Menuju hpl

16.5K 820 44
                                        

Ayah Pram balik lagi nih 💅
Jangan lupa vote dan komen 🌝💅

Selamat membaca.

-----




" Mbak Aluna tadi nabrak ayam selepas dari jemput Zira...Terus kecebur di Sawah...Saya tadi ngeliat nya mbak Aluna udah pingsan" Ujar Perempuan yang memakai kerudung pasang dengan warna yang cerah..Ia Duduk di samping Pram dan menyerahkan Gunci motor milik Aluna tadi.

" Ah terimakasih mbak, Oh iya ini ada sedikit rezeki buat Mbak nya" Ucap Pram menyerahkan beberapa lembar uang, Perempuan tadi berniat untuk menolak pemberian Pram namun pram tetap kekeh yang akhirnya diterima oleh perempuan itu.
Waktu menunjukan Pukul 8 malam, Beberapa sanak saudara Jauh Pram dan Aluna satu persatu datang menjenguk Aluna yang kini terbaring lemah di atas bankar.

" Yo Perut mu kowe Sudah sebesar iki...Masih saja mau kelayapan bawa motor, mbok yo dipikir toh nduk" Ujar  Rahma geleng- geleng kepala, tak habis pikir Dengan tingkah Aluna yang diluar nalar.

" Ta...."

"Sudah Jangan mengoceh...makan saja.kalau di kasih tau iku didengar"

"Sudah toh buk" Tegur Wira Yang duduk lesehan di bawa, memberi peringatan pada Rahma yang sedari tadi terus menoleh.

" Yo anak mu Iki"

"Yo wes anak ku, sudah..malu diliat orang Banyak"  Ucap Wira yang mendapat desakan kesal dari rahma.
Suasana hening beberapa saat saat beberapa keluarga lebih fokus bermain ponsel dan melihat layar tv yang menampilkan suatu berita yang tengah hangat di perbincangkan.

"Masuk puskesmas lagi? Menantu wira iki hobi sekali masuk rumah sakit apa lagi bikin orang susah " Suara lantang yang terdengar dari arah pintu membuat atensi beberapa orang terganggu.

" Bukkk" Decak malas seorang perempuan muda yang membawa bingkisan untuk Aluna tak lain adalah ayu.
Renata berjalan angkuh Dan duduk di atas kursi plastik melihat ke Arah Pram.

" Tak denger denger besok iku katanya mau dirujuk ke kota? Pram Pram istri mu iku ada ada saja" Cibir Renata.

"Gak usah di dengerin kk.. Mulut ibuk memang kek gitu...kk apa kabar? " Tanya Ayu mendekati Aluna yang tersenyum kikuk menatap Ayu.

" Hem Alhamdulillah baik yu..Kamu apakabar?"

"Baik kk...ini Ada oleh-oleh...Oh Iya kk besok mau dirujuk ya?" Tanya Ayu Memijat lengan Aluna yang bebas oleh infuse.

" Hem iya... soalnya bayinya sungsang" Ujar Aluna memegangi perut nya terkadang masih keram akibat benturan di badan jalan tadi.

" Mudah mudahan di perlancar kk...oh iya Gendis mana?" Tanya Ayu menatap sekeliling tidak mendapati anak semok Pram itu.
Aluna menggeleng tak tahu juga.

" Yah... Gendis kemana Yah? " Tanya Aluna pada pram yang tengah sibuk menyusun beberapa berkas yang akan di bawa kerumah sakit kota besok.
Mungkin kalau tidak ada halangan persalinan Aluna kali ini Akan SC Mengingat Anak Pram yang masih sungsang di dalam sana Padahal hpl sudah melewati tanggal perkiraan.

" Tadi iku di depan, ngeliatin Ikan yang ada di aquarium" Ucap Pram Menatap aluna.

"Lihat dulu yah..Mamah takut nanti kenapa - kenapa" Ucap Aluna.

"Yo wes tak lihat dulu "

Pram pun bergegas bangkit, walaupun lutut nya terasa ngilu setiap kali ia akan bangun dari duduknya.

" Permisi...Mbak nya iku ada ngeliat bocah perempuan pakai baju princess? Tadi iku ada disini " Tanya Pram pada perempuan muda yang duduk di kursi tunggu, perempuan muda itu mengerutkan dahi dan menggeleng.

" Ckk.. Gendis... Gendis " Decak Pram Menghela nafas lelah, kemana lagi pergi nya sang anak? Memang anak Pram yang satu itu harus dijaga Dengan ekstra.

Pram terus memutari Puskemas di ikuti Dengan Beberapa satpam di belakang nya, beberapa ruangan yang di diduga gendis ada disana terus di cek oleh Pram namun hasil nya inhil.

" Sepertinya iku anak bapak keluar dari area puskemas iki dari tadi endak ketemu" Ujar salah satu satpam setelah mengecek Area Gudang Puskemas, Pram menghembus nafas nya pelan Seakan dengan degup jantung nya yang tak karuan.

" Mbok yo kalau punya anak iku yo dijaga kalau seperti iki... Siapa yang mau disalahkan?" omel Renata membenarkan jilbab nya seluruh sanak saudara berhamburan keluar dari ruangan Aluna untuk mencari Bocah ingusan itu, Bahkan sedari tadi Aluna terus menangis saat Gendis Belum ditemukan .

" Sudah!!! Jangan cengeng seperti iku...Budeg Telinga ku dengar nya" Omel Renata ia merenggut kesal saat Aluna terus menangis di atas bankar, Aluna mengigit bibir bawah nya pelan saat tak sengaja'menatap Renata yang angkuh disana.
Renata Menganti sendal nya dan berjalan ke luar ruangan untuk ikut mencari gendis.

" Lapor polisi saja mas... seperti nya betul kalau Gendis iku hilang atau di culik" Ujar salah satu keponakan Pram.

" Kit....."

"Mas itu di Aquarium apa?" Ucap sekaligus tanya Ayu Menujuk ke Arah aquarium ikan yang sedikit aneh.

" Iku ada rambut? Boneka?" Beo Rahma mendekati Aquarium itu.

" Nenek" Ujar Gendis centil berdiri dari dalam aquarium, Rahma tersentak Dan bingung beberapa saat, setelah sadar rahma lantas tertawa dan memeluk tubuh Gendis yang sudah basah kuyup dan mulai pucat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Nenek" Ujar Gendis centil berdiri dari dalam aquarium, Rahma tersentak Dan bingung beberapa saat, setelah sadar rahma lantas tertawa dan memeluk tubuh Gendis yang sudah basah kuyup dan mulai pucat.

"Nenek ikan nya bagus" Ucap gendis memperlihatkan ikan nemo yang sudah mati pada Rahma.

" Wallah Gendis gendis, Ajaib'memang anak mas Iki" Ujar Ayu geleng geleng kepala, Pram tersenyum kecil menelfon mertua laki -lakinya dan mengabarkan bahwa cucu kedua nya telah ditemukan bersama para ikan hias yang sudah mati.
Para pegawai Puskesmas tercengang dan saling bertanya satu sama lain.

( Itu anak Pram sama Aluna?) Kok beda sekali dari yang pertama.

( Itu anak Pram sama Aluna?) Kok beda sekali dari yang pertama

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



----

Yolo Yolo
Halo kawan -kawan Rindu Gendis gak?

Terjerat Cinta Mas Duda 🔞 (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang