𝕓𝕚𝕤𝕞𝕚𝕝𝕒𝕙
Hai semuanya 😉
Aku udah up lagi nih.. selamat membaca dan Jangan lupa vote dan komen oke?👍
Terimakasih 🙏
Cuaca di desa saat ini tidak baik baik saja, perubahan iklim membuat beberapa orang jatuh sakit. Tak terkecuali dengan Aluna, Beberapa hari setelah pulang dari kota Aluna mulai merasakan tidak enak badan
" Ndukkk di minum dulu iki Obat ramuan dari bica mu" Rahma mengerakkan tubuh Aluna pelan saat Aluna tertidur nyenyak di kasur.
Aluna mengerang dengan pelan dan sadar dari mimpi indah nya.
Melihat ibuk memegang segelas air berwarna hitam membuat kening Aluna berkerut.
" Bagun dulu,,iki ada obat dari bica mu" ujar Rahma membantu Aluna untuk bersandar di ranjang.
" Bica mana buk?" Tanya Aluna Dengan wajah pucat hampir 2 hari ini ia terserang DBD dan pilek.
" Bica mu keluar ada yang mau di beli katanya...Kamu minum dulu ini takut dingin" aluna menerima gelas berukuran sedang yang berisikan air racikan Tante nya.
Aluna meneguk air obat itu baru seteguk tapi tengorakan nya tidak bisa di ajak kompromi.
" Di habis kan ndukk"
" Hemm.. pait bukk" ucap Aluna
" Wesndak popo, Kamu minum saja iku obat racikan turun temurun," Aluna kembali menghelas nafas pelan dan meneguk kembali'ramuan itu walaupun sedikit paksaan.
Sore ini halaman rumah Aluna tampak ramai, beberapa ibu" tetangga datang menjenguk Aluna dan membuat rujak buah, Bulan ini buah buahan yang mereka tanam sudah mulai berbuah beberapa anak anak yang ada di desa tampak saling bermain satu sama lain.
" Denger denger kata nya aluna di jodohin dengan Pram bener buk?"tanya kasma yang merupakan tetangga dekat Aluna, Rahma yang tengah memotong beberapa buah mengiyakan.
" Terus Aluna nya udah Nerima?? Kenapa nggak di jodohkan dengan yang lebih muda saja toh buk..secara kan Aluna Masih muda juga" ucap Rita menimpali ucapan kasma.
" Jodoh tidak ada yang tau buk.. niat nya saya begitu juga tapi Kehendak Allah endak ada yang tau...Pram memang sudah tua tapi Yoo saya sama bapak nya aluna seret ke Pram saja.. sampe sekarang sih Aluna belum Nerima wes minta doa nya saja" ucap Rahma yang di angguki ibu ibu lain.
Beginilah kehidupan didesa nilai kekeluargaan dan kebersamaan Masih terjalin dengan sangat kuat,,lain cerita kalau sudah ke kota.
"Mbok yo kamu jangan tidur terus Luna endak baik buat kesehatan" omel bica arti yang tengah memijat kaki Aluna, bayangkan saja Aluna tidur hampir seharian penuh dan belum ada 10menit bangun ia terasa ingin tertidur lagi.
" Suhu badan mu masih panas,, enggak mau ke Bidan saja periksa?" Tawar bica yang sudah kasihan dengan Aluna, wajah'pucat,badan panas dan ingus yang keluar dari hidung nya.
" Nggak perlu bica...ini bentar lagi sembuh di bawa tidur udah enakan" ucap Aluna dengan suara senggau, sesekali ia mengelap ingus yang keluar dari hidung nya.
" Yo wess...kamu pindah ke kamar..bica juga mau nengokin bapak mu yang lagi panen di belakang " Ujar bica yang di angguki Aluna, berjalan dengan hati hati menuju kamar untuk tidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjerat Cinta Mas Duda 🔞 (End)
Spiritual" Buk....mas Pram semalam megang dada ku" bisik Aluna di telinga Rahma, Rahma yang tengah menyusun piring itu melihat ke arah Aluna. Aluna dengan wajah memalas menatap ibu nya. " Terus kenapa toh nduk??" " Yo itu pelecehan bukk" Aluna merengek Deng...
