" Buk....mas Pram semalam megang dada ku" bisik Aluna di telinga Rahma, Rahma yang tengah menyusun piring itu melihat ke arah Aluna. Aluna dengan wajah memalas menatap ibu nya.
" Terus kenapa toh nduk??"
" Yo itu pelecehan bukk" Aluna merengek Deng...
Ayah Pram balik lagi nih 🤩 Jangan lupa untuk vote dan komen Salam sayang dari Gendis
Malam ini suasana desa agak sedikit berbeda, adanya' pergelaran musik dan pasar malam membuat semua warga datang berkunjung ke lapangan tempat diadakannya acara dan pasar malam.
" zia sama ken udah bobok buk, iku susunya udah ta siapin sama popok nya juga" Ujar Aluna yang tengah memasukan tisu kedalam tas mini yang ia bawa sang ibu mengangguk sambil menyuapi Gendis sayur sop.
" Iyo, pulang nya ojo tengah malem" ujar seruni yang dianguki Aluna.
"Ngeh buk, Gendis mama keluar dulu jangan nakal oke" ujar aluna sedangkan sang empu hanya diam membuang muka sama persis seperti Aluna saat marah pada Pram
" Nanti mamah belikan iku gulali" ujar aluna coba membujuk anak wedok nya itu
"Amaa es krim" cicit gendis yang hampir tak terdengar. Aluna tersenyum kecil mengelus rambut gendis
" Oke nyonya besar" ujar Aluna.
" Naik motor aja yah, wong rame mosok naik mobil" Ujar Aluna saat melihat Pram berdiri di depan mobil
" Yakin? Kalau hujan piye?" Tanya Pram karena cuaca beberapa hari ini sulit ditebak.
" Ya neduh toh yah, lebih sosweet naik motor yah kayak anak muda" ujar Aluna terkekeh dan mengeluarkan Vespa hijau sage milik nya
"Hemm bilang aja mau peluk2 ayah" ujar Pram naik ke atas motor diikuti dengan Aluna, Aluna mencibir dalam hati GEER. Tampak jalan setapak hingga jalan besar dipenuhi oleh kendaraan belum lagi masyarakat yang berjalan kaki menuju lapangan acara seperti ini hanya beberapa kali setahun terjadi maka dari itu masyarakat desa sukasari bahkan desa tetangga berbondong bondong datang ke acara
" Dulu kalau ada acara seperti ini ayah..."
"Ayah ketemu sama janda ayah'?" Potong Aluna sewot menatap pram
" Suudzon" ujar Pram menatap Aluna yang memeluk erat lengan nya
" Lah terus? Mamah kalau ada acara begini mamah jadi cegil terus mojok disana tuh" ujar Aluna menunjuk ke sembarang arah, Pram membuang nafas kasar mendengar ucapan Aluna.
" Apa iku cegil?" Tanya Pram perasaan nya sekarang ini banyak sekali kata kata gaul yang tidak ia ketahui
" Cari aja sendiri, mamah mau jajan " Ujar Aluna melepaskan pelukan nya dan berlari kecil kearah penjual cilok kalau seperti ini Pram sedikit tidak percaya diri orang orang pasti akan mengira dirinya adalah Paman atau mungkin ayah' dari Aluna yang semakin hari semakin cantik.
"Mamah tambah cantik ayah' makin pusing" ujar Pram dalam hati
Suasana pasar malam cukup ramai, belum lagi permainan yang ada semakin banyak dan berbagai jenis saja, dahulu seingat Pram hanya ada bianglala namun sekarang ada kora - kora yang Pram yakin ia akan pusing disana.
" Yah ayah endak mau jajan? Liat nih mamah udah jajan sebanyak ini" ujar Aluna mendekati pram dengan berbagai jajanan di tangan nya.
" Ayah ke pengen mamah aja" ujar Pram membuat Aluna melotot kan matanya.
" Hemm ayah pengen kopi yang di sana, mamah duduk aja dulu disini" ujar Pram yang dianguki Aluna setelah memastikan Aluna benar benar duduk Pram lantas berjalan menuju stand penjual kopi sedangkan Aluna sibuk menikmati jajanan yang ia beli.
" Uhhh telur gulung" ucap Aluna saat melahap telur' gulung versi jumbo yang ia beli ia seperti anak gadis disini padahal ia sudah beranak 4 Semakin larut pasar malam Disini semakin ramai para anak muda desa datang bahkan terlihat beberapa perempuan centil sengaja mondar-mandir mencari perhatian ke para pemuda yang datang.
" Lunaa?" Seru seseorang dari samping membuat Aluna menoleh terlihat laki laki berambut pendek dengan celana sebatas paha tersenyum pada nya
" Hemmm... bima?" Ujar Aluna
" Betul banget, gue bima" ujar bima menjulurkan tangan nya Aluna menyabut hangat dan menyambut baik bima
" Kok kamu Masih ingat aku sih bim"
"Yo Siapa ya endak ingat ibuk bendahara yang galak iki" ujar nya mengelus kepala Aluna yang tertutup jilbab membuat Aluna menelan ludah. Bima adalah ketua kelas sewaktu mereka di smp setelah lulus smp Bima melanjutkan pendidikan ke kota dan sekarang mungkin bima telah menjadi abdi negara sesuai dengan cita-cita nya dulu.
" Sendiri aja lun?"tanya Bima Aluna menunjuk ke arah Pram yang terlihat masih mengantri disana
"Oh sama paman mu? Berdua aja? Aku gabung boleh?" Tanya bima membuat Aluna tersenyum kikuk bisa ngambek seminggu sang suami kalau begini ceritanya.
"Emhh..Aku duluan ya bim.. permisi" ujar aluna cepat meninggalkan bima yang mengkerut kan alisnya bingung.
"Yah Belum selesai? Tanya aluna mendekati pram
"Ini udah... kenapa mah? Mau naik permainan?" Tanya Pram
"Hemm mamah pengen beli aksesoris aja, endak lucu kalau mamah naik kora2 " ujar aluna memeluk erat lengan Pram membawa nya ke arah stand yang menjual aksesoris, setelah itu ia kembali menjelajahi seluruh stand hingga mereka tak sadar mala yang semakin larut kedua nya asik menikmati jajanan yang mereka beli dan menikmati waktu berdua Aluna benar benar bahagia malam ini. Tak lama dari itu sebuah pesan masuk di hp milik Pram tertera nama Sang ibu mertua disana.
Tring
" Halo...ini endis ayah, Eli in Eskim oklat sama jajan Lopyou ayahh"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.