Part 32

2.5K 225 7
                                        

Happy reading ya, guys! Jangan lupa vote dan komennya ya, teman- teman 🥰😉.

─────────ೋღ 🌺 ღೋ─────────
.
.
.
.
.

Di tengah kegelapan dua orang dewasa sedang berbicara dengan serius di balik pohon besar.

"Apa kau sudah melakukannya? "

"Aku gagal. Anak yang kusuruh itu sama sekali tidak berguna. Untung saja dia berhasil lolos dari mereka, " beritahunya.

"Kenapa bisa ketahuan? Apa kau tak membuat rencana dulu sebelum melakukannya? " tanyanya marah.

"Sudah, tapi aku tak tahu kalau kamar itu diawasi oleh seseorang. Sepertinya anak itu bukan orang biasa. Ada orang kuat yang menjaganya, " paparnya.

"Sepertinya aku tahu ... pasti dia! "

"Siapa? " tanyanya penasaran.

"Kau akan tahu nanti. Yang pasti dia adalah orang yang sama di masa lalu kita, " jawabnya sambil tersenyum miring.

"Apa rencana selanjutnya? " tanyannya.

"Masukkan dia kesekolah itu. Disana akan mudah melakukannya. Kau tahu maksudku, ' kan? "

Dia mengangguk, " Ya! "

"Lakukan dengan rencana yang matang. Jangan sampai mereka mengetahuinya. Aku akan menunggu kabarmu selanjutnya. Kali ini kau tidak boleh gagal!" Orang itu menghilang dari pandangannya.

"Sungguh merepotkan. Bagaimana cara aku melakukan ini? " tanyanya dengan nada khawatir.

Dia memutuskan untuk menemui anak itu. Dia harus berhasil menyelesaikan misi ini. Membunuh adalah tugas yang gampang baginya. Namun, harus dilihat siapa targetnya. Jika gagal, mungkin saja dia dalam bahaya saat ini.

Dia berjalan menuju sebuah rumah kecil. Dibukanya pintu dengan hati- hati. Belum sempat dia masuk, seseorang sudah memeluk perutnya.

"Ibu! Ibu kemana aja? Raka rindu! "

"Ibu cuma keluar sebentar. Kamu tidak tidur? Udah malem lho, " ucap wanita itu.

Dia menggeleng. " Raka menunggu Ibu, " jawabnya malu.

"Baiklah. Ayo, kita tidur! Besok kamu akan berangkat sekolah! "

"Sekolah? Sungguh? " tanyanya dengan wajah berbinar.

"Iya. Nah, anak Ibu yang pintar tidur ya, biar bisa bangun pagi besok, " bujuknya.

"Siap, Ibu! "

🌿🌿🌿🌿🌿

Kara dan Eun Woo sudah tiba di sekolah. Hari masih menunjukkan pukul 06. 35. Sebentar lagi bel masuk berbunyi. Kara menunggu Satria dan Andre datang.

"Kenapa mereka lama sekali? " gumamnya bete.

Tak lama Andre masuk ke kelas. Namun, dia hanya sendiri. Tidak ada Satria bersamanya.

"Bang, Bang Satria mana? " tanya Kara.

"Mengantar anak baru. Adek tahu nggak—"

Namaku karaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang