Hem21+

140K 1.2K 16
                                        


Ayah'Pram balik nih.
Jangan lupa vote dan komen 💗
Selamat membaca 💗
--


Aluna menaikan dasternya membiarkan pram untuk menyusu di payudara nya, keadaan Rumah yang sepi membuat kedua nya bisa bermesraan,Pram mengemut payudara Aluna Dengan cepat,aluna mengigit bibir bawah nya  keras saat merasakan bagian inti nya yang semakin basah.
Beberapa hari menjelang persalinan kedua lebih sering melakukan hubungan badan sesuai Dengan Ucap bidan yang akan membantu Aluna untuk persalinan.

" Mamah yang di atas ya ayah" Ucap aluna mengelus dada Pram yang telanjang

" Yo wes Tapi kalau endak nyaman berhenti" Ucap Pram lembut dan mengelus perut Aluna, Aluna mengangguk dan membuka daster nya begitu pun dengan Pram yang membuka kain sarung yang ia pakai.

" Shhh jangan di gigit mah ngilu"

" Emhhhhhhaahhhhahhhhh"

"Shhhiya bagushhhh ahhhh" Pram mendesah hebat Dan membantu Aluna untuk mempercepat ritme Aluna.

" Uhhhhhhhhhhh" desah Aluna menganga

"Akhhh ahhhhh ahhhh ahhh"

" Emhhhhh ahhh ahhhh"

Pram meremas pinggul aluna dan membantu mengangkat tubuh Aluna yang mulai merasa kesusahan karena tubuh nya semakin berisi.

" Arghhhhhh iya di situ mah awhhh ahhhhh ahhhhh" Pram mendesah hebat dan mengemut payudara aluna yang bergoyang mengikuti irama tubuh aluna,merasa pergerakan aluna yang semakin lambat pram bangkit dan membawa Aluna menuju sebuah meja.

Aluna berpegang pada ujung meja saat merasakan inti nya Sedang di jamah oleh Pram.
Menjelang hari kelahiran sang bayi Bidan menyarankan agar mereka berdua sering melakukan hubungan seksual agar sang bayi tau di mana jalan keluar nya.

"Ahhhhh...Pelanhhpelannhhhh akhhhh" Aluna mendesah hebat saat Pram Menumbuk nya seperti kesetanan, memegangi perut yang sang buncit itu aluna berdoa dalam hati agar anak nya tidak rewel akibat kegiatan panas yang mereka lakukan.

Plakkkk!!!!

Plakkkk!!!!

"Awhhhh ahhhh ahahahahahahaha"

" Shhakhhh ahhhh mamah enak awhhh ahahahahh" Pram semakin mempercepat tempo saat merasakan ingin keluar untuk kedua kali nya, memegangi pinggang Aluna agar tubuh sang istri tidak menghantam meja kerja Pram.

" Uhhhhhhahhhhahahah" tubuh Aluna terhuyung kedepan saat Pram keluar di dalam tubuh nya, Pram mengelap keringat nya dan memeluk tubuh Aluna dari belakang.

" Kita lanjut di kasur ya mah ahh" ucap Pram menjilati telinga Aluna yang di balas anggukan oleh aluna, Pram menuntun aluna naik ke atas kasur tanpa melepas inti mereka.

" Mamah capek kayak gini ahhhhmamah mau tiduran shhh" Ucap aluna merasa tangan nya mulai kebas, Pram mengangguk Pram mencium perut aluna dan mengelus nya sebentar, setelah ia mengangkat kaki Aluna dan menaruh nya di pundak.

" Susuh Mamahh ahhh bikin ayah..." Pram mencium dan menyusu ke payudara Aluna dengan keras, rambut Pram

" Mamah..ahhh" Aluna memeluk Pram dan memgigit bahu nya keras.

" Bersama yah ahhhhhhh"

"Akhhhhhharghhhhhahhahahahahah"

"Uhhhhhhhhh"

Nafas mereka berderu dengan cepat, Pram mengusap kening aluna dan mencium nya,aluna terlihat sangat Kelelahan dengan keringat yang memenuhi tubuh nya.

Setelah pergelutan panjang mereka Pram membantu Aluna untuk mandi saat ini Pram tidak lagi mengurus pekerjaan fokus nya hanya kepada Aluna.
Keadaan Aluna yang mendekati hari persalinan semakin susah berjalan Dan mengurus Rumah yang mau tak mau Pram yang lah Mengantikan nya.

