yang menahan tawanya
"Diem lo" kesal Fenly membuat Diah tertawa lepas
**
Keluarga Kusuma
"Kalian berdua mau kemana hari ini" tanya Bunda
"Emang kenapa Bun" tanya Fina balik
"Gak ada apa-apa" jawab Bunda
"Kalo Melda mau belanja bulanan hari ini" jawab Melda
"Fina nggak ada kerjaan jadi gue nemenin lo ya" pinta Fina
"Oke deh" jawab Melda
"Kapan kalian mau berangkat" tanya Bunda
"Nanti Bun agak siangan" jawab Melda membuat Bunda mengangguk paham
***
SMA CAKRAWALA
Rooftop
"Ada apa Ji cerita ke gue gue siap dengerin kok" ucap Alun karena sedari tadi Fajri tak bicara sama sekali
"Udah deh kalo lo nggak mau ngomong apa-apa gue pergi" kesal Alun yang langsung berdiri namun saat ia ingin melangkah langkahnya langsung terhenti
"Gue gak sanggup lagi" ucap Fajri menghentikan Alun yang ingin pergi dan membuat Alun kembali duduk
"Maksud ya" bingung Alun
"Orang tua gue benci sama gue sejak gue SMP dan gue gak sanggup lagi" jawab Fajri
Bukannya menjawab kebingungan Alun, Fajri malah membuat Alun semakin bingung.
"Karena apa kok orang tua lo benci sama lo" tanya Alun membuat Fajri menggeleng
"Cerita aja Ji siapa tau dengan cara lo cerita hati dan pikiran lo lebih tenang" ucap Alun
"Gak usah sok perhatian! gue tau kalo lo tau masalah gue lo juga bakal benci sama gue?!" bentak Fajri yang langsung menangkup wajahnya dalam lipatan tangan sedangkan Alun ia kaget, kesal dan bingung bercampur menjadi satu.
"Bunda Ayah Aji butuh Bunda dan Ayah" isak Fajri. eh tunggu isak? tak salah kah Fajri terisak di dekat Alun bahkan di dekat Reni atau siapapun itu Fajri tak pernah terisak ia Fajri hanya berani menangis saat sendirian dan saat Bersama keluarga Kusuma
Alun mengerenyit bingung bukankah tadi Fajri mengatakan bahwa orang tuanya membencinya? tapi kenapa sekarang? ya sudah lah mungkin saja Fajri merindukan kebersamaan mereka.
"Ji lo yang sabar ya" ucap Alun menenangkan membuat Fajri langsung terisak dalam p3l*k4n Alun karena Fajri tiba-tiba m3m3l*k Alun sedangkan Alun ia hanya bingung harus bersikap seperti apa.
"Sabar ya" ucap Alun sambil mengelus pundak Fajri agar lebih tenang
KAMU SEDANG MEMBACA
Garis cinta
Short Story#GARIS_CINTA #PROLOG * Sorry typo . . . Hay nama gue Diah, Diah Angelina Putri Kusuma. Gue punya lima saudara yaitu Bang Farhan Rama Kusuma ( Bang Han ), Bang Shandy Rama Kusuma ( Bang Shen ), Bang Gilang Putra Rama Kusuma ( Bang Lang ), Bang Ricky...
