Jangan lupa vote dan komen 💗
Selamat membaca 🙏🙏
---------
10 hari menjelang persalinan Aluna di sibukan dengan beberapa hal seperti membeli pakaian bayi dan alat alat lain nya, Aluna yang tengah melipat beberapa kain menoleh ke arah jam dinding yang menunjukan Pukul 11 malam di hari.
" Mbok yo Kalau keluar iku bawa hp, Iki hobi bener ninggalin hp" gerutu Aluna mengingat Pram yang belum pulang, melipat pakaian dimalam hari adalah acara alternatif agar Aluna tidak bosan menunggu Pram untuk pulang.
Setelah melipat pakaian Aluna menaruh nya dalam satu keranjang dan membawa nya menuju kamar, menyusun ulang beberapa pakaian yang acak-acakan di dalam lemari akibat ulah Pram yang menarik sembarangan.
" Ckk iki ayah kemana ya..kok endak pulang pulang" Ucap Aluna gelisah melihat jam yang hampir menunjukkan pukul 12 malam itu, berjalan mondar mandir dan melihat ke arah pintu Aluna menghela nafas.
" Ayah mu iku lee Awas saja" Ujar Aluna mengelus perut dan berkata dengan geram,Lama menunggu Aluna mulai merasakan sakit di pinggang nya dan berjalan menuju ranjang untuk menunggu Pram,mata Aluna kian memberat saat jam mulai menunjukan pukul 1 malam.
Aluna merasakan kebas di bagian leher nya hal itu membuat tidur nya terganggu, Aluna beristighfar dalam hati saat melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 6 pagi dan ia Masih di posis ya sama seperti semalam saat menunggu Pram.
Pram
Tunggu!!!
Aluna menoleh ke samping dan tidak mendapati Pram, berjalan menuju kamar mandi Aluna juga tidak mendapati Pram.
" Ayah endak balek?" Gungam Aluna saat membuka pintu yang masih tergunci dan pagar masih tergembok.
" Selamat pagi buk Aluna" Teriak beberapa anak sekolah yang lewat di depan nya itu, Aluna mengangguk dan tersenyum manis setelah itu ia kembali menutup pagar dan masuk dalam rumah .
Di saat ia menyiapkan sarapan untuk pagi Pram datang dengan wajah yang lesu, Aluna menoleh hendak bertanya Namun di potong lebih dahulu oleh Pram
" Ay...."
" Udah mah,ayah mau tidur dulu capek" Pram memotong ucapan Aluna dan berjalan menuju kamar sesampainya di sana ia langsung terlelap, aluna menghela nafas dan membanting kain elap yang tadi ia pakai.
Mengikuti Pram entensi nya terganggu saat mendengar dering telfon Pram yang berbunyi nyaring.
Belum sempat mengangkat telfon sudah di matikan sepihak oleh sang penelfon dan pesan selanjutnya membuat Aluna semakin bingung.
" Mas... Fitrah demam nya tinggi "
Pesan tersebut membuat Aluna terganga, fitrah siapa?Aluna meletakkan ponsel tersebut di atas meja dan ikut bergabung bersama suami.
Mata nya memang terpejam namun di kepala nya banyak sekali pertanyaan, tentang perubahan sikap Pram beberapa hari ini, Aluna bangun saat mendengar suara adzan Zuhur berkumandang,aluna mendesis saat Perut nya terasa kencang mengelus nya sebentar agar perut nya kembali normal.
" Yah.. Semalam ayah dari mana?" Tanya Aluna mendapati Pram yang tengah duduk di depan tv, Pram menoleh dan menarik tubuh Aluna untuk duduk di pangkuan nya.
" Semalam ayah ada kerja Mah...Mamah udah makan?" Tanya Pram mengelus perut Aluna Yang semakin turun ke bawah membuat Aluna susah untuk bergerak.
" Belum tadi nunggu in ayah" Ucap Aluna memeluk Pram, beberapa hari ini Pram terlihat sangat sibuk ia pergi bekerja pagi dan pulang larut Malam sehingga kedua nya jarang hanya untuk sekedar bercerita seperti biasanya.
" Yaudah tak ambil kan dulu " Ucap Pram lembut Namun Aluna menggeleng ia lebih memilih untuk memeluk Pram,Pram membiarkan Aluna memeluk nya erat hingga beberapa menit.
" Ayah endak mau cerita?"
"Cerita apa?"
"Ya cerita sesuatu gitu" Ujar Aluna menegakkan tubuh dan menatap Pram intens.
Lama menunggu Aluna tersenyum kecil ternyata Pram tidak mau bercerita hal apa yang ia lewati beberapa hari.
" Yaudah mamah mau makan" Aluna turun dari pangkuan Pram dan duduk lesehan di bawah, Pram menghela nafas dan mengangguk membuka tudung saji ternyata ada laul semalam yang belum sama sekali tersentuh oleh siapapun mengambil porsi yang lebih banyak Pram mendekati Aluna dan ikut duduk di samping Aluna.
" Itu lauk semalam, tadi Mamah endak sempat masak" Ucap Aluna pelan Yang di angguki Pram, keduanya makan Dengan hening Pram yang diam dan Aluna yang berharap Pram untuk bicara terlebih dahulu, setelah makan berdua Pram pergi meletakkan piring kotor dan tak lama hp nya kembali berbunyi.
" Loh mau kemana yah?" Tanya Aluna cepat melihat terburu buru mengambil kunci mobil,bahkan saking buru buru nya ia tak menghiraukan pertanyaan Aluna.
Aluna kembali membuang nafas dan menangis'kenapa Pram seperti ini?
Pekerjaan apa yang Pria tua itu lakukan hingga ia lupa sengalanya.
-----
Konflik nya Bentar lagi ni:)
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjerat Cinta Mas Duda 🔞 (End)
Espiritual" Buk....mas Pram semalam megang dada ku" bisik Aluna di telinga Rahma, Rahma yang tengah menyusun piring itu melihat ke arah Aluna. Aluna dengan wajah memalas menatap ibu nya. " Terus kenapa toh nduk??" " Yo itu pelecehan bukk" Aluna merengek Deng...