" Ma-mah duduk sini dulu,Ayah ambil kan pakaian dulu" Aluna mengangguk dan mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil tak lama Pram datang membawa satu stel pakaian rumahan untuk aluna.
Aluna tersenyum kecil saat Pram membantu nya memakai celana dalam salah satu kegiatan yang Aluna tidak bisa lalukan semenjak perut'nya semakin besar.

" Ayah mau kebun sebentar,mamah tunggu ayah di sini saja..endak usah keluar,Zira nya juga lagi tidur siang" Ujar Pram setelah membantu aluna.

"Mamah kepengen di belakang rumah aja yah..biar Segeran mamah panas kalau di kamar terus" Ucap aluna bedak di wajah nya.

" Yo wes..iki ayah jemur dulu"

Aluna duduk di kursi belakang dan mengelus perut nya sesekali,Pram yang sudah Menganti pakaian nya dengan pakaian yang sering ia pakai di kebun pun berpamitan.

" Endak usah lama lama" ucap Aluna Yang di angguki Pram.

" Yo iki ayah cuma mau ambil ubi terus iku balik.."

" Yo wes"

Setelah Pram pergi, Aluna bangkit dan mengecek beberapa tanaman hias milik nya yang ia beli dari kota rumah belakang nya tampak terlihat sangat indah saat aluna menambahkan beberapa pot bunga yang Sedang.

" Iki kalau di tambah bunga bunga yang kecil tambah cantik" gungam Aluna menyirami tanaman bunga nya dengan air,asyik dengan kegiatan nya Aluna mendengar teriakkan seseorang dari luar yang mau takmau membuat Aluna membuka pintu.

" Cari siapa ya Mbak? "

" Ini benar rumah nya Pram?" Aluna mengangguk pasti dan melihat perempuan dewasa yang ada di hadapannya itu.

" Pram nya kemana? "

" Emhh ayah Pram sedang keluar ada yang bisa di bantu? " jawab Aluna membuat perempuan itu berdecak.

" Tidak usah, saya pulang dulu " ucap perempuan itu sakras membuat Aluna bingung.

Masuk kedalam rumah ternyata Zira sudah bangun Dengan dot Yang ada di mulutnya.

" Mamah Zira mau susu " Ucap Zira memberikan dot susu nya ke Aluna,Zira memang terkadang masih meminta susu formula pada Aluna walaupun sebentar lagi akan naik kelas satu sd, hal itu memang lumrah.

" Oke.. tunggu sebentar ya mamah bikin kan kamu susu "  Zira meganguk dan naik ke atas sofa, bocah perempuan itu hanya memakai kolor dan kaos kutang putih yang sudah tidak muat lagi,apa lagi di bagian perut.
Setelah membuat kan Zira susu, Aluna bergegas mendekati Zira dan memberikan segelas botol susu hangat yang langsung di teguk oleh anak itu.

" Zira kan hari ini libur, Zira mau anter mamah beli barang dk?"

" Boleh mamah"

" Yaudah nanti endak usah mandi,cukup ganti baju aja oke?

"Oke mamah"

Setelah Menganti pakaian nya Aluna dan Zira berjalan menuju warung tujuan Aluna, hari ini Aluna berencana ingin membuat sup ayam yang di campur dengan tepung maizena,sop Dengan variasi baru yang ia lihat dari media sosial.

" Aduhh anak nya pak Pram makin montok" ibu ibu yang memakai jilbab hitam menoel pipi Zira gemas saat berdiri di samping Aluna.

" Umur nya berapa neng?"

" Sebentar lagi masuk 6 tahun buk" jawab Aluna ramah memilih beberapa kentang segar yang menumpuk di hadapan nya.

" Wallah udah besar to bentar lagi punya adek"

" Enggeh buk"

" Yo wes tak tinggal ya.."

" Enggeh"

Setelah berbelanja Aluna mulai mengesekusi bahan bahan tadi ia cukup penasaran dengan variasi baru yang ia lihat itu.

" Semoga rasa nya enak" Ucap Aluna mencicipi sayur sop itu,dahi nya berkerut sebentar saat merasakan ada sedikit rasa aneh yang masuk namun setelah itu rasa nya lumayan enak.

"Iki mulut kayak endak cocok masakan resep baru seperti ini, yo semoga ayah suka rasanya"

----



Terjerat Cinta Mas Duda 🔞 (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang