(15) lemah

40.2K 1.2K 34
                                        

Uhuk!!!
Yang Minta Doubel up author kasih ni 💗
Selamat membaca 💗
Jangan lupa vote dan komen 💗
---






Sesampainya di salah satu puskesmas terdekat yang di temui oleh Pram, Pram lantas mengendong Aluna dan membawa ke salah'satu bankar yang ada di dekat pintu.

" Buk tolong istri saya !!! " Suara lantang Milik Pram bergema di dalam puskesmas bahka beberapa petugas puskesmas yang tadi nya tengah beristirahat langsung sigap saat melihat Pram mengendong Aluna.

" Bapak tunggu di sini sebentar saya akan mengecek keadaan Istri bapak" Ucap salah satu dokter umum yang di tugas kan di puskesmas ini.
Pram meraup wajah'nya kasar bahkan ia masih bisa merasakan bau anyir darah Aluna yang memenuhi kaos nya.
Seharusnya ia tidak mengiyakan ucapan Aluna untuk ke kota, Pram menatap dalam pintu salah satu ruangan di mana Aluna berada, penyakit apa yang di derita aluna? Pikiran Pram berkecamuk.

Hingga 30 menit kemudian,Pram di panggil masuk ke ruang dokter untuk di Tanyakan sesuatu.

" Khemm..Mohon maaf pak perkenalkan saya Ira salah satu dokter yang ada di sini, Saya memanggil bapak untuk masuk ke sini karena saya ingin menyampaikan sesuatu..."

Pram semakin bingung saat dokter Ira berbicara kepada nya ada apa? Batin Pram.

"Sebelum nya saya ingin bertanya Apa bapak tau keadaan istri bapak sebelum datang ke sini?"

" Dari beberapa hari yang lalu istri saya sering pusing dan lemah, dan mulai dari semalam bojoku mual" Ucap Pram mengingat ingat, dokter ira mengangguk paham.

" Saya ingin menyampaikan sesuatu, kalau sebenarnya Istri bapak tengah mengandung" Ucap dokter ira membuat Pram spontan kaget, Aluna hamil?

" Kandungan nya sudah menginjak 1 bulan"

" Alhamdulillah" Syukur Pram menitikkan air mata, tak menyangka ternyata Aluna tengah mengandung anak nya, dokter ira ikut bahagia melihat Pram yang sangat bahagia di hadapan nya...

" Tapi........."

Pram menatap nanar Aluna yang tengah berbaring di atas bankar Dengan wajah yang sangat pucat, Ia sudah menghubungi kedua orang tua aluna dan orang tua nya tentang kabar Aluna yang masuk puskemas.
Dokter menyarankan apa bila aluna tak kunjung sadar dalam waktu 1 jam kedepan terpaksa Aluna harus di rujuk kerumah sakit kota, karena peralatan yang ada di puskesmas ini belum memadai.

" Ckk..Kenopo to enggak bilang ayah kalau mamah hamil?" Frustasi Pram mengemgam tangan Aluna yang tengah di infus,mata nya kembali berair saat mengingat beberapa Minggu yang lalu perkara apel itu ternyata istri nya sedang ngidam Pram terkekeh Bodoh bisa bisa nya ia tidak mengetahui Aluna yang sedang berbadan dua.

" Sayang ku Bagun yuk..kamu endak cantik kalau kayak gini" Ujar Pram menatap Aluna lekat, perempuan yang di nikahi nya 3 bulan lalu, perempuan yang dulunya sempat Ingin menolak Lamaran nya.

" Nanti Ayah beli kan yang mamah mau,tapi yo mamah harus bangun dulu" Ucap Pram mengelus lengan Aluna, tak lama dari itu Wira dan Rahma datang.

" Mbok yo kenapa kayak gini Pram " pekik Rahma melihat Aluna yang tengah berbaring pucat, bahkan wanita tua itu tak memperdulikan Wira di belakang nya, ia hanya khawatir pada anak perempuan nya ini, Rahma memegang tangan Aluna yang terasa dingin..

" Pak suruh Aluna bangun pak... tangan nya dingin" panik Rahma menarik Wira agar mendekati Aluna, Rahma terisak saat Wira hanya memegang tangan aluna dan menatap nya lekat.

" Tenang Buk ..Aluna insyaallah endak papa" Ucap Wira menenangkan Rahma, Rahma menggeleng kuat

" Aku ndak bisa tenang, Aluna kita rujuk ke kota " Rahma linglung keluar dari dalam ruangan mencari petugas puskesmas untuk membantu rujukan aluna ke kota,Belum sempat bertemu petugas ia kembali di tarik oleh Wira.

Terjerat Cinta Mas Duda 🔞 (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang