𝕓𝕚𝕤𝕞𝕚𝕝𝕒𝕙
𝕛𝕒𝕟𝕘𝕒𝕟 𝕝𝕦𝕡𝕒 𝕧𝕠𝕥𝕖 𝕕𝕒𝕟 𝕜𝕠𝕞𝕖𝕟
𝕋𝕖𝕣𝕚𝕞𝕒𝕜𝕒𝕤𝕚𝕙 𝕤𝕦𝕕𝕒𝕙 𝕞𝕖𝕞𝕓𝕒𝕔𝕒 🙏
---
Kiacau burung dan suara hewan lain dari arah belakang rumah menemani Aluna yang tengah menjemur beberapa baju yang beberapa hari ini Belum ia cuci.
Matahari sudah mulai terik.. mengingat jam yang sudah menunjukkan pukul 10 Pagi.
" Huu ..capek" ucap Aluna meletakkan baskom yang ia pakai tadi kedalam kamar mandi... langkah'kaki nya membawa Aluna untuk pergi melihat isi kulkas masakan apa hari yang ia akan masak.
Hari ini Pram akan makan siang di rumah..karena pekerjaan nya yang akan selesai sebelum jam makan siang .
Memotong beberapa sayur seperti wortel..dan kentang Aluna berencana akan membuat sayur sop dan stok ikan nya masih ada.
" Gini toh...jadi istri" gungam Aluna tangan nya dengan lincah memotong beberapa bahan masakan.. memasukan bumbu tanpa ia takar... Aluna Memang sudah pandai dalam hal memasak sejak ia menginjak kelas 5 SD.
" Assalamualaikum Mama .... Zira pulang" Suara cempreng dari arah pintu membuat Aluna memutar badannya seratus derajat... melihat zira yang tengah menyeret anak kucing berwarna putih dengan Sebuah tali...mata Aluna melotot dengan cepat menghampiri Zira.
" Wa'allaikum salam sayang...ya Allah kucing nya kenapa kamu seret? Kan dia kesakitan nak" ucap Aluna mengelus pipi bulat Zira setelah itu kembali melihat ke arah anak kucing yang tengah meraung-raung dengan luka di kepalanya.
" Zira ketemu kucing ini di got... Zira mau gendong kucing nya tapi Bauk yaudah Zira seret aja.. kucing'nya zira pelihara boleh mah? " Tanya zira, Aluna menghembuskan nafas nya pelan.
" Yaudah Boleh...tapi kamu langsung bawa kucing nya kebelakang ya...masukin di kandang kelinci dulu...terus nanti kita mandi in... tapi kamu tarik nya jangan kekencangan oke" ucap Aluna yang di angguki zira..zira melepaskan tas nya dan berjalan ke arah pintu belakang dengan sesekali menoleh ke arah kucing kecil itu.
" Mah"
" Astaghfirullah" Aluna terlonjak kaget'saat sebuah tangan menepuk pundak nya.
" Mama ngapain disini? Tadi ayah manggil manggil nggak ada yang nyaut" Tanya Pram..aluna mengambil tas kerja Pram dan meletakkan nya di atas meja.
" Iku tadi aku lagi merhatiin Zira... Moso dia pulang pulang bawa anak kucing katanya ketemu di got " Aluna membantu melepaskan kaos kaki yang di pakai Pram dan tak lama setelah itu Zira kembali datang Dengan sebuah centong di tangan nya.
" Mama kucing nya nyakar Zira...nih liat..tangan zira jadi luka...kucing nya nakal Zira gak suka..papa kucing nya bawa pulang ke got lagi aja" adu zira memperlihatkan lengan yang tercakar darah zira terlihat sudah keluar dari luka cakaran itu... Aluna menoleh dan langsung menggendong tubuh zira membawa nya kedekat Pram.
" Kok bisa di cakar sayang...padahal dari tadi loh kucing nya kamu seret..." Ucap aluna mengambil tisu dan membersihkan darah yang keluar dari tangan Zira.
" Tadi kucing'nya zira celupin di baskom ehhh kucing nya ngamuk malah nyakar zira" oceh anak perempuan yang masih mengenakan baju seragam sekolah itu.
" Yo seharusnya kucing'nya kamu masukin kandang dulu...nanti di semprot ya kalau kamu langsung Cemplungin di baskom ya wes sudah ngamuk kucing nya" ucap Pram mengelus pucuk kepala Zira.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjerat Cinta Mas Duda 🔞 (End)
Espiritual" Buk....mas Pram semalam megang dada ku" bisik Aluna di telinga Rahma, Rahma yang tengah menyusun piring itu melihat ke arah Aluna. Aluna dengan wajah memalas menatap ibu nya. " Terus kenapa toh nduk??" " Yo itu pelecehan bukk" Aluna merengek Deng...
