Jangan lupa vote dan komen 💗
Selamat membaca 🙏
Maap typo 🙏
---
Kepergian Aluna beberapa hari kerumah orang tua nya, membuat Seruni atau pun suaminya Merasa ada yang tidak beres antara Anak dan menantu nya itu.
Tidak mugkin kan seorang Aluna pergi tanpa pamit pada anak nya?.
Seruni memijat pelipis nya Pusing saat mendengar suara tangis nan cempreng milik Zira Yang memenuhi ruang tamu, anak perempuan itu tampak mengamuk dan melempar beberapa barang yang ada di dekat nya.
" Udah yo ndukk...endak usah nangis nanti kita jemput mamah Aluna oke" bujuk Seruni menggendong tubuh Zira dan membawa nya ke kamar.
" Udah ya nangis nya..kan sekarang ayah lagi jemput mamah Aluna bentar lagi sampai kok "Ucap Seruni memeluk tubuh Zira yang berkeringat anak itu sangat aktif melempar seluruh barang yang ada di ruang tamu.
Zira menggeleng dan memeluk Seruni erat.
" Zira nakal ya nek? Jadi mamah pergi " Tanya Zira menegelamkan Wajah nya di ceruk leher Seruni, Seruni menggeleng dan mencium tangan Zira.
" Zira endak nakal kok, Mamah luna pergi karena bosen aja di rumah makannya balil kerumah nenek Rahma,Zira makan dulu ya nenek suapin" Ujar Rahma mengambil sesendok nasi dan lauk dari atas piring yang sebelumnya ia bawa di dalam kamar, Zira mengangguk lesu dan menerima suapan dari Seruni yang memasak makanan favorit nya.
Seruni menghela nafas Ia semakin yakin ada yang tidak beres di rumah' tangga anak nya itu.
Lain hal nya Dengan Aluna setelah noval mengajak nya ke kafe kini mereka berdua telah sampai di rumah, Noval tidak Ingin meninggalkan Aluna yang sendiri karena beberapa menit setelah mereka sampai Wira dan Rahma pamit pergi pengajian ke salah satu rumah warga maka dari itu Saat ini Aluna tengah tertawa lepas saat Noval menceritakan masa kecil mereka saat bermain lumpur di sawah saat Musim hujan tiba.
" Aku inget banget val..kamu iku sempat di lilit ular'sawah Waktu main agak jauh betul kan?" Ujar Aluna memegangi perutnya yang sedikit ngilu akibat tertawa terlalu lepas.
" Iyo.. kalau ingat iku merinding,jujur sampe sekarang aku iku agak takut lihat ular" Ucap noval merinding membayangkan kejadian beberapa tahun silam saat kaki nya di lilit ular sawah yang berukuran sedang.
Setelah mengucapkan itu Aluna kembali tertawa melihat wajah lugu Noval.
Masa kecil adalah masa yang paling di rindukan oleh Aluna karena masa itu lah ia bebas bermain di sawah dan mencuri' itik milik tetangga nya untuk di masak.
" Kamu inget ndak ? Kita Rido dan Ina Ngambil itik nya pak eko? Terus aku yang nyembelih" tanya Noval membuat Aluna tertawa sekaligus meringis mengingat dulu ia sering mencuri itik milik tetangga nya dan setelah itu ia akan di hukum oleh Wira karena itik itu hanya di sembelih setelah itu di bakar dan Aluna akan menaruh itik itu didalam wadah hingga membusuk.
" Aduh Yang iku endak usah di cerita in malu" Ucap Aluna terkekeh yang di ikuti oleh Noval, Noval memandang langit malam yang indah dengan taburan bintang di sana sekilas ia menoleh dan
" Kamu iku tambah cantik,Saya suka'" Ucap Noval spontan saat Aluna tertawa lepas dengan rambut yang terurai namun senyum hanya sesaat sebelum Bogeman mentah mendarat di pipi kanan nya.
" TiDAK USAH melihat istri saya seperti itu !!" Suara tegas pemilik tangan yang memberi bogeman di pipi noval membuat Aluna terkaget.
" O-m ngapain mukul saya? " Tanya noval memegangi pipi nya yang terasa kebas, Pram tampak menahan nafas dengan urat wajah yang terlihat jelas membuat Aluna takut.
" Kamu nanya?? Karena kamu!! Sudah menetap istri saya terlalu intens dan apa kata mu tadi Cantik? " Tanya pram mendekati Noval.
" Dia cantik karena Milik Saya" bisik Pram.
Saat seperti ini Pram tau apa yang di maksud oleh bocah tengil di hadapan nya ini, Pram itu pernah muda dan ia tau bagaimana menyukai seseorang yang sudah di miliki orang lain.
Noval menganga dan melihat Aluna meminta jawaban.
" Iki siapa mu Na? Paman mu?" Tanya Noval meringis memegang pipi nya ia Belum paham dengan ucapan Pram yang tiba tiba.
Aluna menduduk melihat perut nya yang buncit dan menggeleng.
" Iku....."
" Saya suaminya!!! Kamu pulang sekarang atau saya seret kamu... Kamu mah.. ikut ayah" Ucap Pram tegas menarik tangan Aluna masuk kedalam rumah, Noval meringis dan bangkit mengejar Aluna dan suaminya namun ia kalah cepat dengan Pram yang langsung menutup pintu.
Beberapa kali ia mengendor dan meneriaki Nama Aluna namun hanya tangisan dan suara berat Pram yang terdengar.
Noval Ingin mendobrak pintu namun ia tak mempunyai kuasa Dia ini siapa? Dia pasti akan kalah dengan laki laki-laki yang Sudah sah bagi Aluna.
Berjalan perlahan meninggalkan halaman rumah milik Wira Noval sesekali menoleh berharap Aluna akan keluar dan mengejar nya namun Inhil.
" Awsss...." Ringis Aluna saat Pram mendorong pelan tubuh nya keatas kasur, Pram menarik nafas panjang memijat pelipisnya.
" Kita bicara ya Mah.." Ucap Pram menatap Aluna dalam namun Aluna hanya menangis segukan mengingat keadaan Noval yang tidak tau apa apa.
" Mamah sayang ayah kan? Mamah percaya ayah'kan? " Tuntut Pram memegang kedua tangan Aluna dan mengelus nya pelan. Gelengan dari Aluna sudah membuat Pram paham.
" Percaya gak percaya..Mamah harus percaya dengan ucapan ayah ini" Ucap Pram pelan menahan emosi yang hampir kembali meledak.
" Fitrah iku Anak kandung ay...."
" Dak mau!!! AKU Endak percaya ayah... pergi!!!!" Usir Aluna menunjuk pintu dan menghindari Tangan Pram yang ingin memegang tubuh nya, Aluna tak perlu ucapan pria itu lagi Cukup beberapa Minggu ini ia di bohongi.
" Endak mah..mamah harus percaya sama ayah..."
" ENDAK!!! AKU MAU CERAI !!!!! " Pekik Aluna dengan tangis yang kencang menghindari Pram, jujur Aluna tidak sanggup untuk mengetahui apa lagi melihat pram yang sudah memiliki perempuan lain dan anak, jadi Perempuan yang dulu datang kerumahnya adalah ibu dari anak yang bernama Fitrah, seseorang yang mampu membuat dunia Pram berubah pada Aluna secara seketika.
Pram mengeretakan Gigi dan bangkit ia menagkup pipi Aluna dan memaksa Aluna untuk melihat mata nya, Aluna meringkuk memaksa untuk kan diri untuk menghindari tatapan menghunus milik Pram.
" Apa coba tak ulangi lagi?!!!!! Cerai?...." Ujar pram pelan penuh dengan amarah,pikiran Aluna kosong hingga ia mengangguk saja setelah itu....
Pram membaringkan tubuhnya dan merobek paksa pakaian yang dipakai oleh Aluna, Pram seperti kesetanan membuka seluruh pakaian nya
" A-ya-h" lirih Aluna sebelum Pram merasakan tubuh lemas Aluna yang nyatanya perempuan hamil itu tidak sadarkan diri, Pram terburu buru bangkit dari tubuh Aluna namun jantung nya seakan berhenti berpacu saat melihat Noda darah yang memenuhi Seprai kasur milik Aluna.
---
Udah malam ini sampe di sini dulu ya💗
Besok kita Lanjut lagi oke:)
Selamat overthinking hahahahahahahahahahahahahahhahahahaha 😂😂😂
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjerat Cinta Mas Duda 🔞 (End)
Spiritual" Buk....mas Pram semalam megang dada ku" bisik Aluna di telinga Rahma, Rahma yang tengah menyusun piring itu melihat ke arah Aluna. Aluna dengan wajah memalas menatap ibu nya. " Terus kenapa toh nduk??" " Yo itu pelecehan bukk" Aluna merengek Deng...
