Ayah Pram balik lagi nih 💅💗
Jangan lupa vote dan komen 💗
---
" Endah?" Kaget Beberapa orang yang tengah duduk di ruang tamu,Mereka Menatap satu sama lain mengingat sesuatu yang dulu pernah terjadi antara pram, Aluna dan Endah.
Endah menduduk kan kepala nya saat melihat aluna sekilas terbesit rasa ketakutan yang ada pada diri Aluna melihat kedatangan Endah bersama Hasan.
" Masuk...Sini duduk" Ujar Haryo membuka pintu lebar lebar dan menyuruh Anak dan bapak itu untuk masuk, Kedatangan endah tidak Di sambut hangat oleh semua orang Bahkan Pram memilih untuk pindah di samping Aluna.
" Saya datang Kesini Mau minta Maaf tentang perlakukan Endah kepada Nak Pram dan juga istri" Ujar Hasan memulai pembicaraan, kedatangan nya disini tidak lain untuk Meminta maaf kepada keluarga Pram atas apa yang di lakukan anak perempuan nya itu.
" Sudah saya maaf kan Om" Ujar Pram menganguk,Hasan menyenggol lengan Endah agar Ikut meminta maaf atas apa yang sudah ia lakukan.
" S-ay-a Minta Maaf Mas, Saya...."
" Sudah saya maaf kan ndah" potong Pram cepat melihat kegugupan Endah saat berbicara,endah menelan ludah nya pahit saat mendongak tatapan sinis yang di berikan Seruni menghunus sampai ke jantung nya membuat ia kembali menduduk,Malu atas apa Yang ia lakukan.
" Haryo... Seruni Saya minta maaf sebesar besarnya atas apa yang sudah di lakukan Endah terhadap anak mu...Saya janji ini yang terkahir, saya akan bawa endah Ke pesantren Saya harap Kalian mau Mendoakan endah agar berubah " Ucap Hasan tegas membuat seluruh keluarga kaget.
" Yo mudah mudahan Endah wes dapet hidayah,Anak mu iku hampir buat aku jantungan " Ujar Seruni kesal yang di angguki hasan.
Setelah Acara permohonan maaf tadi Endah bersama Hasan bergegas Pulang Bahkan Rahma sempat memberikan beberapa makanan kepada hasan Agar bisa di makan dalam perjalanan pulang ke Sumatera.
Aluna Menghela nafas nya pelan memeluk tubuh Pram erat,Bahkan di posisi seperti ini ia bisa merasakan detak jantung Pram.
" Kenopo toh mah?" Tanya Pram lembut mengelus rambut Aluna, Aluna menggeleng dan memejamkan mata nya
" Kok aku kepikiran Endah ya?" Ucap Aluna gusar membuat kening Pram berkerut.
" Kenapa kepikiran hem?"
" Yo kepikiran saja..Nanti anak anak nya Siapa yang jaga?"
" Orang tua nya sayang "
"Tapi kan..."
"Sudah, ayok tidur "Ujar Pram lembut mengelus punggung Aluna yang masih saja Terjaga, Aluna mentap Pram sekilas yang sudah memejamkan mata lantas kembali ia peluk Pram dan ikut bergabung di mimpi Pram yang indah.
Kicau burung terdengar di sela rintikan hujan yang mengguyur desa, Setelah membereskan Rumah Aluna menyapu di teras rumah melihat beberapa orang yang lalu lalang entah kemana.
Merasa penasaran Aluna mengambil payung bergegas keluar dari pagar,Kening nya semakin Berkerut saat melihat segerombolan anak muda berlari kencang.
" Mas.mas.." Cegah Aluna pada salah satu Pemuda yang berhenti sejenak membuka sendal nya.
" Iya mbak" Ujar Pemuda itu ramah Dengan nafas ngos-ngosan.
" Iki orang rame rame pada mau kemana ya? Saya merhatiin dari tadi Banyak yang lari lari" Ujar Aluna menunjuk kearah kanan rumah yang langsung tertuju pada persimpangan jalan Besar menuju kota atau kabupaten.
"Iku mbak semalam ada mobil di begal terus katanya Penumpang nya meninggal" Ujar Pemuda itu membuat Aluna melotot kaget.
"Meninggal??" Beo Aluna merinding, Pemuda itu mengangguk setelah itu kembali berlari meninggalkan sendal nya Yang sudah putus, Aluna membalikan badan bergegas masuk kembali kedalam rumah untuk membangunkan Pram,Kedua mertua dan orang tua nya sudah Pulang kerumah masing masing mengingat pekerjaan mereka yang tidak bisa di tinggalkan, Dengan langkah cepat Aluna masuk kedalam kamar melihat Pram yang rupanya sudah terbangun dan saat ini tengah bermain dengan gendis.
" Yah ayah" Ujar Aluna panik mengikat rambut nya Dengan karet yang ia temukan di atas meja,Pram yang tengah mencium perut baby G menoleh
"Kenapa Mah?kok muka panik gitu?" Tanya Pram bingung.
