𝕓𝕚𝕤𝕞𝕚𝕝𝕒𝕙
Jangan lupa vote dan komen
Terimakasih 🙏
----
Setelah sholat subuh terlaksana, Kediaman Wira tampak mulai ramai dengan kehadiran beberapa tetangga untuk membantu Memasang tenda untuk Acara besar yang insyaallah akan terlaksana Besok.
Kediaman Wira yang dulu nya hanya di hiasi dengan beberapa bunga di halaman rumah kini tampak menarik mata saat tim dekorasi mulai menghias teras rumah Wira,Tampak beberapa bapak2 dan anak muda saling bergotong royong mendirikan Sebuah tenda yang nanti nya akan di hias.
Sedangkan tim ibu" mulai sibuk dengan perbumbuan dan makanan lain untuk di suguhkan.
Hari ini adalah hari di mana Aluna akan memakai Inai.
" Anton...kamu di panggil pakde mu.. katanya sapi nya sudah datang "teriak cima dari arah belakang rumah,tampak di sana beberapa anak muda membuat alasan untuk didirikannya tenda.
" Lah..pakde wong tadi aku di suruh bantu di sini " gerutu Anton meletakan geregaji yang ia pegang berjalan menuju rumah depan dengan melewati jalan samping rumah Aluna.
" Sapi nya mau di potong jam berapa pak? Biar saya sekalian jemput imam nya " tanya salah satu orang yang tengah membantu Wira untuk mengikat tali sapi itu ke sebuah pohon yang tak jauh dari arah tenda.
" Sapi nya tak potong jam 10 saja..Kata orang kalau di potong tengah hari endak baik " Wira mengingat pesan orang tua nya yang menyatakan bahwa memotong hewan untuk acara besar sebaiknya di mulai dari jam 5 Subuh hingga 11 siang'karena biasanya bumi akan akan cerah dan sebaliknya bila hewan tersebut di sembelih pukul 12-5 sore maka bumi mulai gelap atau tidak baik, biasa'nya akan turun hujan atau angin'kencang.itu hanya ucapan pesan'dari leluhur yang sampai saat ini Wira ingat.
Setelah tenda berdiri tegak, Beberapa bapak" dan anak muda mulai beristirahat melahap makanan yang tersaji di teras rumah.
Kamar Yang dulu nya hanya di hiasi Dengan 2 bingkai Foto kini terlihat cantik Dengan beberapa bunga bunga berwarna putih dan merah, Beberapa orang yang menghiasi kamar Aluna adalah tim dekorasi yang Aluna pesan'beberapa hari yang lalu, Aluna meminta untuk hiasannya tidak terlalu berlebih-lebihan.
" Kalau mbak nikah..pakde sama bud'e bakal tinggal sendiri dong sini " tanya ica yang tengah memakai nya Aluna lulur khas calon pengantin,lulur tersebut terbuat dari Beras, kunyit yang di tongseng hingga hangus.
" Yo pasti'..iku sudah menjadi kodratnya Aluna sebagai istri..kemana pun suami pergi harus ikut walupun ke hutan sana" suara itu bukan lah suara Aluna melainkan suara dari sepupu jauh nya yaitu sinta, Sinta kini tampak cantik dengan perut bulat nya yang sudah sangat terlihat jelas.
" Lah... melamun.. endakk baik calon pengantin kebanyakan melamun " ucap sinta duduk di samping Aluna, Aluna tersikap dan mulai sadar.
" Ini jamu kuat buat kamu..mbak sendiri yang bikin"ujar perempuan yang tengah hamil anak ke 6 itu, dahi Aluna berkerut namun tetap menerima gelas sedang itu.
" Jamu kuat?.. wong perasaan Aluna sedari kemarin Aluna terus di recoki jamu" Ujar Aluna yang sebenarnya sudah mulai bosan dengan yang nama nya jamu.
" Iku jamu nya beda...mbak jamin kamu bakalan kuat "
" Kuat opo mbak?? Ica boleh coba?" Celetuk ica yang sudah memakai kan Aluna lulur alami, Sinta menoleh ke arah Ica.
" Endak...bocil kayak kamu belum boleh,,wong umur mu masih seumur jagung " ucap Sinta membuat ica cemberut.
Acara penyembelihan sapi akhirnya terlaksana dengan lancar, setelah itu mulai beberapa ibu ibu mulai memotong daging sapi tersebut menjadi beberapa bagian yang sedang, di acara seperti ini biasanya para ibu ibu mulai bergosip Ria
" Wess wess pasti bedak ku luntur Iki " ucap ica dengan nafas tersengal segal saat acara sungkeman berlangsung,di mana Aluna meminta Restu dan doa kepada orang tua dan keluarga agar kedepannya ia dapat membina rumah tangga dengan baik dan menjadi istri sekaligus ibu yang baik.
