Ayah Pram balik lagi nih 💅
Jangan lupa vote dan komen 💗
Selamat membaca
--------
" Sudah to Mah nggambek nya...Wong Ayah tadi kelepasan" Ujar Pram merasa bersalah pada Aluna yang tidur membelakangi Tubuh nya,Aluna tampak beberapa kali mengoyangkan lengan nya saat di pegang oleh Pram.
" Mamah iku...Cantik te.."
"Bohong!!!" Aluna memotong ucapan Pram saat pria itu berbicara,Pram menghela nafas dan memeluk pinggang Aluna walau sedikit kesusahan karena terhalang perut pram yang buncit.
" Endak baik marah marah gini.. Nanti cantik nya hilang loh" Rayu Pram mengelus cabang bayi yang ada di dalam perut Aluna.
"Endak usah Rayu rayu endak mempan!!" Ujar Aluna kesal memukul tangan Pram pelan.
"Yasudah..Ayah harus apa biar mamah endak Marah lagi?Hem" Tanya Pram, Aluna melirik pram sebentar setelah itu berucap.
" Mamah mau Mie Ayam sekarang" Ujar Aluna ketus dan mengabil ponsel nya, Melihat lihat ada kah pesan Yang masuk di Wa nya.
"Banjir gini mbok yo cari dimana mah? ayah yakin warung mie ayam langganan mamah iku sekarang tenggelam" Ujar Pram
"Ohhh endak mau beli in??? yasudah" Ujar Aluna kesal Dengan wajah garang Menatap Pram,Pram Menghela nafas sebentar
"Yo wes tak Carikan...Mamah di sini saja endak usah Mondar mandir Iki di bawah rumah lagi Air pasang" Ujar Pram bangkit Menganti sarung nya Dengan Celana pendek dan koas oblong hitam.
" Hemmm...mamah mau 2 Saos nya banyakin" Ujar Aluna pelan bersandar di ranjang yang terbuat dari kayu jati itu..Pram menganguk dan mengambil 2 lembar uang dalam dompet nya.
"Oh iya ayah'lupa" Ucap Pram saat sampai di daun pintu..Aluna mengalihkan perhatian nya dan melihat pram berjalan kembali ke arah nya.
"Lupa opo yah?" Tanya Aluna,Pram menurunkan sedikit Tubuh nya dan mencium perut buncit Aluna setelah itu bergegas keluar dari kamar sedangkan Aluna melotot kan mata jadi suami nya itu berbalik tadi hanya untuk mencium anak nya saja? Dan dirinya tidak?
" Awas Kamu Pramono" Greget Aluna seakan-akan mencakar wajah Pram.
" Ayah mau kemana?" Barusaja Pram Hendak Turun dari rumah pertanyaan dari putri nya itu menghentikan langkahnya.
"Mau cari makan Nduk..."
"Ikutt"
"Ituutt Ayah" Gendis yang tengah berenang di bawah ikut berseru saat mengetahui sang Ayah ingin pergi.
" Sebentar aja...Ayah cuman mau kedepan" Ujar Pram,gendis dan Zira kompak menggeleng.
"Potokna itut!!" gendis melipat kedua tangan nya di depan dada melihat pram dengan Wajah Datar,Pram menghela nafas mau tak mau harus kembali masuk kedalam rumah untuk mengambil Perahu karet'yang Belum ia pompa semoga saja Aluna tidak marah kalau dirinya sangat lama mencari Pesanan istri nya itu.
" Iki dayung Gendis...Punya Zira yang ini" Pram memberikan kedua anak nya dayung plastik Satu set Dengan Perahu berukuran Sedang ini.. Gendis tampak kesenangan dan mulai Mengambil posisi untuk berdayung.
" Jangan gerak gerak wes Jatuh kepala mu kepentok Aspal " peringat Pram Saat Zira asyik mengabil beberapa Barang yang hayut seperti mainan anak dan lain lain yang entah dari mana asalnya.
" Waduh pak Pram ngungsi juga?" Tanya Suryo Yang tengah berdiri di pinggir jalan raya melihat hamparan sawah Dan Beberapa rumah tenggelam, Debit air semakin tinggi karena kemarin sore Air hanya sebatas pos ronda tapi saat ini Air hampir naik di jalan raya .
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjerat Cinta Mas Duda 🔞 (End)
Spiritualité" Buk....mas Pram semalam megang dada ku" bisik Aluna di telinga Rahma, Rahma yang tengah menyusun piring itu melihat ke arah Aluna. Aluna dengan wajah memalas menatap ibu nya. " Terus kenapa toh nduk??" " Yo itu pelecehan bukk" Aluna merengek Deng...