" Ayah cepetan bangun...Iku tadi Mamah liat orang pada lari kesimpang katanya Semalam ada orang di begal terus penumpang meninggal,,Coba ayah pergi lihat" Ujar Aluna panik dan mengendong baby G.
" Oh.. yasudah ayah pergi dulu mamah di rumah saja " Ujar bangkit dan mengambil Hp nya sesampainya di pintu Pram kembali menoleh saat mendengar suara Aluna yang memanggil nya.
" Kenapa mah?" Tanya Pram cepat, Aluna berdecak dan melempar kan celana pendek pada Pram.
" Kalau mau pergi iku pake celana,endak usah pake sarung kalau nampak bisa gawat " Ujar Aluna kesal melihat Pram yang Ingin pergi tapi masih memakai sarung yang selalu ia pakai untuk tidur.
Sesampainya di lokasi Ternyata Para Warga Telah beramai ramai Mengangkat salah satu jasad yang masuk di got pembuangan air yang besar di pinggir jalan.
"Iki sudah ada yang nelfon polisi?" Tanya Pram dengan suara keras,Para Warga lantas menoleh ke arah Pram dan menggeleng
"Saya baru ngehubungi pihak puskesmas Pak" Ujar salah'satu warga yang ada di lokasi,Pram menganguk mengotak atik hp milik nya dan menghubungi salah nomor polisi kenalan nya yang bertugas di desa sebelah.
" Iku korban nya kayak Korban pemerkosaan juga saya lihat sudah bugil terus ada luka juga"
"Ini korban nya pakai mobil apa motor ya?"
" Aduhh saya jadi takut Keluar kalau kayak gini,"
Para ibu ibu yang ikut melihat di lokasi saling berbisik satu sama lain membuat Pram yang tadi nya menghubungi pihak kepolisian berhenti sejenak.
" Ini korban nya berapa orang Mas?" tanya Pram pada salah satu Warga
" 2 orang Mas... korban yang satu nya udah di bawa duluan ke puskesmas katanya masih sadar, kalau yang itu memang udah meninggal mas..Saya rasa korban'nya sempat di perkosa juga " Ujar Warga Yang seumuran dengan Pram itu, Pram Menghela nafas beristigfar dalam hati Dengan langkah pelan Ia membuka penutup badan itu dan betapa terkejutnya Pram saat melihat wajah endah yang Kaku...Jadi Korban pembegalan dan pemerkosaan semalam adalah hasan dan endah?
" Astaghfirullah" Pram mundur beberapa langkah saat penglihatan nya terasa buram.
" Endah" Gagap Pram tak percaya melihat perempuan Yang Semalam datang kerumahnya kini terbujur kaku Dengan keadaan telanjang,tak lama Sirine ambulance dan sirine mobil polisi terdengar Para Warga Yang Memenuhi jalan membuka Askes untuk mobil ambulance dan mobil polisi masuk.
Dengan langkah cepat para petugas puskesmas dan pihak kepolisian lantas mengerjakan pekerjaan mereka, jasad endah di masukan dalam kantung jenazah dan di masukkan dalam ambulance sedangkan pihak kepolisian Melakukan olah TKP dan memasang garis polisi.
Pram mengubungi seluruh keluarga dan menghubungi Ibu Endah yang ada di sumatera tentang kejadian yang ini,Tak lama para Sepupu dan juga orang tua Pram lantas pergi ke puskesmas,jasad endah di bawah ke puskesmas untuk sementara
" Mas... Pulang saja biar saya aja yang ikut ke puskesmas" Ujar salah satu sepupu Pram melalui sambungan telefon.
"Yo wes..Mas pulang,oh iya kamu tolong jemput ibu nya endah di bandara mas udah kasih tau" Ujar Pram
"Iyo mas...Tak matikan dulu assalamualaikum"
"Wassalamu'alaikum salam" jawab Pram pelan, Menghela nafas panjang Pram lantas pulang Kerumah, Sesampainya di rumah Aluna yang sudah cantik lantas terus bertanya kepada Pram.
" Korban nya Siapa Yah?"
" Cewek apa cowok?"
"Terus sekarang di bawa kemana?"
Pram yang tengah duduk di kursi meneguk segelas air putih dan melihat ke arah Aluna.
" Korban nya cewek cowok,Ayah endak tau mungkin Orang luar " Ucap Pram berbohong lebih baik seperti dari pada Aluna akan ketakutan sendiri di rumah nya, mengingat istri nya itu sangat penakut.
" Innalilahi " Ujar aluna menimang nimang baby G yang terlelap.
" Yaudah ayah mandi Gih..Iku mamah udah siapin Sarapan " Ujar Aluna menyuruh Pram untuk Mandi.
----
Yang mau Endah mati Nih author turutin hahahaha 🤣😊
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjerat Cinta Mas Duda 🔞 (End)
Spiritual" Buk....mas Pram semalam megang dada ku" bisik Aluna di telinga Rahma, Rahma yang tengah menyusun piring itu melihat ke arah Aluna. Aluna dengan wajah memalas menatap ibu nya. " Terus kenapa toh nduk??" " Yo itu pelecehan bukk" Aluna merengek Deng...