Aluna tak menghiraukan dengan make up yang ia pakai malam ini...Malam ini adalah malam di mana Aluna melihat kedua orang tua dan keluarga terdekat menangis tersedu sedu bahkan sang bapak sempat jatuh pingsan saat Aluna mencuci kedua kaki Wira.
Alunnan lagu Ummi terdengar dengan cukup keras membuat suasana semakin syahdu.
Saat ini perasaan Aluna campur aduk di mana ia bahagia sekaligus bersedih karena sebentar lagi ia akan Menganti status nya yang otomatis akan akan ikut perintah suami.
" Ndukkk....bapak Minta tolong... tolong kamu turuti ucapan suami.... jangan membantah karena sekarang tanggung jawab bapak sudah lepas hiks hiks hiks Kamu seng sabar kalau jadi istri" Wira memeluk Aluna dengan cukup erat,mencium pucuk kepala Aluna yang tertutupi jilbab berwarna merah.
Wira terbayang di mana Aluna pertama kali lahir hingga sebesar ini..ia teringat perjuangan Aluna di mana dulu sempat di larikan ke rumah sakit karena pembekuan darah saat umur 2 tahun keyakinan untuk sembuh bahkan meyakinkan Wira bahwa ia anak yang hebat dan kuat mampu membuat Wira semakin bersedih.
" Bukkk" ucap Aluna terbata bata pindah dari arah sang bapak menuju ke arah sang ibuk... Rahma tampak membuang muka sesaat tak ingin melihat ke arah Aluna, namun pertahanan nya hancur saat Aluna dengan lembut mencium kaki nya,Rahma menarik Aluna dan memeluk nya dengan erat,ibu yang mana tidak bersedih saat anak bungsu yang selalu mendengar kan apa kata orang tua sebentar lagi akan berganti status?
Acara sungkem berjalan dengan lancar, hingga di mana puncak acara malam ini terjadi.
Untuk acara akad nikah akan di laksanakan Besok pagi.
" Kita foto yo mbak...senyummm"
"Ganti gaya mbakk"
Para Sepupu Aluna tampak berebut untuk berfoto bersama, jujur saja Aluna sudah mulai merasakan capek,, sekarang adalah pukul 1 malam dan tamu undangan yang di undang malam ini Masih ramai.
" Jangan tidur mbakk.. ingat kata bud'e, mbak nggak boleh tidur sampe Pagi" omel Riska saat melihat Aluna yang sudah berganti pakaian terlihat ingin memejamkan mata karena kantuk.
" Endakk KA ,mbak mejem bentar" ucap Aluna meyakinkan Riska yang tengah sibuk melepas make up nya.
" Ihh Jangan mbakk...entar bablas.. gimana kalau kita main truth or dare?" Tawar Riska yang langsung di angguki oleh Ica dan mona.
" Besok abis acara aja ya...mbak gak bisa main nya" ucap Aluna.
" Nggak papa... kita main sambil belajar ayok lah mbak" rengek Riska akhirnya mau tak mua Aluna mengiyakan keinginan Riska, sampai akhir Aluna di tantang untuk menelfon mantan terindah membuat Aluna meringis...
" Ini nggak bisa di ganti? Yo moso mbak telfon mantan mbak malam malam begini" ucap Aluna.
" No! No !! Nggak boleh pokoknya mbak harus nelfon mantan terindah terus bilang Mbak rindu.. kalau masih sayang ya gawat bisa bisa nggak nikah besok"
Aluna mengigit bibir bawah nya Dengan keras ingat kan Aluna untuk tidak mengikuti permainan yang sangat menjebak seperti ini.
Di ketiknya satu nama di hp itu dan terlihat tulisan berdering.
" Halo...Aluna"
" Aku rindu"
Dengan cepat Aluna langsung mematikan sambungan telfon itu tampa memperdulikan kebingungan seseorang yang menerima telfon nya itu.
---
KAMU SEDANG MEMBACA
Terjerat Cinta Mas Duda 🔞 (End)
Espiritual" Buk....mas Pram semalam megang dada ku" bisik Aluna di telinga Rahma, Rahma yang tengah menyusun piring itu melihat ke arah Aluna. Aluna dengan wajah memalas menatap ibu nya. " Terus kenapa toh nduk??" " Yo itu pelecehan bukk" Aluna merengek Deng...
