Iya udah Tamat 🙏 Akhirnya setelah perjalanan Panjang.
Halo Semuanya Aca mau bilang Makasih Banyak Ya sudah suka cerita sama cerita ini🤍, walaupun banyak sekali kekurangan:) Senang bisa kenal kalian tanpa kalian cerita ini gak ada apa - apa nya sekali lagi terimakasih banyak ya 🤍 semoga kita sehat selalu.
Pokonya kalian gak boleh lupa in gendis 😂
Terima kasih sudah memberikan vote dan komentar hingga cerita ini tembus di 1,93 juta Pembaca 🤍 aca menyadari cerita ini belum sempuran dan banyak sekali typo untuk itu cerita ini kemungkinan akan di revisi sementara🙏
Cerita ini sampai disini Part 65 🤍
Bertepatan Pada Libur Sekolah yang cukup panjang kali ini, pram mengadakan syukuran kecil - kecilan untuk sang Putri pertama yaitu Azira putri Pramono yang hari ini umur sang anak tepat 12 Tahun.
Zira adalah permata dimana saat ini telah lulus SD dan akan masuk ke jenjang dunia pendidikan selanjutnya, liburan kali ini Pram memboyong anak istri dan beberapa keluarga besar untuk berlibur ke Bandung hitung - hitung untuk menyenangkan anak istri.
Alunan musik selamat ulang tahun bergema di penjuru taman vila yang telah Pram boking sebelumnya zira tanpak bahagia tak menyangka ulang tahunnya akan dirayakan dikarenakan tanggal ulang tahun zira sudah lebih dari satu Minggu yang lalu.
Nenek dan kakek dari kedua bela pihak ikut datang merayakan ulang tahun zira dengan penuh suka cita.
" Anak Wedok Ku sudah besar, sebentar lagi SMP" pram memeluk zira dan mencium kening nya lama pram menarik nafas nya dalam dalam ada rasa bahagia dan sedih saat ini yang ia rasakan.
" Sing rajin sekolah nya, nurut apa kata orang tua kakek nenek jangan pernah marah marah' Kalau dikasih tau, mbak udah remaja udah bisa nandingin mama juga" ujar Pram memberikan nasehat singkat untuk sang anak dan mengelus pipi zira Yang merah karena memakai make up, diumur sekarang zira tanpak lebih beda dari yang dulu dimana zira sudah memikirkan untuk merawat diri sehingga pram mengatakan zira bisa menandingi sang mama.
" Doa ayah untuk Mbak Banyak, semoga ayah sama mama bisa liat mbak tumbuh dewasa sampai nanti mbak punya pasangan" pram mencium kening zira lama tiba tiba suasana menjadi melow, aluna yang tengah berdiri disamping pram tak kuasa menahan tangis diumur nya yang semakin tua ini ia tak meyangka akan menjadi ibu dari 4 orang anak. Penolakan yang ia lakukan dulu seakan menertawai dirinya sekarang ini karna perjodohan dan menikah muda tidak se menakutkan itu kalau kita bertemu dan menikah dengan orang yang tepat.
Siapa sangka pram si duda tua anak satu bisa mendapatkan gadis ting ting seperti aluna, masih menjadi misteri kenapa aluna mau menikah dengan pram ini.
"Mamah" ucap zira beralih menatap aluna setelah itu memeluk nya erat.
" Makasih ya mamah aluna, udah mau jadi mamah nya zira...zira bersyukur bisa jadi anak mamah, mbak sayang sama mamah" zira menangis kecil dalam pelukan aluna, aluna dengan senang hati membalas pelukan zira.
"Sama - sama nduk, sing jadi anak yang pinter mamah juga sayang sama mbak semoga kedepan nya mbak bisa jadi anak yang lebih berbakti, doa mamah untuk mbak banyak lebih dari ayah" ucap aluna mencium pipi zira keduanya berpelukan hangat. Setelah itu acara dilanjutkan dengan memotong kue dan meniup lilin dilanjutkan dengan acara bakar bakar jangung dan ayam.
Karna vila yang disewa pram cukup luas dan langsung berhadapan dengan Gunung acara bakar - bakar seperti sangat cocok apalagi jangung yang di bakar dan ayam hasil dari kebun dan ternak sendiri makin enak rasanya, ya walaupun ceritanya sedang liburan namun bahan makanan dibawah sendiri dari rumah seperti jangung Pram memang membawa satu karung full dengan jagung dan ubi kalau tidak kena omel dengan bojo nya mungkin ia akan membawa pucuk ubi dan beberapa lalapan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjerat Cinta Mas Duda 🔞 (End)
Spiritual" Buk....mas Pram semalam megang dada ku" bisik Aluna di telinga Rahma, Rahma yang tengah menyusun piring itu melihat ke arah Aluna. Aluna dengan wajah memalas menatap ibu nya. " Terus kenapa toh nduk??" " Yo itu pelecehan bukk" Aluna merengek Deng...
