Yang minta duobel up
Nih author kasih:)
Jangan lupa vote dan komen 💗
--------
Terhitung sudah 10 hari Aluna mendiamkan Pram perkara apel beberapa hari lalu, bahkan Aluna tidak pernah menyentuh kasur yang ia gunakan setiap malam..ia lebih memilih untuk tidur di kamar Zira.
Zira menatap Heran Kedua orang tua nya yang saling diam tidak seperti yang dulu, Menghentikan gerakannya Zira bertanya pada Pram.
" Ayah sama mamah kenapa? Kok diam?" Tanya Zira,anak perempuan Pram itu sudah mulai mengerti Dengan keadaan di sekitar nya.
Pram melihat ke arah Aluna sekilas bukanya senyum manis ia dapat malah ia mendapat wajah lesu dan sangar.
" Endak papa,Ayah sama Mamah baik baik aja" Ucap Pram berusaha membuat Zira mengerti.
" Tapi...."
" Makanya di lanjut ya sayang,nanti sama mamah aja sekolah nya oke?" Potong Aluna cepat menambah satu sendok nasi goreng ke piring Zira,Zira mengerucut kan bibir dan kembali melahap sarapan yang telah di buat Aluna.
Pram merasa beberapa hari ia tak semangat untuk berangkat kerja atau pun meninjau beberapa pabrik milik nya yang ada di desa sebelah, Aluna yang masih marah kepada nya mampu membuat Pram frustasi.
Menghindari Pram adalah Gunci utama dari Aluna,bila melihat Pram mendekat Sebisa mungkin Aluna menghindar walaupun agak susah karena mereka tinggal satu atap.
" Hemm bang Surya boleh minta tolong ndak?" Tanya Aluna saat Surya tengah sibuk mengecat pagar rumah, Umur surya dan Aluna memang tidak selisih jauh maka dari itu ia memanggil bang walaupun Surya sempat mengelak katanya lebih enak panggil nama saja.
" Minta tolong apa Luna? "
" Boleh minta tolong ambilkan Pisang di belakang rumah.. Luna kepengen bikin Pisang peppek"
Pisang peppek adalah makanan yang sering di buat di kampung Author, pisang yang di goreng setengah matang dan di bumbui kuah kacang atau kuah cuka empek-empek
Surya mengiyakan dan berhenti sejenak mengecat pagar besi rumah'Pram dan Aluna, mengambil setandan Pisang raja'dari kebun lalu membawa nya ke dapur.
" Loh..kamu dari mana Surya? " Tanya Pram yang baru keluar dari kamar, Surya meletakkan meja pisang raja'itu di sebuah meja.
" Iku tadi Aluna minta tolong di ambilkan Pisang di belakang katanya kepengen bikin Pisang peppek"
" Ohh.. Aluna nya mana sekarang?"
" Tadi di depan kang, yaudah surya kedepan dulu" Pram mengangguk dan ikut berjalan keluar berniat membantu Surya,namun langkah nya terhenti saat melihat Aluna yang masuk.
" Mah" bukan nya menjawab Aluna langsung merubah mimik wajahnya dengan datar, Pram terus mengikuti langkah Aluna hingga Aluna berhenti di area dapur.
" Kenapa minta tolong ke Surya mah?, Ayah kan ada" ucap Pram yang tak di sahuti Aluna sang empu lebih memilih untuk mengupas kulit pisang itu dan menggoreng nya.
Pram memijat pelipis nya Pusing,ia sudah berulang kali mengajak Aluna berbicara atau sekedar basa basi tapi Aluna tetap kekeh dengan pendirian nya.
" kalau butuh sesuatu panggil ayah saja jangan orang lain" Ujar Pram setelah itu berjalan ke arah luar rumah untuk membantu Surya.
Aluna melihat membuang nafas pelan jujur ia kasihan melihat Pram beberapa ini yang terlihat lesu karena dirinya, Anggap saja ini sedikit pelajaran bagi Pram.
Setelah mengupas Pisang raja, Aluna langsung mengoreng nya tanpa adonan seperti ingin membuat Pisang goreng pada umumnya, sambil menunggu pisang nya matang Aluna memilih untuk membuat kuah dari Pisang itu Yaitu kacang tanah, Bawang merah dan lain lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjerat Cinta Mas Duda 🔞 (End)
Spiritualité" Buk....mas Pram semalam megang dada ku" bisik Aluna di telinga Rahma, Rahma yang tengah menyusun piring itu melihat ke arah Aluna. Aluna dengan wajah memalas menatap ibu nya. " Terus kenapa toh nduk??" " Yo itu pelecehan bukk" Aluna merengek Deng...
