" Buk....mas Pram semalam megang dada ku" bisik Aluna di telinga Rahma, Rahma yang tengah menyusun piring itu melihat ke arah Aluna. Aluna dengan wajah memalas menatap ibu nya.
" Terus kenapa toh nduk??"
" Yo itu pelecehan bukk" Aluna merengek Deng...
Ayah Pram balik lagi nih 💅 Jangan lupa vote dan komen 💗 Maaf typo 🙏 Selamat membaca teman teman 💗💗💗
-------
Ada yang mau author omongin nih.🙂 Minal 'Aidin wal-Faizin Ya kakak'² 💗 Terhitung telat sih ngucapin nya tapi gak papa 🙂💗 Author minta maaf Ya kalau sekiranya ada ucapan atau apapun itu yg tidak mengenakan dari cerita ini Mohon di maafkan ya Teman-teman 💗🙏
Author dan Keluarga Pram sekeluarga Mengucapkan Minal 'Aidin wal-Faizin Mohon maaf lahir dan batin 💗
-------
"Mamah Zira mau ikut make Mobil ini" Rengek Zira saat Aluna dibawa masuk kedalam Mobil ambulance desa.
" Sempit nduk..endak bisa bebas ikut sama Kakek saja sama adik mu" Ucap Aluna membenarkan letak selimut nya saat petugas puskesmas membenarkan posisi nya di dalam mobil.
" Tapi..."
" Yo wes..ikut sini saja tapi duduk di depan ya dekat om nya" Ujar Pram tak mau ambil pusing.
" Tapi jangan takut ya kalau mobil nya ada suaranya" Celetuk Supir ambulance yang tengah mempersiapkan diri untuk menyetir.
" Gak papa om... kemarin Zira ke bali,Mobil nya malah ada lampu warna warni terus ada tv" Ucap Zira polos membuat orang orang yang ada di dalam mobil ambulance tertawa renyah.
" Loh iki apa buk?" tanya Pram pada sang ibu yang tampak kesusahan menaruh barang di dekat kaki Pram yang tengah memperbaiki posisi Aluna agar tetap nyaman.
" Peralatan untuk anak mu"
" Memang nya endak muat lagi di mobil bapak?"
" Sudah endak muat, di mobil Bapak mu sudah penuh dengan barang anak gadis mu itu, Pram menghela nafas setelah itu menganguk saja toh dia tidak bisa melawan
" Gendis ikut mobil Bapak kan yah?" Tanya Aluna.
" Iya...iku dia duduk paling Depan dekat bapak" Tunjuk Pram pada Gendis yang sibuk mengabiskan minuman dinginnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Gaya Sekali anak mu Yah yah" Ucap Aluna geleng geleng kepala,Pram tersenyum kecil mengelus perut Aluna yang membuncit.
" Kalau besar endak usah kyk mbak mu iku ya Le...Ayah Sudah pusing" Ujar Pram pelan membuat Aluna cekikikan. Perjalanan pun dimulai, Cuaca pun sedikit tidak mendukung dimana Gerimis mulai datang dimana saat mobil ambulance melewati ruas jalan yang sedikit rusak karena tidak di perbaiki beberapa tahun itu.
" Kalau Perut nya sakit bilang toh ya Mah...Endak usah di tahan tahan" Ujar Pram yang di angguki aluna.
" Mamah tidur aja, Iki masih lama sampe nya" Ujar Pram menarik selimut dan menutupi tubuh aluna Hingga batas dada.